Sebagai bagian dari upaya memperkuat peran dalam ekosistem keuangan nasional, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) terus menggebrak transformasi digital. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan pembiayaan produktif yang terus berkembang, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Perayaan Hari Ulang Tahun ke-55 Askrindo dengan tema “Grow Within, Perform Beyond” menjadi momentum penting untuk merefleksikan kontribusi perusahaan. Tema tersebut mencerminkan tekad untuk memperkuat kapasitas internal demi melampaui target kinerja yang selama ini telah dicapai.
Sejarah dan Kontribusi Askrindo terhadap Pembiayaan UMKM
Sejak berdiri pada 6 April 1971, Askrindo telah menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung inklusi keuangan di Indonesia. Dalam kurun waktu 2007 hingga 2025, Askrindo mencatatkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur UMKM.
Dari jumlah tersebut, tercatat penyerapan tenaga kerja sebanyak 62,7 juta orang. Data ini menunjukkan betapa besar dampak Askrindo terhadap perekonomian nasional, khususnya dalam memberdayakan sektor UMKM.
Pada tahun 2025 saja, Askrindo telah menjamin KUR senilai Rp114 triliun kepada dua juta debitur UMKM. Angka ini berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,7 juta orang.
1. Peningkatan Kinerja Keuangan
Askrindo mencatatkan underwriting netto sebesar Rp1,28 triliun (unaudited) pada tahun 2025. Sementara premi bruto yang tercatat mencapai Rp4,44 triliun (unaudited). Capaian ini menunjukkan bahwa strategi pengelolaan risiko dan portofolio bisnis berjalan dengan baik.
Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menyatakan bahwa kinerja ini mencerminkan fundamental bisnis yang semakin kuat. Perusahaan berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
2. Fokus pada Pembiayaan Produktif
Askrindo terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Fokus ini sejalan dengan peran Askrindo sebagai lembaga penjamin kredit yang mendukung inklusi keuangan nasional.
Melalui berbagai program penjaminan, Askrindo membantu UMKM mendapatkan akses ke perbankan yang lebih mudah dan terjangkau. Ini menjadi salah satu cara efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
Penguatan Transformasi Digital di Askrindo
Untuk mendukung visi tersebut, Askrindo meluncurkan sejumlah inisiatif digital yang bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan. Dua sistem utama yang diperkenalkan adalah FINTRACS dan ASK-SCORING.
1. FINTRACS: Sistem Transaksi Keuangan Terintegrasi
FINTRACS (Financial Transaction System) adalah sistem terintegrasi yang dirancang untuk menyederhanakan dan memusatkan proses transaksi keuangan. Sistem ini mengintegrasikan seluruh proses penerimaan dan pengeluaran kas dalam satu platform.
Fitur utama FINTRACS meliputi:
- Pencatatan jurnal otomatis
- Proses settlement yang sistematis
- Monitoring transaksi secara real-time
Dengan sistem ini, Askrindo dapat meningkatkan transparansi dan kontrol keuangan secara lebih efektif.
2. ASK-SCORING: Sistem Penilaian Risiko Otomatis
ASK-SCORING (Askrindo Underwriting Scoring System) merupakan solusi berbasis rule-based scoring system untuk proses underwriting. Sistem ini memungkinkan analisis risiko yang lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi.
Keunggulan ASK-SCORING:
- Terintegrasi dengan core system perusahaan
- Mengurangi duplikasi proses
- Meningkatkan efisiensi dan akurasi penilaian risiko
Leonardo Henry Gavaza, Direktur Keuangan Askrindo, menyebut bahwa sistem ini menjadi bagian penting dalam upaya modernisasi operasional perusahaan.
Komitmen Sosial dan Lingkungan
Selain fokus pada bisnis, Askrindo juga menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. Salah satunya adalah melalui program bantuan pendidikan bagi anak pegawai alih daya non-admin dan pegawai tetap.
Program ini mencakup:
- Bantuan pendidikan untuk 158 anak pegawai alih daya non-admin
- Dukungan pendidikan bagi 15 pegawai alih daya non-admin
Langkah ini menunjukkan bahwa Askrindo tidak hanya peduli terhadap kinerja bisnis, tetapi juga terhadap kesejahteraan sumber daya manusia dan masyarakat sekitar.
Dampak Jangka Panjang terhadap Ekonomi Nasional
Melalui transformasi digital dan peningkatan layanan, Askrindo berharap dapat memperluas akses pembiayaan bagi UMKM. Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Askrindo optimistis bahwa setiap langkah transformasi tidak hanya meningkatkan kinerja internal, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat luas.
Tabel: Capaian Askrindo dalam Dukungan Pembiayaan UMKM (2007–2025)
| Periode | Jumlah Penjaminan | Jumlah Debitur | Penyerapan Tenaga Kerja |
|---|---|---|---|
| 2007–2025 | Rp1.125,9 triliun | 36,3 juta | 62,7 juta |
| 2025 (tahunan) | Rp114 triliun | 2 juta | 3,7 juta |
Catatan: Data bersifat unaudited dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan laporan resmi perusahaan.
Masa Depan Askrindo dalam Ekosistem Keuangan
Ke depan, Askrindo akan terus memperkuat perannya sebagai enabler pembiayaan produktif. Perusahaan berkomitmen untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika industri keuangan nasional.
Langkah-langkah strategis seperti digitalisasi dan peningkatan layanan diharapkan dapat mempercepat realisasi visi Askrindo sebagai lembaga penjamin kredit yang andal dan terpercaya.
Dengan semangat kebersamaan, dedikasi, dan inovasi, Askrindo yakin dapat terus melangkah lebih kuat. Perusahaan berharap dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi pelanggan, karyawan, dan masyarakat secara luas.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













