KB Bank menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 12% hingga 15% pada tahun 2026. Target ini dirancang dengan pendekatan yang lebih selektif dan berbasis risiko, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih terasa. Salah satu segmen yang menjadi andalan dalam pencapaian target tersebut adalah KPR (Kredit Pemilikan Rumah).
Bank yang berfokus pada layanan perbankan bagi masyarakat Indonesia ini memang tengah menggenjot portofolio KPR-nya. Direktur Utama KB Bank, Kunardy Darma Lie, menyebut bahwa kontribusi KPR terhadap total pertumbuhan kredit bisa mencapai 6% hingga 8% di tahun ini. Ini menunjukkan betapa pentingnya segmen properti dalam strategi ekspansi kredit bank ini.
Fokus Utama: KPR sebagai Penopang Pertumbuhan Kredit
KB Bank tidak hanya mengandalkan pertumbuhan organik dalam penyaluran kreditnya. Strategi kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu kunci yang akan digunakan untuk mempercepat pertumbuhan KPR. Mulai dari agen properti, pengembang (developer), hingga perusahaan fintech menjadi mitra penting dalam ekspansi ini.
1. Memperluas Jaringan Kemitraan
Langkah pertama yang diambil KB Bank adalah memperluas jaringan kemitraan. Dengan menjalin kerja sama yang lebih luas, bank ini bisa menjangkau lebih banyak calon nasabah melalui berbagai channel yang relevan. Agen perumahan dan developer memiliki akses langsung ke calon pembeli properti, sehingga proses penyaluran kredit bisa lebih cepat dan efisien.
2. Mengembangkan Produk KPR-Take Over
Produk KPR-take over juga menjadi salah satu fokus utama. Produk ini memungkinkan nasabah untuk mengalihkan pinjaman KPR dari bank lama ke KB Bank dengan suku bunga yang lebih kompetitif. Saat ini, KPR-take over sudah menyumbang sekitar 45% dari total portofolio KPR bank ini. Angka yang cukup signifikan dan menunjukkan bahwa produk ini memang disambut baik oleh pasar.
3. Meningkatkan Efisiensi Proses Pengajuan
KB Bank juga berupaya meningkatkan efisiensi dalam proses pengajuan KPR. Dengan digitalisasi dan otomatisasi sistem, waktu tunggu nasabah bisa dipercepat. Ini tentu menjadi nilai tambah, terutama bagi nasabah yang menginginkan proses cepat dan transparan.
Menjaga Kualitas Portofolio Kredit
Meski target pertumbuhan kredit agresif, KB Bank tetap menjaga kualitas portofolio-nya. Salah satu indikator yang dipantau secara ketat adalah rasio NPL (Non-Performing Loan). Khusus untuk segmen KPR, bank ini menargetkan penurunan NPL gross menjadi antara 6% hingga 7% di akhir tahun 2026.
1. Selektivitas dalam Penyaluran
Selektivitas menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas kredit. KB Bank tidak sembarangan menyalurkan pinjaman. Setiap pengajuan melalui proses analisis risiko yang ketat, terutama untuk segmen KPR yang memiliki nilai pinjaman besar.
2. Peningkatan Monitoring Pasca-Penyaluran
Setelah penyaluran, bank juga meningkatkan monitoring terhadap kredit yang telah disalurkan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa nasabah tetap bisa membayar cicilan sesuai jadwal dan menghindari terjadinya kredit bermasalah.
3. Edukasi Nasabah
KB Bank juga aktif memberikan edukasi kepada nasabah mengenai pentingnya manajemen keuangan yang baik. Dengan nasabah yang lebih sadar akan kewajiban finansialnya, risiko macet bisa diminimalisir.
Strategi Lain yang Mendukung Pertumbuhan
Selain fokus pada KPR, KB Bank juga mengembangkan beberapa strategi lain untuk mendukung pertumbuhan kredit secara keseluruhan.
1. Diversifikasi Produk Kredit
Bank ini terus mengembangkan produk-produk kredit yang sesuai dengan kebutuhan berbagai segmen masyarakat. Mulai dari KMK (Kredit Modal Kerja) hingga KI (Kredit Investasi), semua dirancang untuk memberikan solusi finansial yang tepat sasaran.
2. Penguatan Digital Banking
Digitalisasi menjadi salah satu pilar penting dalam strategi KB Bank. Dengan aplikasi mobile yang user-friendly dan sistem backend yang andal, nasabah bisa mengajukan kredit kapan saja dan di mana saja. Ini tentu sangat mendukung pertumbuhan di era digital saat ini.
3. Peningkatan Layanan Customer Care
KB Bank juga meningkatkan kualitas layanan customer care-nya. Nasabah yang memiliki pertanyaan atau kendala bisa langsung terhubung dengan tim support yang siap membantu. Pelayanan yang baik berdampak langsung pada kepuasan nasabah dan loyalitas jangka panjang.
Tantangan dan Peluang di Tahun 2026
Pertumbuhan kredit yang diharapkan tidak datang tanpa tantangan. Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi suku bunga, dan perubahan kebijakan moneter bisa memengaruhi kinerja perbankan secara keseluruhan. Namun, KB Bank tampak siap menghadapi tantangan tersebut dengan strategi yang matang dan fokus pada risiko yang terukur.
Di sisi lain, pertumbuhan sektor properti yang masih menunjukkan potensi, terutama di kota-kota besar, menjadi peluang besar bagi bank ini. Dengan populasi yang terus bertambah dan kebutuhan akan hunian yang tinggi, segmen KPR akan terus menjadi andalan.
Disclaimer
Data dan target yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang dirilis KB Bank pada tahun 2026. Angka-angka seperti pertumbuhan kredit, NPL, dan kontribusi KPR bisa berubah seiring perkembangan kondisi ekonomi dan kebijakan internal bank. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi bank untuk informasi terkini.
Dengan pendekatan yang hati-hati namun tetap agresif, KB Bank tampak optimistis bisa mencapai target pertumbuhan kreditnya di tahun 2026. KPR sebagai andalan utama, didukung oleh strategi kolaborasi, produk inovatif, dan manajemen risiko yang ketat, menjadi fondasi kuat dalam perjalanan bank ini ke masa depan.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













