Finansial

Adira Finance Cairkan Dana Pembiayaan Sebesar Rp 8 Triliun Selama Bulan Februari 2026

Danang Ismail
×

Adira Finance Cairkan Dana Pembiayaan Sebesar Rp 8 Triliun Selama Bulan Februari 2026

Sebarkan artikel ini
Adira Finance Cairkan Dana Pembiayaan Sebesar Rp 8 Triliun Selama Bulan Februari 2026

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mencatat pencapaian penting di awal tahun 2026. Perusahaan berhasil menyalurkan pembiayaan hingga mencapai Rp 8 triliun sepanjang Februari 2026. Angka ini menunjukkan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Chief Financial Officer Adira Finance, Sylvanus Gani, mengungkapkan bahwa pembiayaan ini terus menunjukkan tren yang sehat. Ia menyebutkan bahwa kinerja ini menjadi awal yang baik untuk menjalankan di tahun ini.

Fokus Utama Masih di Segmen Otomotif

tetap menjadi tulang punggung portofolio Adira Finance. Dari total penyaluran pembiayaan, hampir 72% berasal dari sektor ini. Kontribusi besar dari segmen otomotif menunjukkan bahwa konsumen terhadap layanan pembiayaan kendaraan roda empat dan dua masih tinggi.

Namun, Adira Finance tidak hanya mengandalkan satu segmen. Perusahaan juga terus melakukan diversifikasi ke sektor non-otomotif. Langkah ini diambil untuk memperluas basis pelanggan dan mengurangi ketergantungan pada satu bidang usaha.

Strategi Jitu Menjaga Kualitas Aset

Untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, Adira Finance menerapkan berbagai langkah strategis. Salah satunya adalah dengan memperkuat proses credit . Ini dilakukan agar risiko kredit dapat diminimalkan sejak tahap awal penyaluran.

Selain itu, tim kolektor juga ditingkatkan kapabilitasnya. Tujuannya agar tetap terjaga dan tidak terjadi penumpukan tunggakan. Dengan pengawasan portofolio yang ketat, Adira Finance bisa menjaga kesehatan keuangan perusahaan secara keseluruhan.

1. Penguatan Proses Kredit Sejak Awal

Salah satu langkah penting yang diambil Adira Finance adalah memperkuat proses pemberian kredit. Dengan credit underwriting yang ketat, risiko macet bisa ditekan sejak awal. Ini juga membantu menjaga portofolio agar tetap .

2. Monitoring Portofolio yang Ketat

Setelah kredit disalurkan, Adira Finance terus memantau perkembangan portofolio. Monitoring ini dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada kredit bermasalah yang lolos dari radar. Dengan begitu, kualitas aset tetap terjaga.

3. Peningkatan Kapabilitas Tim Kolektor

Tim kolektor memiliki peran penting dalam menjaga kualitas aset. Oleh karena itu, Adira Finance terus meningkatkan kapabilitas tim ini melalui pelatihan dan teknologi yang lebih canggih. Ini membantu mempercepat proses penagihan dan mengurangi tunggakan.

Diversifikasi Bisnis sebagai Langkah Antisipasi

Meski segmen otomotif menjadi andalan, Adira Finance tidak ingin terlalu bergantung pada satu sektor. Diversifikasi bisnis menjadi langkah antisipasi terhadap perubahan tren pasar. Dengan menembus pasar non-otomotif, perusahaan bisa menjangkau lebih banyak calon pelanggan.

Langkah ini juga sejalan dengan kondisi ekonomi yang dinamis. Dalam situasi ketidakpastian global, memiliki lebih dari satu sumber pendapatan bisa menjadi pelindung bisnis yang efektif.

4. Ekspansi ke Sektor Non-Otomotif

Adira Finance terus mengembangkan layanan di sektor non-otomotif. Ini mencakup berbagai kebutuhan konsumen seperti elektronik, kebutuhan rumah tangga, hingga kebutuhan usaha kecil. Dengan pendekatan yang fleksibel, perusahaan bisa menyesuaikan diri dengan permintaan pasar.

5. Pemanfaatan Teknologi untuk Efisiensi Operasional

Teknologi menjadi salah satu pilar dalam strategi Adira Finance. Dengan digitalisasi proses, operasional menjadi lebih efisien dan cepat. Ini juga membantu meningkatkan pengalaman pelanggan, baik dari segi pengajuan hingga pencairan dana.

6. Peningkatan Layanan Pelanggan

Layanan pelanggan yang baik menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan bisnis pembiayaan. Adira Finance terus meningkatkan sistem layanan, baik secara digital maupun offline. Ini membuat pelanggan merasa lebih nyaman dan percaya terhadap layanan yang diberikan.

Penyaluran Pembiayaan: Tren dan Potensi

Pencapaian penyaluran pembiayaan sebesar Rp 8 triliun di Februari 2026 menunjukkan bahwa permintaan terhadap layanan multifinance masih tinggi. Ini juga mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan pembiayaan yang sudah terbukti kredibel.

Bulan Penyaluran Pembiayaan (Rp) Pertumbuhan Tahunan
Februari 2025 6,5 triliun
Februari 2026 8 triliun +23%

Disclaimer: Data di atas bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi pasar dan kebijakan perusahaan.

7. Evaluasi Berkala terhadap Strategi Bisnis

Adira Finance tidak berhenti di pencapaian awal tahun. Perusahaan terus melakukan evaluasi berkala terhadap strategi bisnis yang dijalankan. Ini penting untuk menyesuaikan langkah dengan dinamika pasar yang terus berubah.

8. Kemitraan Strategis dengan Pihak Ketiga

Kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk dealer kendaraan dan produsen elektronik, menjadi bagian dari strategi ekspansi. Dengan kolaborasi ini, Adira Finance bisa menjangkau lebih banyak calon pelanggan secara efektif dan efisien.

9. Penguatan Brand dan Reputasi

Reputasi yang kuat menjadi modal penting dalam bisnis pembiayaan. Adira Finance terus membangun dan memperkuat brand agar tetap menjadi pilihan utama konsumen. Ini dilakukan melalui berbagai kampanye komunikasi dan penguatan nilai-nilai perusahaan.

Menjaga Momentum Positif di Tahun 2026

Dengan pencapaian di awal tahun, Adira Finance memiliki momentum positif untuk terus berkembang. Namun, tantangan di tengah ketidakpastian ekonomi global tetap harus diwaspadai. Strategi yang hati-hati dan adaptif menjadi kunci agar pertumbuhan bisa berkelanjutan.

Perusahaan juga harus terus mengikuti perkembangan regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (). Kepatuhan terhadap aturan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kredibilitas di mata investor dan pelanggan.

10. Fokus pada Kinerja Jangka Panjang

Meski pencapaian di Februari 2026 sangat positif, Adira Finance tidak berorientasi pada target jangka pendek semata. Fokus utama tetap pada kinerja jangka panjang yang sehat dan berkelanjutan. Ini mencakup , peningkatan efisiensi, dan penguatan portofolio.

Dengan pendekatan yang seimbang, Adira Finance bisa terus menjadi pemain kuat di industri pembiayaan nasional. Pencapaian awal tahun ini adalah awal yang baik untuk menjaga posisi kompetitif di tengah persaingan yang semakin ketat.

Disclaimer: Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat informasional dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar, kebijakan perusahaan, serta regulasi yang berlaku.

Danang Ismail
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.