Finansial

Bank Permata Bagikan Dividen Tunai Sebesar 1,26 Triliun Rupiah kepada Pemegang Saham Tahun 2026 Ini Rinciannya

Herdi Alif Al Hikam
×

Bank Permata Bagikan Dividen Tunai Sebesar 1,26 Triliun Rupiah kepada Pemegang Saham Tahun 2026 Ini Rinciannya

Sebarkan artikel ini
Bank Permata Bagikan Dividen Tunai Sebesar 1,26 Triliun Rupiah kepada Pemegang Saham Tahun 2026 Ini Rinciannya

PT Bank Permata Tbk (BNLI) kembali membagikan kabar gembira bagi para pemegang sahamnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 7 April lalu, perusahaan menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 1,266 triliun. Angka ini setara dengan 35% dari laba bersih yang mencapai Rp 3,6 triliun.

Pembagian dividen ini memberikan apresiasi langsung kepada investor dalam bentuk tunai sebesar Rp 35 per saham. Selain itu, rapat juga memutuskan sejumlah agenda penting lainnya, termasuk pengangkatan direktur baru dan penyusunan ulang jajaran direksi serta dewan untuk periode 2026–2029.

Keputusan Penting dalam RUPST BNLI 2026

RUPST Bank Permata tahun ini membahas enam poin penting yang semuanya disetujui bulat oleh pemegang saham. Agenda utama mencakup persetujuan laporan tahunan 2025, pengesahan laporan keuangan, bersih, penunjukan auditor independen, serta pengangkatan dan penyetujuan remunerasi untuk dewan direksi dan komisaris.

Salah satu keputusan penting lainnya adalah pengangkatan Sorakrit Phruthanontachai sebagai direktur baru. Sorakrit yang sebelumnya berkarier di Bangkok Bank selama lebih dari dua dekade, akan mulai menjalankan tugasnya setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Terbaru

Struktur kepemimpinan Bank Permata kini semakin kuat dengan kehadiran figur-figur berpengalaman. Dewan Komisaris dipimpin oleh Chartsiri Sophonpanich sebagai Komisaris Utama, didampingi oleh sejumlah komisaris independen dan anggota lainnya.

Sementara itu, jajaran direksi saat ini dipimpin oleh Meliza Musa Rusli sebagai Direktur Utama. Ia menyampaikan bahwa kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025 menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk pembagian dividen yang menguntungkan para pemegang saham.

Kinerja Keuangan Bank Permata di Tahun 2025

Bank Permata mencatatkan laba setelah pajak sebesar Rp 3,58 triliun di tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang sehat dan konsisten dibandingkan periode sebelumnya. Total bank juga meningkat menjadi Rp 268,3 triliun, naik 3,6% secara tahunan.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) tercatat sebesar 34,6% dan CET-1 mencapai 26,6%. Capaian ini menempatkan Bank Permata sebagai salah satu bank komersial terbesar di Indonesia, sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan industri perbankan.

1. Penggunaan Laba Bersih Tahun 2025

  1. Rp 1,266 triliun dialokasikan sebagai dividen tunai final.
  2. Sisanya digunakan untuk penguatan modal, investasi teknologi, dan cadangan perusahaan.

2. Tahapan Pembagian Dividen

  1. Penetapan dividen disetujui dalam RUPST 2026.
  2. Pembayaran dividen dilakukan dalam waktu 30 hari kerja setelah RUPST.

3. Syarat dan Kriteria Penerima Dividen

  1. Saham harus tercatat di rekening investor sebelum tanggal cum-dividen.
  2. Investor wajib terdaftar sebagai pemegang saham di tanggal yang ditetapkan.

Perbandingan Dividen Bank-Bank Pelat Merah

Bank Dividen Tunai (Rp) (%) Tanggal Pembayaran
Bank Permata (BNLI) 1,26 triliun 35% April–Mei 2026
BRI (BBRI) 20,6 triliun 40% Januari 2026
BNI 13,03 triliun 38% Mei 2026
Bank Mega 2 triliun 30% Juni 2026

Dampak Dividen Terhadap Harga Saham BNLI

Pembagian dividen besar-besaran ini berpotensi memberikan sentimen positif terhadap harga saham BNLI di pasar modal. Investor jangka pendek maupun panjang bisa mendapat manfaat langsung, terutama jika memegang saham sebelum tanggal cum-dividen.

Namun, perlu dicatat bahwa harga saham juga dipengaruhi faktor makro ekonomi, kinerja , dan sentimen pasar secara keseluruhan. Oleh karena itu, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan aspek risiko dan diversifikasi.

1. Evaluasi Kinerja Keuangan

  1. laporan keuangan tahunan Bank Permata.
  2. Analisis rasio profitabilitas dan likuiditas.

2. Perbandingan dengan Emiten Lain

  1. Bandingkan dividen dan CAR dengan bank pelat merah lainnya.
  2. Tinjau prospek pertumbuhan jangka panjang.

3. Kajian Risiko Investasi

  1. Evaluasi risiko makro ekonomi dan regulasi.
  2. Simulasikan skenario pasar terhadap harga saham.

Penutup

Bank Permata kembali menunjukkan konsistensinya dalam memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham. Dengan laba bersih yang solid dan pembagian dividen yang menggiurkan, BNLI tetap menjadi pilihan menarik di tengah dinamika pasar modal Indonesia.

Namun, seperti semua , saham BNLI juga memiliki risiko yang perlu diperhitungkan. Investor disarankan untuk melakukan riset mandiri dan konsultasi dengan ahli keuangan sebelum memutuskan alokasi dana.

Disclaimer: dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas hingga tanggal publikasi. Nilai dividen, kebijakan perusahaan, dan kondisi pasar dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.