Ilustrasi peternakan ayam. Foto: dok Istimewa.
Harga telur di tingkat peternak justru anjlok meski harga pakan masih tinggi. Situasi ini membuat peternak ayam petelur rakyat semakin terjepit. Di Blitar, Jawa Timur, misalnya, harga telur anjlok ke kisaran Rp21.000 hingga Rp22.000 per kilogram pada 7 April 2026. Padahal, harga pakan yang mereka butuhkan untuk memelihara ayam tetap tinggi. Ketidakseimbangan ini berpotensi membuat banyak peternak bangkrut.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, langsung angkat suara soal kondisi ini. Menurut dia, pemerintah harus segera ambil langkah konkret agar usaha peternak tidak gulung tikar. Tanpa intervensi cepat, sektor peternakan bisa terpuruk dan berdampak pada ketahanan pangan nasional.
Langkah Pemerintah untuk Menjaga Peternak Ayam
Menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam bukan perkara yang bisa dibiarkan berlarut-larat. Butuh campur tangan cepat dan tepat dari pemerintah. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil untuk membantu peternak ayam petelur rakyat tetap bertahan di tengah tekanan harga.
1. Tingkatkan Penggunaan Telur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa menjadi salah satu solusi jangka pendek. Dengan meningkatkan frekuensi penggunaan telur dalam menu selama satu hingga dua bulan ke depan, permintaan pasar bisa naik. Ini akan membantu menyeimbangkan harga di tingkat peternak.
Langkah ini juga punya efek ganda. Selain membantu peternak, program ini juga bisa memperkuat asupan gizi masyarakat. Sarmuji menilai ini sebagai langkah yang efektif dan cepat untuk menstabilkan pasar.
2. Sosialisasi dan Monitoring Harga di Tingkat Peternak
Banyak peternak yang merasa tidak mendapat harga wajar karena tengah jadi rebutan pengepul atau distributor. Pemerintah perlu melakukan sosialisasi dan monitoring harga secara berkala agar tidak terjadi praktik jual beli yang merugikan peternak.
3. Subsidi Pakan atau Bantuan Modal Darurat
Harga pakan yang tinggi jadi salah satu beban utama peternak. Bila perlu, pemerintah bisa memberikan subsidi pakan atau bantuan modal darurat untuk membantu biaya operasional peternak kecil.
Keluhan Peternak yang Terus Berdatangan
Keluhan dari peternak terus berdatangan, terutama dari daerah sentra produksi seperti Blitar dan sekitarnya. Banyak dari mereka yang sudah mengalami kerugian besar karena harga jual telur yang tidak seimbang dengan biaya produksi.
Bukan hanya soal harga, tekanan ini juga membuat semangat peternak menurun. Bila tidak segera ditangani, bisa terjadi pengurangan populasi ayam petelur, yang berarti produksi telur juga akan berkurang dalam jangka panjang.
Tabel Perbandingan Harga Telur dan Pakan (Per April 2026)
| Komoditas | Harga Rata-rata (Rp/kg) |
|---|---|
| Telur (tingkat peternak) | 21.000 – 22.000 |
| Pakan Ternak | 12.000 – 14.000 |
Catatan: Harga bisa berubah tergantung lokasi dan fluktuasi pasar.
Perlunya Kebijakan Jangka Panjang
Selain langkah darurat, pemerintah juga perlu merancang kebijakan jangka panjang. Misalnya, memberikan akses yang lebih baik ke pasar langsung, sehingga peternak tidak terlalu bergantung pada pengepul. Atau, membangun sistem cadangan harga yang bisa melindungi peternak saat harga anjlok.
Dengan begitu, peternak bisa lebih mandiri dan tidak mudah terguncang oleh fluktuasi pasar.
Dukungan Fraksi Golkar untuk Peternak
Fraksi Partai Golkar DPR RI, melalui Sarmuji, menyatakan akan terus mendorong pemerintah agar tidak tinggal diam. Mereka siap mengawal agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran dan bisa memberikan dampak langsung pada kehidupan peternak.
Penutup
Usaha peternak ayam petelur rakyat sedang di ujung tanduk. Tekanan dari harga pakan yang tinggi dan harga jual telur yang rendah membuat banyak di antara mereka terancam bangkrut. Pemerintah harus segera ambil peran, baik lewat kebijakan jangka pendek maupun jangka panjang. Jika tidak, sektor peternakan bisa terpuruk dan berdampak pada ketahanan pangan nasional.
Disclaimer: Data harga dan kondisi di atas berlaku per April 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung situasi pasar dan kebijakan yang diambil pemerintah.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













