Usulan anggaran terbaru dari Gedung Putih menuai perhatian luas, terutama karena penekanan besar pada sektor pertahanan. Presiden Donald Trump mengajukan rencana pengeluaran federal untuk tahun fiskal 2027 yang menonjolkan peningkatan pendanaan militer sebesar USD500 miliar. Namun, peningkatan ini dibarengi dengan pemangkasan anggaran di sektor lain, khususnya program non-pertahanan yang dianggap kurang strategis.
Salah satu poin utama dalam proposal ini adalah pemotongan pengeluaran diskresioner non-pertahanan sebesar 10 persen. Langkah ini diambil untuk mengimbangi penambahan dana pertahanan yang besar, sehingga total anggaran pertahanan mencapai USD1,5 triliun. Fokusnya jelas: memperkuat kekuatan militer dan memastikan kesiapan nasional menghadapi ancaman global.
Prioritas Baru dalam Anggaran Federal
Langkah-langkah penganggaran ini mencerminkan visi kebijakan yang berbeda dari pendekatan sebelumnya. Dengan menempatkan pertahanan sebagai prioritas utama, pemerintahan Trump menunjukkan komitmen terhadap pendekatan keamanan terlebih dahulu. Ini bukan sekadar soal angka, tapi juga soal arah kebijakan jangka panjang.
Selain itu, peningkatan anggaran untuk sektor-sektor tertentu seperti kepolisian dan infrastruktur menunjukkan bahwa tidak semua area mengalami pemangkasan. Ada pemilahan yang jelas antara program yang dianggap strategis dan yang tidak.
1. Peningkatan Anggaran Sektor Pertahanan
Anggaran pertahanan akan naik hingga USD1,5 triliun, naik dari angka sebelumnya sebesar USD1 triliun. Lonjakan ini mencakup berbagai inisiatif, termasuk:
- Program "Golden Dome" yang bertujuan memperkuat pertahanan udara.
- Pengadaan mineral strategis untuk kebutuhan industri pertahanan.
- Pembangunan kapal perang tambahan untuk memperkuat armada angkatan laut.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap ketegangan global yang terus meningkat, terutama dengan kekuatan seperti China dan Rusia.
2. Kenaikan Gaji Personel Militer
Personel militer akan mendapat kenaikan gaji antara 5 hingga 7 persen. Ini menjadi bagian dari upaya menarik dan mempertahankan talenta di sektor pertahanan. Kenaikan ini juga diharapkan meningkatkan moral dan kesejahteraan prajurit.
3. Pemotongan Anggaran Non-Pertahanan
Pengeluaran diskresioner non-pertahanan dipangkas 10 persen. Ini mencakup berbagai program yang dianggap tidak selaras dengan prioritas nasional. Sebanyak 30 program hibah dari Departemen Kehakiman akan dihapus karena dianggap duplikat atau tidak efektif.
4. Peningkatan Pendanaan Keamanan Domestik
Meski banyak program yang dipangkas, pendanaan untuk keamanan domestik justru ditingkatkan. Anggaran untuk penegakan hukum federal naik 15 persen menjadi USD19 miliar. Ini menunjukkan bahwa fokus pada keamanan tidak hanya berlaku di luar negeri, tapi juga di dalam negeri.
5. Investasi Infrastruktur Strategis
Infrastruktur tetap menjadi bagian dari rencana pengeluaran. Sebanyak USD4 miliar dialokasikan untuk Federal Aviation Administration guna melanjutkan pembangunan sistem pengendalian lalu lintas udara generasi baru. Ini penting untuk menjaga efisiensi dan keamanan penerbangan nasional.
Perbandingan Alokasi Anggaran 2026 dan 2027 (Estimasi)
| Sektor | Anggaran 2026 (Estimasi) | Anggaran 2027 (Usulan) | Perubahan (%) |
|---|---|---|---|
| Pertahanan | USD1.0 triliun | USD1.5 triliun | +50% |
| Penegakan Hukum | USD16.5 miliar | USD19 miliar | +15% |
| Program Hibah DOJ | USD3 miliar | USD2.1 miliar | -30% |
| Infrastruktur FAA | USD3 miliar | USD4 miliar | +33% |
| Gaji Militer | USD300 miliar | USD315–321 miliar | +5–7% |
Tantangan di Jalannya Rencana
Meski terlihat ambisius, rencana ini belum tentu mudah diwujudkan. Seperti semua proposal anggaran presiden, dokumen ini harus melalui proses legislatif yang ketat. Kongres, yang terdiri dari berbagai partai dan kepentingan, punya peran besar dalam menyetujui atau merevisi angka-angka ini.
Negosiasi antarpartai akan menjadi kunci. Banyak anggota kongres mungkin tidak setuju dengan pemotongan program sosial atau pendidikan. Di sisi lain, peningkatan anggaran pertahanan bisa mendapat dukungan dari kalangan yang fokus pada keamanan nasional.
Implikasi Jangka Panjang
Jika rencana ini disetujui, dampaknya akan terasa dalam jangka panjang. Sektor pertahanan akan mengalami transformasi besar, baik dari segi teknologi, personel, maupun kapasitas. Namun, sektor lain yang mengalami pemotongan bisa menghadapi tantangan dalam menjalankan program-programnya.
Masyarakat juga akan merasakan dampaknya, terutama dari pengurangan program hibah dan bantuan sosial. Ini bisa memicu kritik dari kelompok yang mendorong kebijakan inklusif dan berbasis kesejahteraan.
Disclaimer
Angka dan informasi dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan dokumen anggaran yang dirilis oleh Gedung Putih. Rencana anggaran ini masih dalam tahap awal dan dapat berubah seiring proses legislatif berjalan. Data bisa berbeda tergantung pada keputusan Kongres dan dinamika politik yang terjadi ke depannya.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













