PT Bank Mega Tbk. (MEGA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini, Selasa (31/3/2026). Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana perubahan susunan pengurus dewan direksi. Langkah ini diinisiasi oleh PT Mega Corpora selaku pemegang saham mayoritas, yang mengusulkan penyegaran struktur kepemimpinan guna mendukung kinerja perseroan ke depan.
Manajemen Bank Mega menyatakan bahwa perubahan pengurus ini menjadi bagian dari strategi adaptasi terhadap dinamika industri perbankan yang terus berkembang. Dalam dokumen yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), disebutkan bahwa rapat akan memutuskan nama-nama baru yang bakal mengisi posisi direksi.
Profil Dua Calon Direksi Bank Mega
Perubahan susunan dewan direksi ini melibatkan dua nama calon yang diusulkan. Mereka adalah Jemy Kristian Soegiarto dan Mariam. Keduanya memiliki latar belakang pengalaman luas di sektor perbankan nasional. Berikut profil lengkapnya.
1. Jemy Kristian Soegiarto
Jemy Kristian Soegiarto adalah salah satu calon direksi yang memiliki rekam jejak panjang di bidang manajemen risiko dan infrastruktur perbankan. Ia lulus dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan gelar Magister Manajemen Industri dan Sarjana Teknik Sipil.
Saat ini, Jemy menjabat sebagai Senior Executive Vice President sekaligus Head of Risk Analytics, Infrastructure & Sharia di PT Bank CIMB Niaga Tbk. sejak 2024. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Executive Director dan Head of Risk Management di PT Bank UOB Indonesia pada 2021 hingga 2024.
Pengalaman profesionalnya di bidang risiko dimulai sejak 2017. Ia juga pernah menjabat sebagai Senior Vice President Non-Retail Credit QA, Policy & Portfolio Head di PT Bank Maybank Indonesia Tbk. pada 2015 hingga 2017.
Karier awalnya di bidang internal audit dimulai di PT Bank CIMB Niaga Tbk. pada 2010 hingga 2015. Sebelumnya, ia juga pernah berkiprah di PT Bank Danamon Indonesia Tbk. pada 2007 hingga 2010.
Perjalanan kariernya di industri perbankan bermula dari program Management Development Program di PT Bank Central Asia Tbk. pada 2000. Ia sempat menjabat di divisi internal audit hingga mencapai level Deputy Manager.
2. Mariam
Mariam saat ini menjabat sebagai Chief of Network di PT Bank Mega Tbk. sejak 2025. Pada tahun yang sama, ia juga menjabat sebagai Executive Director sekaligus National Emerging Business Head di OCBC NISP Indonesia.
Sebelumnya, Mariam menjabat sebagai Executive Director dan National Retail Loan Head di OCBC NISP Indonesia pada 2021 hingga 2024. Wilayah tanggung jawabnya mencakup sebagian Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sulawesi.
Pengalaman luasnya di bidang jaringan dan operasional perbankan terbentuk selama lebih dari satu dekade di PT Bank Permata Tbk. Ia menjabat sebagai Senior Vice President dan Region Head Network pada 2009 hingga 2021 di berbagai wilayah strategis, termasuk Pontianak dan Jakarta.
Karier awalnya dimulai di PT Bank Panin melalui Officer Development Program pada 1995. Ia kemudian dipercaya menjadi Account Officer dan akhirnya menjabat sebagai Branch Manager Cabang Balikpapan. Mariam lulus dari Universitas Tanjungpura dengan gelar Sarjana Ekonomi.
Perbandingan Latar Belakang Kedua Calon Direksi
Berikut ringkasan perbandingan latar belakang dan pengalaman profesional kedua calon direksi Bank Mega:
| Nama | Jabatan Saat Ini | Pengalaman Utama | Pendidikan |
|---|---|---|---|
| Jemy Kristian Soegiarto | Senior Executive Vice President & Head of Risk Analytics, Infrastructure & Sharia, Bank CIMB Niaga | Manajemen risiko, internal audit, dan infrastruktur perbankan | Magister Manajemen Industri & Sarjana Teknik Sipil (ITS Surabaya) |
| Mariam | Chief of Network, Bank Mega | Jaringan cabang, operasional ritel, dan pengembangan bisnis | Sarjana Ekonomi (Universitas Tanjungpura) |
Mengapa Perubahan Ini Penting?
Perubahan susunan pengurus merupakan langkah strategis yang biasa dilakukan perusahaan untuk menyegarkan visi dan arah pengelolaan. Di tengah persaingan industri perbankan yang ketat, kehadiran figur-figur baru dengan latar belakang kuat bisa menjadi katalisator bagi pertumbuhan.
Bank Mega sendiri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren positif. Laba tahun 2025 naik 28% meski kredit nyaris stagnan. Ini menunjukkan bahwa strategi yang diambil manajemen saat ini cukup efektif, dan penyegaran pengurus bisa memperkuat momentum tersebut.
Apa Selanjutnya?
RUPST hari ini akan memutuskan apakah kedua nama tersebut resmi menjadi bagian dari dewan direksi Bank Mega. Jika disetujui, mereka akan segera memulai tugasnya dalam waktu dekat.
Keputusan ini akan menjadi salah satu tonggak penting dalam peta kepemimpinan Bank Mega ke depan. Dengan latar belakang yang beragam dan pengalaman mendalam, Jemy dan Mariam berpotensi membawa angin segar dalam strategi operasional dan pengembangan bisnis bank.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersumber dari keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Bank Mega Tbk. kepada Bursa Efek Indonesia. Data dan profil calon direksi dapat berubah tergantung hasil keputusan RUPST. Artikel ini disusun berdasarkan informasi terkini hingga tanggal publikasi dan tidak menjamin akurasi jangka panjang.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













