Nasional

Perusahaan Raksasa dari Berbagai Sektor Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia Tahun 2026, Simak Daftarnya

Herdi Alif Al Hikam
×

Perusahaan Raksasa dari Berbagai Sektor Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia Tahun 2026, Simak Daftarnya

Sebarkan artikel ini
Perusahaan Raksasa dari Berbagai Sektor Siap Melantai di Bursa Efek Indonesia Tahun 2026, Simak Daftarnya

Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

Reporter: Ade Hapsari Lestarini

: PT Bursa Efek (BEI) mencatat ada sebelas perusahaan besar yang sedang dalam antrean IPO atau penawaran saham perdana di pasar modal nasional. Selain itu, satu perusahaan beraset menengah juga tengah menyiapkan langkahnya untuk go public. Artinya, total ada dua belas perusahaan yang siap melantai di bursa saham jika persiapan dan regulasi sudah memenuhi syarat.

Perusahaan besar di sini merujuk pada aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebut aset minimal Rp250 miliar. skala menengah ditandai dengan aset antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Data ini memberi gambaran bahwa minat pelaku bisnis untuk ekspansi lewat pasar modal masih tinggi, meski aktivitas IPO di tahun ini belum dimulai hingga akhir .

Sektor-Sektor yang Mendominasi Antrean IPO

Dari daftar perusahaan yang masuk dalam pipeline IPO, beberapa sektor unggulan tampak mendominasi. Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menjelaskan bahwa mayoritas perusahaan berasal dari sektor barang konsumen primer, infrastruktur, dan teknologi informasi.

Sektor-sektor ini dinilai memiliki potensi pertumbuhan kuat dan daya tarik investor lokal maupun asing. Selain itu, sektor kesehatan, energi, keuangan, serta transportasi dan logistik turut menyusun antrean panjang calon emiten baru di BEI.

1. Sektor Barang Konsumen Primer

Barang konsumen primer menjadi salah satu sektor paling menjanjikan karena permintaannya yang stabil sepanjang waktu. Tiga perusahaan besar dari industri ini telah masuk dalam daftar tunggu IPO. Biasanya, perusahaan-perusahaan ini bergerak di bidang makanan, minuman, produk perawatan pribadi, hingga kebutuhan dasar rumah tangga.

2. Sektor Infrastruktur

Infrastruktur menjadi tulang punggung ekonomi. Dua perusahaan besar dari sektor ini siap melantai di BEI. Umumnya mereka bermain di bidang konstruksi, pengembangan kota, atau operator bandara dan pelabuhan. Potensi investasi di sektor ini sangat tinggi karena didorong oleh kebijakan pemerintah yang fokus pada pembangunan fisik.

3. Sektor Teknologi Informasi

Dua perusahaan teknologi juga masuk dalam antrean IPO. Dunia digital terus berkembang pesat, membuat sektor ini menjadi magnet bagi investor. Perusahaan-perusahaan di bidang e-commerce, software house, fintech, atau platform digital biasanya menjadi incaran investor karena skalabilitas dan mereka.

4. Sektor Kesehatan

Dua nama besar dari sektor kesehatan juga siap melantai. Ini mencakup produsen obat, alat medis, hingga layanan kesehatan digital. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, sektor ini punya prospek cerah di pasar modal.

5. Sektor Energi

Satu perusahaan besar dari sektor energi termasuk dalam antrean IPO. Sektor ini biasanya melibatkan energi terbarukan, migas, atau penyedia listrik. Dengan transisi energi menuju yang lebih ramah lingkungan, perusahaan-perusahaan di sektor ini punya peluang besar untuk menarik investor.

6. Sektor Keuangan

Perusahaan keuangan juga tidak absen dari antrean. Satu nama besar dari industri ini siap melantai. Sektor ini mencakup perusahaan , leasing, hingga layanan keuangan digital. yang terus berkembang memberi ruang besar bagi sektor ini.

7. Sektor Transportasi dan Logistik

Terakhir, satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik juga masuk dalam daftar tunggu. Dengan pertumbuhan e-commerce dan mobilitas yang tinggi, sektor ini menjadi bagian penting dari rantai distribusi nasional dan internasional.

Aktivitas Pasar Modal di Awal 2026

Hingga akhir Maret 2026, belum ada perusahaan yang melantai di BEI. Total jumlah emiten tetap berada di angka 956 perusahaan. Meski begitu, aktivitas lain seperti penerbitan obligasi dan sukuk masih cukup aktif.

Sebanyak 45 emisi dari 30 penerbit EBUS (Efek Bersifat Utang dan Sukuk) telah berhasil dikumpulkan dengan total dana mencapai Rp50,87 triliun. Di sisi lain, masih ada 28 emisi dari 20 penerbit yang sedang dalam proses pipeline.

Tabel Ringkasan Aktivitas Pasar Modal hingga 27 Maret 2026

Jenis Aktivitas Jumlah Emisi Jumlah Penerbit Nilai Dana Terkumpul
EBUS 45 30 Rp50,87 Triliun
Pipeline EBUS 28 20
Rights Issue 3 3 Rp3,75 Triliun
Pipeline Rights Issue 1 1 (Properti)

Rights issue sendiri merupakan mekanisme di mana emiten yang sudah terdaftar menawarkan saham baru kepada pemegang saham lama. Tahun ini, hanya tiga perusahaan yang melakukannya, dengan total nilai sekitar Rp3,75 triliun. Satu perusahaan dari sektor properti juga sedang dalam antrean untuk melakukan hal serupa.

Prospek IPO di Tahun-Tahun Mendatang

Meskipun aktivitas IPO masih minim di awal 2026, antrean yang panjang menunjukkan bahwa banyak perusahaan besar sedang menyiapkan strategi ekspansi lewat pasar modal. Ini bisa menjadi momentum penting bagi investor untuk memperluas portofolio saham mereka.

Namun, perlu dicatat bahwa timeline pelantikan bisa berubah tergantung regulasi, kondisi pasar, dan kesiapan internal perusahaan. BEI sendiri terus memonitor perkembangan setiap emiten agar memenuhi standar transparansi dan tata kelola perusahaan yang baik.

Disclaimer

Data dalam artikel ini bersumber dari informasi resmi Bursa Efek Indonesia per 27 Maret 2026. Angka dan kondisi bisa berubah sewaktu-waktu tergantung situasi pasar, regulasi, dan keputusan perusahaan terkait. Informasi ini disajikan sebagai referensi dan bukan sebagai saran investasi finansial.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.