Pertumbuhan kredit di sektor perbankan terus menunjukkan dinamika yang menarik perhatian. Salah satunya datang dari Krom Bank, yang mencatatkan lonjakan penyaluran kredit channeling hingga 119% pada Februari 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi cerminan dari strategi yang diambil bank digital tersebut dalam memperluas jangkauan pembiayaan melalui mitra channeling.
Lonjakan tersebut tidak terjadi begitu saja. Krom Bank mengandalkan skema channeling sebagai tulang punggung penyaluran kreditnya. Dengan total capaian sebesar Rp 8,73 triliun, bank ini berhasil menunjukkan bahwa pendekatan melalui mitra bisa menjadi katalisator pertumbuhan yang signifikan. Tidak hanya itu, total penyaluran kredit Krom Bank secara keseluruhan juga mencapai Rp 9,37 triliun, naik 102% year-on-year.
Kredit Channeling: Pilar Utama Pertumbuhan Krom Bank
Skema channeling memungkinkan Krom Bank menyalurkan kredit secara tidak langsung melalui lembaga mitra. Model ini memberikan fleksibilitas tinggi dalam menjangkau nasabah, terutama di segmen yang sebelumnya sulit diakses secara konvensional. Dua mitra utama yang digunakan Krom Bank saat ini adalah PT FinAccel Finance Indonesia (Kredivo) dan PT FinAccel Digital Indonesia (KrediFazz).
-
Mitra Channeling Utama
- PT FinAccel Finance Indonesia (Kredivo)
- PT FinAccel Digital Indonesia (KrediFazz)
-
Skema Penyaluran
- Kredit disalurkan melalui mitra berdasarkan syarat dan ketentuan Krom Bank
- Mitra bertanggung jawab dalam proses seleksi dan penyaluran awal
-
Keunggulan Model Channeling
- Efisiensi waktu dan biaya operasional
- Akses lebih luas ke nasabah potensial
- Mitigasi risiko melalui seleksi ketat oleh mitra
Strategi Kredit Krom Bank Menuju Pertumbuhan Berkelanjutan
Selain channeling, Krom Bank juga menyalurkan kredit secara langsung melalui aplikasi digitalnya. Produk pinjaman digital yang tersedia di aplikasi Krom dan Krom Kredit menjadi alternatif bagi nasabah yang lebih nyaman dengan proses mandiri. Ini menunjukkan bahwa bank ini tidak hanya mengandalkan mitra, tapi juga terus mengembangkan infrastruktur digitalnya sendiri.
Fokus utama penyaluran kredit tahun ini tertuju pada tiga segmen utama:
- UMKM
- Konsumsi produktif
- Pembiayaan ritel
Ketiganya dipilih karena dinilai memiliki potensi pertumbuhan yang stabil dan risiko yang lebih terkelola. Terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih dalam tahap pemulihan pasca berbagai tekanan makro.
Dampak Lonjakan Kredit Channeling bagi Berbagai Pihak
Pertumbuhan kredit channeling yang melesat tentu membawa dampak berantai. Bagi UMKM, ini bisa menjadi peluang untuk mendapatkan akses permodalan yang lebih mudah dan cepat. Bagi mitra seperti Kredivo dan KrediFazz, ini berarti semakin besar porsi pasar yang bisa mereka kuasai.
Bagi pengguna layanan digital, ketersediaan pinjaman melalui aplikasi bisa menjadi solusi cepat untuk kebutuhan likuiditas. Namun, penting juga untuk memahami syarat dan risiko dari produk kredit yang ditawarkan.
Tabel Perbandingan Pertumbuhan Kredit Krom Bank
| Jenis Kredit | Februari 2025 | Februari 2026 | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|---|
| Kredit Channeling | Rp 3,99 triliun | Rp 8,73 triliun | 119% |
| Total Kredit | Rp 4,63 triliun | Rp 9,37 triliun | 102% |
Catatan: Data bersifat preliminary dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai laporan resmi Krom Bank.
Penutup: Momentum Kekuatan Digital Banking
Lonjakan kredit channeling Krom Bank menjadi bukti bahwa model bisnis digital dengan pendekatan mitra bisa menjadi pendorong pertumbuhan yang sangat efektif. Dengan tetap menjaga keseimbangan antara ekspansi dan manajemen risiko, Krom Bank tampaknya siap melanjutkan laju positifnya di sepanjang tahun 2026.
Bagi pelaku usaha kecil, konsumen digital, atau investor yang mengikuti perkembangan fintech dan perbankan digital, angka ini menjadi indikator bahwa ekosistem keuangan digital di Tanah Air masih memiliki ruang untuk berkembang lebih jauh.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













