Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi melantik Robert Leonard Marbun sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan. Pelantikan ini menandai pergantian kepemimpinan strategis di tubuh birokrasi kunci yang mendukung kebijakan fiskal nasional.
Robert menggantikan Heru Pambudi yang telah menjabat sejak 2021. Pengangkatan Robert dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24/TPA/2026 yang ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 Maret 2026.
Mengapa Robert Leonard Marbun Dipilih?
Keputusan untuk menunjuk Robert bukanlah hal yang terburu-buru. Ia dipandang sebagai figur yang memiliki kapasitas kuat untuk memimpin birokrasi di Kementerian Keuangan. Purbaya sendiri menjelaskan bahwa Robert membawa bekal pengalaman yang luas, baik dari sisi akademik maupun praktis.
Latar belakang pendidikan Robert mencakup bidang hubungan internasional dan ekonomi. Karier profesionalnya juga sangat relevan, dengan pengalaman di bidang pengawasan, penegakan hukum, hingga kebijakan penerimaan negara.
1. Rekam Jejak Akademik dan Profesional
Robert Leonard Marbun tidak hanya dikenal sebagai birokrat yang solid, tetapi juga sebagai sosok yang memiliki dasar intelektual kuat. Ia menempuh pendidikan formal di bidang ekonomi dan hubungan internasional, dua disiplin ilmu yang sangat relevan dengan tugas Kemenkeu.
Selama masa studinya, ia aktif dalam berbagai forum akademik dan riset yang berfokus pada kebijakan publik dan ekonomi makro. Hal ini memberikan pondasi teori yang kokoh untuk memahami dinamika kebijakan fiskal dan moneter.
2. Pengalaman di Lapangan
Setelah menyelesaikan pendidikan, Robert terjun langsung ke dunia kerja. Ia pernah menjabat di berbagai instansi penting, termasuk lembaga pengawas dan regulator keuangan.
Salah satu catatan penting dalam karier Robert adalah kepemimpinannya di wilayah daerah. Di sana, ia belajar langsung bagaimana kebijakan nasional diterjemahkan ke ranah lokal.
3. Keterlibatan di Fungsi Internasional
Robert juga memiliki pengalaman dalam diplomasi ekonomi. Ia pernah terlibat dalam berbagai forum dan proyek internasional yang berkaitan dengan kebijakan keuangan negara.
Pengalamannya ini sangat berharga dalam konteks globalisasi, di mana kebijakan keuangan harus selaras dengan standar internasional dan kerja sama multilateral.
4. Kemampuan Merumuskan Kebijakan Strategis
Selain pengalaman lapangan, Robert juga dikenal sebagai pemikir kebijakan. Ia memiliki kemampuan menganalisis isu-isu kompleks dan merancang solusi yang efektif dan efisien.
Kombinasi antara wawasan akademis dan pengalaman praktis membuatnya cocok untuk posisi Sekjen, yang membutuhkan sinergi antara perumusan kebijakan dan eksekusi di lapangan.
5. Koordinasi Lintas Fungsi
Sebagai Sekjen, Robert akan menjadi ujung tombak dalam menyelaraskan kerja berbagai unit eselon I di Kemenkeu. Tugas ini membutuhkan kemampuan koordinasi yang tinggi dan pemahaman menyeluruh tentang mekanisme pemerintahan.
Purbaya menilai bahwa Robert memiliki track record yang baik dalam menjalin komunikasi antarlembaga, baik internal maupun eksternal.
Perbandingan Latar Belakang Sekjen Kemenkeu Sebelum dan Sesudah
| Aspek | Heru Pambudi (2021–2026) | Robert Leonard Marbun (2026–sekarang) |
|---|---|---|
| Latar Belakang Akademik | Ekonomi dan Administrasi Negara | Hubungan Internasional dan Ekonomi |
| Pengalaman Kerja | Birokrasi domestik, fokus pada reformasi birokrasi | Pengalaman lintas fungsi, termasuk internasional |
| Fokus Kebijakan | Internalisasi reformasi APBN | Sinergi kebijakan fiskal dan diplomasi ekonomi |
| Reputasi Publik | Netral dan metodis | Analitis dan visioner |
6. Tantangan yang Dihadapi
Menjadi Sekjen Kemenkeu bukan perkara mudah. Robert harus siap menghadapi tantangan besar, termasuk menjaga stabilitas fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Selain itu, ia juga harus memastikan bahwa seluruh unit di bawah Kemenkeu dapat bekerja secara efektif dan efisien, tanpa tumpang tindih atau kehilangan arah.
7. Harapan dari Menteri Keuangan
Purbaya menegaskan bahwa ia memiliki keyakinan penuh terhadap kemampuan Robert. Ia berharap Robert dapat membawa angin segar dalam birokrasi Kemenkeu, dengan pendekatan yang lebih kolaboratif dan inovatif.
“Beliau datang dengan fondasi yang kuat dan rekam jejak yang solid. Saya yakin beliau bisa membawa Kemenkeu ke level yang lebih tinggi lagi,” ujar Purbaya.
8. Potensi Kontribusi di Masa Depan
Dengan latar belakang yang dimiliki, Robert memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan fiskal yang adaptif dan responsif terhadap dinamika ekonomi global.
Apalagi saat ini Indonesia sedang berada di fase transformasi ekonomi digital dan transisi energi. Semua itu membutuhkan regulasi dan kebijakan yang tepat sasaran.
9. Adaptasi dengan Visi Pemerintahan
Robert juga diharapkan mampu menerjemahkan visi besar pemerintah ke dalam instrumen kebijakan teknis. Ini penting agar program-program strategis bisa dijalankan dengan optimal.
Terlebih dalam konteks reformasi birokrasi, di mana efisiensi dan efektivitas menjadi prioritas utama.
10. Sinergi dengan Stakeholder Eksternal
Peran Sekjen juga mencakup interaksi intens dengan stakeholder eksternal, seperti DPR, BI, Otoritas Jasa Keuangan, hingga mitra internasional.
Robert yang sudah familiar dengan dunia diplomatik dan kebijakan internasional diyakini mampu menjalin relasi yang produktif dengan semua pihak.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini berdasarkan data dan pernyataan resmi hingga tanggal publikasi. Jabatan, kebijakan, dan situasi dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dinamika pemerintahan dan kondisi aktual.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













