Finansial

OJK Targetkan Pertumbuhan Aset Dana Pensiun Capai 10%-12%, Namun ADPI Ragukan Ketercapaian Target Tersebut

Rista Wulandari
×

OJK Targetkan Pertumbuhan Aset Dana Pensiun Capai 10%-12%, Namun ADPI Ragukan Ketercapaian Target Tersebut

Sebarkan artikel ini
OJK Targetkan Pertumbuhan Aset Dana Pensiun Capai 10%-12%, Namun ADPI Ragukan Ketercapaian Target Tersebut

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memasang target ambisius untuk pertumbuhan aset pensiun nasional pada tahun 2026. Proyeksi resmi yang dikeluarkan menyebutkan angka antara 10% hingga 12%. Target ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat sistem jaminan hari tua melalui instrumen keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Namun, optimisme OJK belum tentu diikuti oleh pelaku industri. Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) justru meragukan pencapaian target tersebut. Menurut Bambang Sri Mulyadi, Staf Ahli ADPI, kondisi ekonomi saat ini masih terlalu tidak menentu untuk mendukung pertumbuhan dua digit.

Proyeksi Realistis dari ADPI

ADPI menilai bahwa pertumbuhan dana pensiun sukarela, baik melalui Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) maupun Dana Pensiun Lembaga Kerja (), lebih realistis di kisaran 7%. Angka ini jauh di bawah target OJK, tapi dinilai lebih selaras dengan tren ekonomi yang sedang berjalan.

  1. DPPK Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP)
    Pertumbuhan diperkirakan hanya berkisar antara 3% hingga 4%. Ini karena PPMP memiliki struktur yang lebih konservatif dan tergantung pada kinerja investasi jangka panjang.

  2. DPPK Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP)
    Proyeksi pertumbuhan berada di angka 5% hingga 6%. PPIP lebih fleksibel dalam pengelolaan dana, tapi tetap menghadapi tantangan likuiditas dan return investasi yang belum stabil.

  3. DPLK
    Diperkirakan bisa tumbuh lebih agresif dibanding DPPK, sekitar 7%, terutama jika literasi keuangan masyarakat meningkat dan lebih banyak masyarakat yang tertarik bergabung.

Strategi ADPI untuk Menjaga Stabilitas

Menghadapi ketidakpastian ekonomi, ADPI tidak ingin terburu-buru mengejar target yang tinggi. Fokus utama mereka adalah dan konsistensi kinerja jangka panjang.

  1. Investasi dengan Prinsip Kehati-hatian
    ADPI akan mendorong anggota untuk tidak terlalu agresif dalam mengambil risiko investasi. Strategi ini penting agar tidak terjebak volatilitas pasar yang tinggi.

  2. Menjaga Konsistensi Iuran
    Salah satu tantangan besar adalah keterlambatan iuran dari pemberi kerja. ADPI berencana memperkuat komunikasi agar iuran bisa masuk tepat waktu dan dalam jumlah sesuai ketentuan.

  3. Meningkatkan Literasi Keuangan
    DPLK akan diminta lebih proaktif dalam melakukan edukasi ke masyarakat. Tujuannya agar lebih banyak orang memahami manfaat dana pensiun dan tertarik menjadi peserta.

Data Aset Dana Pensiun Saat Ini

Sebagai gambaran kondisi terkini, berikut data aset dana pensiun yang dicatat ADPI hingga akhir 2025:

Jenis Dana Pensiun Total Aset (Rp)
DPPK 245 triliun
DPPK + DPLK 405 triliun

Angka ini menunjukkan bahwa DPLK masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Namun, pertumbuhan yang signifikan membutuhkan strategi yang tepat dan dukungan dari berbagai pihak.

Tantangan di Balik Target OJK

Target 10%-12% yang ditetapkan OJK memang terdengar menarik, tapi tidak mudah dicapai. Beberapa faktor berikut ini menjadi penghambat utama:

  1. Kondisi Makroekonomi yang Tidak Menentu
    Inflasi, kenaikan suku bunga global, dan ketidakpastian geopolitik membuat lebih hati-hati. Ini berdampak langsung pada return .

  2. Minimnya Literasi Keuangan
    Banyak masyarakat belum memahami pentingnya menabung untuk hari tua. Padahal, ini adalah fondasi utama pertumbuhan peserta dana pensiun.

  3. Keterbatasan Produk yang Menarik
    Produk dana pensiun saat ini belum cukup kompetitif dibandingkan instrumen lain seperti reksa dana atau . Ini membuat minat masyarakat cenderung rendah.

Langkah Strategis Menuju Pertumbuhan yang Berkelanjutan

Meski skeptis terhadap target OJK, ADPI tetap berkomitmen untuk terus mendorong pertumbuhan dana pensiun. Berikut beberapa langkah yang akan diambil:

  1. Optimasi Teknologi dalam Pengelolaan Dana
    Digitalisasi akan dipercepat untuk mempermudah proses administrasi dan memberikan transparansi lebih besar kepada peserta.

  2. Kolaborasi dengan Pemerintah dan Swasta
    ADPI akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah dan untuk meningkatkan partisipasi dalam program dana pensiun.

  3. Produk
    produk menjadi fokus agar lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan peserta, terutama generasi milenial dan Gen Z.

Kesimpulan

Target pertumbuhan aset dana pensiun 10%-12% yang ditetapkan OJK memang ideal di kertas. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa ada banyak tantangan yang harus dihadapi. ADPI memilih pendekatan yang lebih realistis dengan fokus pada stabilitas dan edukasi.

Dengan strategi jangka panjang, dana pensiun bisa tumbuh secara berkelanjutan. Tapi, pencapaian target dua digit masih butuh waktu dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.

Disclaimer: Data dan proyeksi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi ekonomi makro dan kebijakan yang berlaku.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.