Harga emas Antam sempat menjadi sorotan tajam setelah anjlok hingga Rp65 ribu dalam sehari. Pergerakan harga ini mencuri perhatian investor dan masyarakat umum yang memantau nilai investasi logam mulia. Tak hanya emas, harga minyak dunia juga kembali melonjak, memicu gelombang reaksi di pasar keuangan global.
Menariknya, berita ini muncul di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah. Dari fluktuasi harga komoditas hingga kebijakan pemerintah soal bantuan sosial, semua berjalan beriringan. Simak rangkuman lengkapnya di bawah ini.
Harga Emas Antam Anjlok, Minyak Dunia Melonjak
Pergerakan harga emas dan minyak dunia kerap kali mencerminkan situasi geopolitik dan ekonomi global. Minggu ini, salah satu peristiwa yang paling mencolok adalah penurunan harga emas Antam yang mencapai Rp65 ribu per gram. Di sisi lain, harga minyak dunia justru melonjak tajam, dipicu oleh ketegangan internasional.
1. Penurunan Harga Emas Antam Capai Rp65 Ribu per Gram
Emas Antam yang biasanya dijadikan andalan investor kembali mengalami penurunan cukup signifikan. Pada perdagangan Jumat, 3 April 2026, harga emas batangan yang dijual di Butik Emas Antam turun hingga Rp65 ribu per gram.
Penurunan ini terjadi dalam satu hari saja, menunjukkan volatilitas pasar yang cukup tinggi. Investor pun mulai memperhatikan apakah ini hanya koreksi jangka pendek atau akan berlanjut lebih lama.
2. Harga Perak Antam Turun ke Level Rp46.550 per Gram
Tak hanya emas, harga perak juga ikut terkoreksi. Perak murni yang dijual oleh Antam hari itu dibanderol Rp46.550 per gram, turun sebesar Rp1.500 dari hari sebelumnya.
Perak kerap dianggap sebagai investasi alternatif yang lebih terjangkau. Namun, pergerakannya tetap mengikuti tren emas, meski tidak selalu sejalan secara persis.
3. BLT Kesra 2026: Harapan atau Harus Tunggu Lebih Lama?
Isu Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra kembali menjadi pembicaraan hangat. Banyak pihak menunggu pencairan BLT Kesra yang memberikan bantuan tunai hingga Rp900 ribu per penerima.
Namun, hingga kini belum ada kepastian resmi soal pencairan. Pemerintah menyatakan bahwa penyaluran bansos masih mengikuti tahapan dan prioritas tertentu. Masyarakat pun terus menanti kejelasan lebih lanjut.
4. Harga Minyak Dunia Naik Tajam, Brent Tembus USD110 per Barel
Berbeda dengan emas, harga minyak dunia justru melonjak. Brent mencatat kenaikan hingga 7%, dan WTI bahkan menyentuh level USD110 per barel.
Lonjakan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menyatakan akan melakukan serangan militer terhadap Iran. Ancaman ini memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global.
5. Harga Emas UBS dan Galeri 24 Juga Turun Tipis
Selain emas Antam, harga emas yang dijual oleh UBS dan Galeri 24 juga mengalami penurunan. Meski tidak sebesar Antam, penurunan ini tetap mencerminkan tren pasar yang sedang terjadi.
Pegadaian selaku pengelola emas UBS dan Galeri 24 mencatat bahwa semua jenis emas batangan mengalami koreksi harga, meski masih dalam kisaran yang wajar.
Perbandingan Harga Emas di Beberapa Penyedia
Berikut adalah perbandingan harga emas batangan dari beberapa penyedia utama di Indonesia per 3 April 2026:
| Penyedia | Harga Emas per Gram (Rp) | Perubahan (Rp) |
|---|---|---|
| Antam | 985.000 | -65.000 |
| UBS | 980.000 | -20.000 |
| Galeri 24 | 978.000 | -18.000 |
| Pegadaian | 977.000 | -15.000 |
Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas dan Minyak
1. Geopolitik Global
Salah satu faktor utama yang memengaruhi harga minyak adalah ketegangan geopolitik. Ancaman serangan militer terhadap Iran memicu lonjakan harga minyak karena pasar khawatir akan gangguan pasokan.
2. Kebijakan Moneter Global
Bank sentral dunia, termasuk The Fed, juga berperan besar dalam pergerakan harga emas. Kenaikan suku bunga atau kebijakan tapering bisa memengaruhi nilai dolar, yang pada gilirannya memengaruhi harga emas.
3. Sentimen Pasar
Investor sering kali bereaksi terhadap berita eksternal. Misalnya, penurunan harga emas Antam bisa dipicu oleh sentimen jual di pasar global yang kemudian berimbas ke pasar lokal.
4. Inflasi dan Stabilitas Ekonomi
Emas sering dijadikan lindung nilai saat inflasi tinggi. Namun, jika stabilitas ekonomi membaik, investor bisa beralih ke instrumen lain yang lebih menguntungkan.
Tips Investasi Emas di Tengah Volatilitas Harga
1. Jangan Terburu-Buru Jual Emas
Penurunan harga bisa menjadi peluang untuk membeli emas dengan harga lebih murah, asal tidak terjebak buying panic.
2. Diversifikasi Portofolio Investasi
Jangan menaruh semua dana di emas. Gabungkan dengan instrumen lain seperti reksa dana, obligasi, atau saham untuk mengurangi risiko.
3. Ikuti Pergerakan Pasar Secara Berkala
Pantau harga emas dan minyak secara rutin. Situs resmi penyedia emas, berita ekonomi, dan aplikasi investasi bisa menjadi sumber informasi yang andal.
4. Pilih Penyedia Emas Terpercaya
Pastikan membeli emas dari penyedia resmi seperti Antam, UBS, atau Galeri 24 agar terhindar dari risiko produk palsu.
Disclaimer
Harga emas dan minyak dunia sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada situasi eksternal seperti geopolitik, kebijakan moneter, dan fluktuasi pasar global. Data di atas bersifat referensi dan dapat berbeda pada saat publikasi artikel ini.
Investasi emas dan komoditas lainnya mengandung risiko. Sebaiknya konsultasikan dengan ahli keuangan sebelum membuat keputusan investasi.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













