Nasional

PP Presisi Sukses Garap Proyek Pengolahan Bauksit Antam Senilai Rp870 Miliar untuk Perkuat Program Hilirisasi Nasional

Fadhly Ramadan
×

PP Presisi Sukses Garap Proyek Pengolahan Bauksit Antam Senilai Rp870 Miliar untuk Perkuat Program Hilirisasi Nasional

Sebarkan artikel ini
PP Presisi Sukses Garap Proyek Pengolahan Bauksit Antam Senilai Rp870 Miliar untuk Perkuat Program Hilirisasi Nasional

Ilustrasi. Foto: dok PPRE.

PT PP Presisi Tbk (PPRE) baru saja mencatat rekor penting dalam buku sejarah perusahaannya. Perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan ini berhasil meraih kontrak besar dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Nilai kontraknya mencapai Rp870 miliar. Proyek ini berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dan fokus pada pengembangan tambang bauksit.

Kontrak ini dikerjakan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) bersama PT PP (Persero) Tbk dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi. Kerja sama ini menunjukkan bahwa PPRE tidak bekerja sendirian. Mereka menggandeng mitra strategis untuk memastikan proyek berjalan efektif dan efisien. Ini juga menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap PPRE terus meningkat di tengah bisnis yang ketat.

Direktur Utama PP Presisi, Rizki Dianugrah, menyatakan bahwa kontrak ini bukan hanya pencapaian finansial semata. Lebih dari itu, ini adalah bukti nyata bahwa PPRE memiliki kapabilitas tinggi dalam mengelola proyek pertambangan berskala besar. Rekam jejak, sumber daya, dan sistem operasional yang andal menjadi modal utama dalam memenangkan kepercayaan klien.

ini juga sejalan dengan pemerintah yang mendorong hilirisasi industri tambang. Dengan menggarap proyek bauksit, PPRE turut mendukung upaya nasional untuk meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri. Tidak hanya diekspor dalam bentuk mentah, tetapi juga diolah menjadi produk yang lebih bernilai tinggi.

Proyek Bauksit Antam Jadi Momentum Strategis

Proyek bauksit Antam ini bukan sekadar kontrak biasa. Ini adalah bagi PPRE untuk memperluas di luar nikel, yang selama ini menjadi fokus utama. Dengan begitu, portofolio bisnis PPRE semakin beragam dan tidak tergantung pada satu jenis komoditas saja.

Selain itu, proyek ini juga menjadi bagian dari komitmen PPRE dalam menerapkan prinsip-prinsip (Environment, Social, Governance). Artinya, setiap proses pelaksanaan proyek harus memperhatikan dampak lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan tata kelola perusahaan yang baik.

Melalui proyek ini, PPRE juga menunjukkan bahwa mereka bukan hanya perusahaan konstruksi biasa. Mereka hadir sebagai penyedia solusi yang mampu menghadirkan nilai tambah berkelanjutan bagi stakeholder.

1. Ruang Lingkup Pekerjaan Proyek

Adapun ruang lingkup kontrak ini mencakup beberapa pekerjaan utama. Pertama, jasa penambangan bauksit. Kedua, pengangkutan material hasil tambang. Ketiga, penyediaan dan pengoperasian washing plant. Ketiga hal ini menjadi inti dari pelaksanaan proyek selama masa kontrak berlangsung.

2. Jadwal Pelaksanaan Proyek

Penggalian pertama atau yang dikenal dengan istilah "first cut" akan dimulai pada awal Triwulan II tahun 2026. Ini berarti aktivitas lapangan akan dimulai sekitar April hingga Juni 2026. Sejak saat itu, progres proyek akan terus dipantau untuk memastikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

3. Sinergi Mitra Strategis

PPRE tidak menjalankan proyek ini sendirian. Melalui skema KSO, mereka bekerja sama dengan PT PP (Persero) Tbk dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi. Kolaborasi ini memungkinkan pembagian tugas yang lebih efisien dan optimal. Masing-masing mitra membawa keahlian dan sumber daya yang saling melengkapi.

4. Penerapan Standar Tinggi

Dalam pelaksanaannya, proyek ini mengacu pada standar operasional yang tinggi. Baik dari sisi keselamatan kerja maupun pengelolaan lingkungan. PPRE memastikan bahwa setiap proses dilakukan dengan memperhatikan aspek K3 (Keselamatan, Kesehatan Kerja) dan keberlanjutan lingkungan.

5. Dukungan Armada dan SDM

Keberhasilan proyek ini juga didukung oleh armada alat berat yang andal serta tim kerja berpengalaman. Mereka adalah aset penting yang membuat PPRE mampu menjalankan proyek berskala besar dengan tinggi dan tepat waktu.

Perbandingan Portofolio Bisnis PPRE Sebelum dan Sesudah Kontrak Ini

Aspek Sebelum Kontrak Setelah Kontrak
Fokus Utama Penambangan Nikel Diversifikasi ke Bauksit
Skema Kerja Mandiri atau KSO Terbatas KSO dengan BUMN dan Swasta
Nilai Kontrak Tertinggi Rp500 Miliar (estimasi) Rp870 Miliar
Wilayah Operasi Sulawesi, Maluku Kalimantan Barat, Sulawesi, Maluku

Tabel di atas menunjukkan bagaimana kontrak ini membawa dampak signifikan terhadap portofolio bisnis PPRE. Diversifikasi menjadi kunci agar perusahaan tidak terlalu bergantung pada satu komoditas atau wilayah saja.

Dampak Jangka Panjang bagi PPRE

Dengan meraih kontrak senilai Rp870 miliar ini, PPRE tidak hanya mencatatkan pertumbuhan pendapatan. Lebih dari itu, ini adalah langkah nyata dalam memperkuat posisi mereka di sektor pertambangan nasional. Perusahaan kini semakin dikenal sebagai penyedia layanan pertambangan yang profesional dan terintegrasi.

Selain itu, proyek ini juga menjadi bukti bahwa PPRE mampu bersaing di tengah persaingan bisnis yang ketat. Apalagi, proyek ini dikerjakan bersama BUMN besar seperti PT PP (Persero) Tbk. Ini menunjukkan bahwa kualitas kerja PPRE sudah sepadan dengan standar BUMN.

Komitmen terhadap Prinsip ESG

Dalam pelaksanaan proyek ini, PPRE menunjukkan komitmen kuat terhadap prinsip ESG. Lingkungan kerja yang aman, pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, serta keterlibatan masyarakat menjadi bagian tak terpisahkan dari proyek.

Ini bukan sekadar isu populer belaka. Namun, menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menciptakan nilai berkelanjutan. Dengan begitu, PPRE tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Potensi Pengembangan Lebih Lanjut

Proyek bauksit Antam ini bisa menjadi awal dari pengembangan lebih lanjut. Apalagi, Kalimantan Barat memiliki potensi tambang yang besar. Jika proyek ini berjalan sukses, sangat mungkin PPRE akan mendapat kepercayaan untuk proyek-proyek serupa di masa depan.

Selain itu, pengalaman dalam mengelola tambang bauksit juga akan memperkaya portofolio teknis PPRE. Ini menjadi modal penting ketika bersaing di proyek-proyek serupa di daerah lain.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari keterangan resmi yang dirilis oleh PT PP Presisi Tbk. Nilai kontrak, jadwal pelaksanaan, dan detail teknis proyek dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan di lapangan. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi untuk informasi terbaru.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.