QRIS Cross Border semakin menjadi pilihan utama masyarakat yang bepergian ke luar negeri. Tren ini didorong oleh kenyamanan, kecepatan, dan efisiensi dalam bertransaksi tanpa perlu menukar uang tunai atau membawa kartu kredit.
Penggunaan sistem pembayaran berbasis QR Code ini tidak hanya populer di kalangan wisatawan Indonesia yang traveling ke luar negeri, tapi juga digemari oleh turis mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Bank Indonesia mencatat pertumbuhan transaksi QRIS lintas negara yang sangat signifikan sepanjang 2025 hingga awal 2026.
Perkembangan Transaksi QRIS Cross Border
Peningkatan transaksi QRIS antarnegara terjadi di dua arah, yaitu dari wisatawan Indonesia yang traveling ke luar negeri (outbound) dan dari wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia (inbound). Data BI menunjukkan bahwa transaksi inbound jauh lebih tinggi dibanding outbound.
Pada tahun 2025, transaksi inbound mencapai 5,89 juta transaksi, sedangkan transaksi outbound hanya sebesar 1,68 juta transaksi. Angka ini menunjukkan bahwa QRIS Cross Border semakin diterima dan digunakan oleh wisatawan mancanegara selama berada di Indonesia.
1. Kerja Sama dengan Negara Mitra
Bank Indonesia telah menjalin kerja sama dengan sejumlah negara untuk memungkinkan penggunaan QRIS secara lintas negara. Berikut adalah rincian transaksi QRIS Cross Border dengan negara-negara mitra hingga Februari 2026:
| Negara | Mulai Kerja Sama | Jumlah Transaksi | Nominal Transaksi |
|---|---|---|---|
| Thailand | Agustus 2022 | 1,64 juta | Rp 656,27 miliar |
| Malaysia | Mei 2023 | 10,66 juta | Rp 2,75 triliun |
| Singapura | November 2023 | 554.510 | Rp 179,28 miliar |
| Jepang | Agustus 2025 | 5.088 | Rp 428,80 juta |
| Korea Selatan | Februari 2026 | Baru diluncurkan | – |
2. Konektivitas QRIS Terbaru
Kerja sama terbaru BI dengan Bank of Korea memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi langsung di Korea Selatan menggunakan QRIS. Ini menjadi langkah penting dalam memperluas jangkauan penggunaan QRIS secara global.
Adopsi QRIS Cross Border di Kalangan Perbankan
Perbankan nasional juga mencatat pertumbuhan pesat penggunaan QRIS Cross Border. BNI mencatat pertumbuhan transaksi sebesar 240% secara tahunan hingga akhir 2025. Bank ini menargetkan pertumbuhan sekitar 160% pada 2026.
3. Strategi BNI dalam Mendorong Penggunaan QRIS Cross Border
Untuk mencapai target tersebut, BNI mengandalkan beberapa strategi utama:
- Perluasan akseptansi QRIS di lokasi strategis seperti bandara, hotel, dan tempat wisata
- Edukasi masyarakat melalui pemasangan signage “QRIS Accepted Here”
- Kolaborasi dengan mitra bisnis di negara tujuan wisatawan
4. Perkembangan BTN dalam QRIS Cross Border
BTN juga mencatat peningkatan yang signifikan dalam penggunaan QRIS Cross Border. Hingga Maret 2026, jumlah transaksi meningkat 31% secara bulanan, dan volume transaksi naik 38%.
BTN menargetkan pertumbuhan transaksi QRIS Cross Border sekitar 30% secara tahunan pada 2026. Untuk mencapai target ini, BTN menjalankan beberapa strategi, antara lain:
- Program promosi cashback hingga 15% melalui kampanye Connect the World
- Perluasan kerja sama dengan mitra di negara tujuan wisatawan
- Peningkatan edukasi nasabah mengenai manfaat QRIS Cross Border
Dominasi Pasar Malaysia
Malaysia menjadi negara dengan kontribusi transaksi tertinggi bagi QRIS Cross Border. Tingginya mobilitas warga Indonesia ke Malaysia, ditambah dengan kedekatan geografis dan kesiapan ekosistem QR antarnegara, menjadikan Malaysia sebagai pasar utama.
BTN mencatat transaksi di Malaysia melonjak hingga tujuh kali lipat dalam periode April 2025 hingga Maret 2026. Ini menunjukkan bahwa QRIS Cross Border semakin menjadi pilihan utama masyarakat saat bepergian ke negara tetangga.
Jenis Transaksi yang Paling Banyak Digunakan
Penggunaan QRIS Cross Border didominasi oleh transaksi sehari-hari seperti:
- Belanja ritel
- Pembelian makanan dan minuman
- Transportasi umum
- Pembayaran di destinasi wisata
Jenis transaksi ini menunjukkan bahwa QRIS Cross Border tidak hanya digunakan untuk kebutuhan dasar, tetapi juga untuk aktivitas wisatawan selama berada di luar negeri.
Prospek QRIS Cross Border ke Depan
Tren penggunaan QRIS Cross Border diproyeksikan terus meningkat seiring dengan perubahan perilaku masyarakat yang semakin nyaman menggunakan pembayaran digital. Banyak wisatawan kini lebih memilih pembayaran digital dibandingkan uang tunai atau kartu kredit.
5. Rencana Ekspansi ke Negara Lain
BTN berencana memperluas layanan QRIS Cross Border ke negara lain, termasuk China. Ekspansi ini akan dilakukan mengikuti kerja sama yang dijalin dengan regulator negara bersangkutan.
6. Penyempurnaan Sistem dan Infrastruktur
Untuk mendukung pertumbuhan QRIS Cross Border, BTN memastikan kesiapan sistem agar transaksi lintas negara dapat berjalan lancar dan aman. Ini mencakup pengembangan infrastruktur teknologi dan peningkatan keamanan data.
Kesimpulan
QRIS Cross Border kini menjadi bagian penting dari ekosistem pembayaran digital global. Dengan berbagai kerja sama yang terus dikembangkan dan peningkatan adopsi di kalangan masyarakat, QRIS Cross Border berpotensi menjadi alat pembayaran utama bagi wisatawan di masa depan.
Peningkatan transaksi, dominasi pasar Malaysia, serta strategi perbankan dalam memperluas jangkauan menunjukkan bahwa QRIS Cross Border bukan hanya tren sementara, tetapi solusi pembayaran yang berkelanjutan dan inovatif.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan kebijakan dan regulasi yang berlaku.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













