Asuransi

Insentif Galangan Kapal Jasindo Dorong Perkembangan Baru Industri Asuransi

Fadhly Ramadan
×

Insentif Galangan Kapal Jasindo Dorong Perkembangan Baru Industri Asuransi

Sebarkan artikel ini
Insentif Galangan Kapal Jasindo Dorong Perkembangan Baru Industri Asuransi

Kebijakan insentif untuk industri galangan kapal yang tengah dirancang pemerintah membuka baru di sektor asuransi. PT Asuransi Jasa Indonesia () melihat langkah ini sebagai momentum untuk memperkuat ekosistem maritim nasional sekaligus mendorong asuransi yang terkait.

Namun, di balik peluang tersebut, tetap dibutuhkan pendekatan yang hati-hati. Sekretaris Perusahaan Jasindo, Brellian Gema Widayana, menegaskan bahwa peningkatan aktivitas industri pasti diikuti dengan lonjakan eksposur risiko. Maka dari itu, pengelolaan risiko yang baik menjadi kunci agar pertumbuhan bisa berjalan sehat dan berkelanjutan.

Potensi Asuransi Maritim Naik Daun

Industri asuransi, khususnya lini marine hull dan marine cargo, diprediksi bakal menjadi yang paling terdampak positif. Semakin banyak kapal yang dibangun dan dioperasikan, maka semakin besar pula kebutuhan perlindungan terhadap aset kapal, mesin, hingga dan penumpang yang dikirim melalui laut.

Selain itu, produk asuransi lain seperti builder’s risk dan liability juga mulai diminati. Perlindungan ini diperlukan bukan hanya saat kapal beroperasi, tapi juga selama proses konstruksi dan perbaikan di galangan.

  1. Marine Hull: Perlindungan terhadap badan kapal, mesin, dan perlengkapannya.
  2. Marine Cargo: Menjamin risiko kerusakan atau kehilangan barang selama pengiriman laut.
  3. Builder’s Risk: Mengamankan proyek konstruksi kapal selama masa .
  4. Liability: Melindungi dari risiko tuntutan hukum selama operasional di galangan.

Strategi Jasindo Menyambut Peluang

Untuk bisa memanfaatkan peluang ini, Jasindo mengambil pendekatan end-to-end dalam manajemen risiko. Mulai dari penilaian risiko hingga penyusunan skema perlindungan yang disesuaikan dengan kebutuhan klien.

Pendekatan ini mencakup beberapa aspek penting:

  1. Risk Assessment: Evaluasi menyeluruh terhadap risiko yang mungkin terjadi.
  2. Penyusunan Polis: Klausul dan cakupan yang fleksibel sesuai profil risiko nasabah.
  3. Penetapan Premi: Struktur berbasis tingkat risiko untuk memberikan nilai tambah.

Jasindo juga menerapkan strategi selective growth. Artinya, fokusnya bukan pada kuantitas, tapi risiko yang diambil. Langkah ini dilakukan agar portofolio tetap sehat dan seimbang.

Penguatan Kapabilitas Teknis

Menghadapi kompleksitas risiko di sektor galangan kapal, Jasindo terus memperkuat kapabilitas underwriting dan risk engineering. Dua elemen ini menjadi tulang punggung dalam memberikan perlindungan yang tepat sasaran.

Risiko teknis selama proses pembangunan kapal, hingga operasional, harus dikelola secara profesional. Jasindo menyadari bahwa hanya dengan pendekatan teknis yang kuat, pertumbuhan industri bisa berjalan optimal.

Data Pertumbuhan Premi Maritim Jasindo

Sejalan dengan tren industri, Jasindo mencatat pertumbuhan premi di segmen pengangkutan dan rangka kapal. Hingga Februari 2026, pendapatan premi tercatat sebesar Rp47,608 miliar, naik 10,31% secara year-on-year (YoY).

Segmen Pendapatan Premi (Februari 2026) Pertumbuhan YoY
Pengangkutan dan Rangka Kapal Rp47,608 miliar 10,31%

Peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kebutuhan perlindungan di sektor maritim. Jasindo pun terus menjaga kualitas portofolio agar tetap seimbang antara pertumbuhan dan pengelolaan risiko.

Sinergi Kebijakan dan Pertumbuhan Industri

Ke depan, Jasindo memandang bahwa kolaborasi antara kebijakan pemerintah, pertumbuhan industri galangan kapal, dan penerapan manajemen risiko yang baik akan menjadi kunci keberhasilan. Khususnya di sektor asuransi maritim yang semakin strategis.

  1. Kebijakan Insentif: Mendorong investasi dan aktivitas di galangan kapal.
  2. Pertumbuhan Industri: Meningkatkan permintaan terhadap perlindungan asuransi.
  3. Manajemen Risiko: Menjaga keberlanjutan dan kesehatan pertumbuhan.

Dengan kombinasi ketiga faktor ini, Jasindo optimistis bahwa sektor maritim akan terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas hingga 2026. Angka dan kondisi industri dapat berubah sewaktu- tergantung pada kebijakan pemerintah, dinamika pasar, serta faktor eksternal lainnya.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.