Nasional

ID Food Sukses Ekspor Pertama Bunga Pala ke India pada 2026, Targetkan Pasar Rempah Asia Tenggara

Retno Ayuningrum
×

ID Food Sukses Ekspor Pertama Bunga Pala ke India pada 2026, Targetkan Pasar Rempah Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
ID Food Sukses Ekspor Pertama Bunga Pala ke India pada 2026, Targetkan Pasar Rempah Asia Tenggara

ID Food baru saja mencatat sejarah penting dengan ekspor perdana bunga pala ke India. Langkah ini menjadi salah satu bukti nyata upaya penguatan ekspor komoditas di tengah dinamika pasar global. Bunga pala, atau yang dikenal juga sebagai mace, merupakan bagian dari rempah pala yang memiliki nilai tinggi dan permintaan cukup besar di pasar internasional.

Langkah strategis ini tidak hanya memperluas pasar, tapi juga membuka peluang baru bagi petani lokal serta pengusaha pengolah rempah. Dengan menggandeng mitra lokal seperti RHA Semesta Berjaya, ID Food memastikan kualitas produk tetap terjaga sesuai standar ekspor. Sementara itu, di sisi tujuan ekspor, komoditas ini akan diserap oleh NS Impex sebagai importir di India.

Potensi Pasar India untuk Rempah Indonesia

India dikenal sebagai salah satu negara dengan konsumsi rempah tinggi. Kebutuhan akan bahan bumbu masak, herbal, hingga bahan baku industri kosmetik dan farmasi membuat pasar ini sangat menjanjikan. ID Food melihat peluang ini sebagai celah untuk memperluas jejak ekspor rempah Indonesia.

Selain bunga pala, beberapa komoditas seperti buah pinang, kunyit, dan temulawak juga tengah digodok untuk diekspor ke India. Potensi pasar yang besar dan kebiasaan masyarakat India menggunakan rempah sehari-hari menjadi alasan kuat mengapa negara ini menjadi fokus ekspor berikutnya.

1. Tahapan Ekspor Bunga Pala oleh ID Food

  1. Kerja Sama dengan Mitra Lokal
    ID Food bekerja sama dengan RHA Semesta Berjaya sebagai pemasok utama bunga pala. Kolaborasi ini memastikan pasokan stabil dan kualitas produk yang sesuai standar ekspor.

  2. Pengemasan dan Pengiriman
    Pengiriman tahap pertama dilakukan menggunakan satu kontainer dari total 40 kontainer. Rencananya, pengiriman rutin akan berlangsung setiap bulan dengan kapasitas dua kontainer 20 feet.

  3. di India
    Komoditas diterima oleh NS Impex, importir lokal di India. Bunga pala ini akan digunakan sebagai bahan bumbu, herbal, hingga essential oil.

Rencana Jangka Panjang ID Food

Ekspor perdana ini baru permulaan. ID Food berencana terus memperluas ekspor ke India dengan komoditas lainnya. Selain itu, pengembangan sourcing yang lebih kuat menjadi fokus utama agar rantai pasok tetap berjalan efisien dan berkelanjutan.

Perusahaan juga berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi petani lokal. Dengan menghubungkan produsen ke pasar global, diharapkan kesejahteraan petani semakin meningkat seiring dengan peningkatan volume ekspor.

2. Komoditas Unggulan yang Dijadwalkan Diekspor

  1. Buah Pinang
    Memiliki potensi pasar besar di India, terutama untuk kebutuhan tradisional dan industri farmasi.

  2. Kunyit
    Salah satu rempah populer yang digunakan dalam berbagai produk kesehatan dan kecantikan.

  3. Temulawak
    Sering digunakan dalam jamu dan produk herbal, sehingga memiliki daya serap pasar yang tinggi.

Data Ekspor Rempah Indonesia

Menurut data BRIN, Indonesia menguasai sekitar 70–75 persen produksi pala dunia. Nilai ekspor komoditas ini mencapai USD185,32 juta. Angka ini menunjukkan bahwa rempah Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar global.

Komoditas Produksi Global (%) Nilai Ekspor (USD)
Pala 70–75% 185,32 juta
Kunyit 50–60% 45,20 juta
Temulawak 40–50% 22,15 juta

Angka ini menunjukkan potensi besar untuk terus dikembangkan, terutama melalui ekspor berkelanjutan dan peningkatan kualitas produk.

3. Strategi Kemitraan untuk Penguatan Pasok

  1. Penguatan Sourcing Lokal
    ID Food terus mengembangkan sistem sourcing yang melibatkan petani dan agar rantai pasok lebih efisien dan berkelanjutan.

  2. Peningkatan Kapasitas Mitra
    Program pelatihan dan pendampingan teknis diberikan kepada mitra lokal untuk meningkatkan kualitas produk dan memenuhi standar ekspor.

  3. Pengembangan Produk Bernilai Tambah
    Selain ekspor bahan mentah, ID Food juga mendorong pengembangan produk olahan berbasis rempah untuk meningkatkan nilai jual.

Tantangan dan Peluang di Depan

Meski memiliki potensi besar, ekspor rempah ke pasar global tidak tanpa tantangan. Standar kualitas yang ketat, regulasi impor yang berbeda, serta persaingan dengan negara produsen lain menjadi tantangan utama. Namun, dengan strategi yang tepat dan dukungan penuh dari ekosistem bisnis, ID Food optimistis bisa terus melebarkan sayap.

India, sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, menjadi pintu gerbang awal untuk penetrasi lebih dalam ke Asia Selatan. Dengan komoditas berkualitas dan sistem distribusi yang solid, peluang untuk terus berkembang sangat terbuka lebar.

4. Langkah Selanjutnya untuk Perluasan Pasar

  1. Eksplorasi Pasar Baru
    Selain India, negara-negara Asia Tenggara dan juga menjadi target ekspor berikutnya.

  2. Diversifikasi Produk
    ID Food akan terus mengembangkan produk olahan berbasis rempah untuk menarik minat pasar internasional.

  3. Penguatan Branding Indonesia
    Strategi branding akan ditingkatkan agar rempah Indonesia dikenal sebagai produk berkualitas premium di mata dunia.

Kesimpulan

Ekspor perdana bunga pala ke India oleh ID Food menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar rempah global. Dengan dukungan mitra lokal, sistem sourcing yang kuat, dan komitmen terhadap kualitas, prospek ke depan terlihat cerah.

Langkah ini juga menjadi bukti bahwa potensi masih sangat besar untuk dieksplorasi lebih jauh. Dengan strategi yang tepat dan kolaborasi yang solid, rempah Indonesia bisa terus menjadi andalan ekspor nasional.

Disclaimer: Data dan informasi dalam ini bersifat valid hingga April 2026. Nilai ekspor dan rencana ekspor dapat berubah sesuai dinamika pasar dan kebijakan perusahaan.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.