Api yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Bekasi, pada Rabu malam, 1 April 2026, sempat menimbulkan kekhawatiran soal ketersediaan gas elpiji 3 kg di pasaran. Namun, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menegaskan bahwa pasokan untuk masyarakat tetap berjalan normal. Tidak ada kekurangan atau pemadaman distribusi, meski satu unit SPBE terganggu akibat insiden tersebut.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, Susanto August Satria, memastikan bahwa distribusi elpiji tetap berlangsung lancar. Termasuk untuk wilayah yang selama ini dilayani oleh SPBE Cimuning. Meski fasilitas tersebut melayani sekitar tiga wilayah di Kabupaten Bekasi dan sekitarnya, Pertamina memiliki cadangan serta jaringan distribusi yang cukup luas untuk menjaga ketersediaan gas.
Penjelasan Resmi dari Pertamina
Sebagai langkah awal, Pertamina langsung memberikan pernyataan resmi terkait insiden kebakaran tersebut. Pihaknya menyampaikan permintaan maaf atas gangguan yang terjadi, meski secara teknis pasokan tetap aman.
1. Kronologi Kejadian
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.30 hingga 21.00 WIB. Informasi diterima oleh pihak Pertamina dan langsung ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama aparat terkait. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga dini hari, sekitar pukul 00.00 WIB. Saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
2. Penanganan Darurat dan Koordinasi
Fokus utama saat kejadian adalah memastikan api tidak meluas dan tidak membahayakan lingkungan sekitar. Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi langsung mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman. Pertamina juga mengerahkan tim teknis untuk membantu proses pendinginan dan memastikan tidak ada kebocoran gas yang membahayakan.
3. Dampak Terhadap Korban dan Lingkungan
Satu pekerja SPBE dilaporkan mengalami luka bakar ringan dan telah mendapat perawatan medis. Pertamina menjamin seluruh biaya pengobatan akan ditanggung penuh sebagai bentuk tanggung jawab korporat. Selain itu, identifikasi terhadap kemungkinan kerusakan bangunan di sekitar lokasi juga sedang dilakukan bersama pemerintah setempat.
Fungsi dan Peran SPBE dalam Distribusi Elpiji
SPBE bukan sekadar gudang penyimpanan gas. Fasilitas ini berfungsi sebagai titik pengisian bulk elpiji sebelum didistribusikan ke pangkalan-pangkalan di masyarakat. SPBE Cimuning sendiri telah beroperasi sejak tahun 2009 dan dikelola oleh mitra swasta yang bekerja sama dengan Pertamina.
1. Jangkauan Distribusi SPBE Cimuning
SPBE ini melayani tiga wilayah utama di Kabupaten Bekasi dan sekitarnya. Meski begitu, distribusi tidak terganggu karena Pertamina memiliki cadangan serta sistem distribusi yang terintegrasi. Jaringan lain siap mengambil alih pasokan ke area yang dilayani SPBE Cimuning.
2. Mekanisme Cadangan dan Pengalihan Distribusi
Dalam situasi darurat seperti ini, Pertamina memiliki protokol untuk mengalihkan pasokan dari SPBE lain yang berada di wilayah Jawa Bagian Barat. Ini memastikan bahwa kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa terjadi kelangkaan.
Tanggung Jawab dan Tindak Lanjut Pasca-Insiden
Pertamina tidak hanya fokus pada pemulihan operasional SPBE, tetapi juga pada penanganan dampak sosial dan lingkungan. Langkah-langkah konkret telah diambil untuk memastikan semua pihak yang terlibat, termasuk warga sekitar, mendapat perhatian yang layak.
1. Penanganan Medis untuk Korban
Satu pekerja yang mengalami luka bakar telah mendapat perawatan pertama di lokasi dan dirujuk ke rumah sakit terdekat. Pertamina menyatakan bahwa seluruh biaya pengobatan akan ditanggung penuh.
2. Evaluasi dan Investigasi Teknis
Tim investigasi internal Pertamina sedang bekerja sama dengan aparat terkait untuk menelusuri penyebab kebakaran. Data sementara menunjukkan bahwa api berasal dari area pengisian, tetapi belum bisa dipastikan apakah disebabkan oleh faktor teknis atau kesalahan operasional.
3. Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Pertemuan dengan pihak pemerintah Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi sedang disiapkan untuk membahas langkah pemulihan. Termasuk evaluasi terhadap keamanan fasilitas SPBE lainnya di wilayah tersebut.
Data Distribusi Elpiji di Wilayah Bekasi
Berikut adalah rincian distribusi elpiji 3 kg yang dilayani oleh SPBE Cimuning sebelum insiden terjadi:
| Wilayah | Rata-rata Distribusi Harian (Tabung) | Pangkalan Terdaftar |
|---|---|---|
| Kab. Bekasi Barat | 12.000 tabung | 42 pangkalan |
| Kab. Bekasi Utara | 9.500 tabung | 35 pangkalan |
| Kota Bekasi Selatan | 8.000 tabung | 28 pangkalan |
| Total | 29.500 tabung/hari | 105 pangkalan |
Catatan: Data bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pasar.
Langkah-Langkah Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Meski pasokan tetap aman, Pertamina tetap mengambil beberapa langkah antisipatif untuk memastikan tidak terjadi gangguan distribusi di masa mendatang.
1. Peningkatan Monitoring Distribusi
Pertamina akan meningkatkan frekuensi monitoring distribusi elpiji ke pangkalan-pangkalan di wilayah Bekasi. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kelangkaan atau penimbunan barang.
2. Evaluasi Keselamatan Fasilitas SPBE
Seluruh SPBE di wilayah Jawa Bagian Barat akan menjalani audit keselamatan. Termasuk pengecekan sistem pemadam kebakaran, jalur evakuasi, dan protokol darurat.
3. Sosialisasi dan Edukasi kepada Mitra
Pertamina berencana menggelar pelatihan ulang untuk mitra pengelola SPBE. Materi mencakup prosedur keselamatan, penanganan darurat, dan penggunaan alat pemadam api secara benar.
Reaksi Masyarakat dan Respons Distributor
Masyarakat Bekasi, khususnya yang terbiasa membeli elpiji dari pangkalan setempat, sempat merasa cemas. Namun, beberapa distributor mengaku tidak merasakan gangguan pasokan. Bahkan, beberapa agen menyatakan bahwa stok tetap mencukupi hingga beberapa hari ke depan.
Salah satu pangkalan di Bekasi Timur mengatakan bahwa pasokan tetap datang dari SPBE lain di wilayah Karawang. “Kami tidak merasa kekurangan. Distribusi tetap normal, mungkin karena jaringan Pertamina cukup luas,” ujar pengelola pangkalan.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Insiden kebakaran di SPBE Cimuning memang menjadi peringatan penting soal pentingnya protokol keselamatan di fasilitas pengisian gas. Namun, sistem distribusi Pertamina yang terintegrasi dan cadangan yang memadai berhasil menjaga ketersediaan elpiji tetap stabil.
Pertamina berkomitmen untuk terus menjaga keamanan pasokan energi serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Termasuk dalam menangani dampak dari insiden ini secara profesional dan bertanggung jawab.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil investigasi dan perkembangan situasi di lapangan.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













