Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) akan digelar pada 17 April 2026 mendatang. Salah satu poin penting dalam agenda rapat adalah rencana pembagian dividen tunai senilai maksimal Rp580,07 miliar dari laba bersih tahun buku 2025.
Laba bersih yang dicatatkan Maybank Indonesia untuk tahun 2025 mencapai Rp1,65 triliun. Dari jumlah tersebut, sebagian besar akan dialokasikan sebagai laba ditahan, sedangkan sisanya diusulkan untuk dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen tunai. Nilai dividen per saham ditetapkan sebesar Rp7.611.
Rencana Penggunaan Laba Bersih Tahun Buku 2025
1. Pembagian Dividen Tunai Maksimal Rp580,07 Miliar
Dari total laba bersih Rp1,65 triliun, Maybank mengusulkan pembagian dividen tunai maksimal sebesar Rp580,07 miliar. Jumlah ini setara dengan 35% dari laba bersih tahun buku 2025. Dividen per saham ditetapkan sebesar Rp7.611.
2. Sisa Laba Ditahan untuk Pengembangan Bisnis
Sisanya, sekitar Rp1,07 triliun atau 65% dari laba bersih, akan disimpan sebagai laba ditahan. Dana ini nantinya digunakan untuk mendukung pertumbuhan dan pemulihan bisnis sesuai dengan ketentuan Pasal 34 POJK No.5/2024.
3. Persetujuan dari Direksi dan Dewan Komisaris
Usulan pembagian laba tersebut telah melalui proses internal yang ketat. Pengajuan awal dilakukan oleh Direksi pada 18 Februari 2026 dan disetujui oleh Dewan Komisaris pada 20 Februari 2026.
Mata Acara Lain dalam RUPST 2026
Selain pembagian dividen, RUPST 2026 juga akan membahas beberapa poin penting lainnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Persetujuan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian
Salah satu agenda utama adalah pengesahan laporan tahunan serta laporan keuangan konsolidasian perseroan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025. Hal ini menjadi bagian dari kewajiban transparansi perusahaan kepada pemegang saham.
2. Penunjukkan Akuntan Publik untuk Audit Tahun 2026
Rapat juga akan membahas penunjukkan kantor akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026. Termasuk dalam pembahasan adalah penetapan honorarium dan syarat-syarat lain terkait penunjukan tersebut.
3. Penetapan Honorarium Dewan Komisaris
Agenda lainnya adalah penetapan besaran honorarium dan tunjangan lain bagi anggota Dewan Komisaris untuk tahun buku 2026. Ini menjadi bagian dari pengakuan atas kontribusi mereka dalam pengawasan dan arah strategis perusahaan.
4. Perubahan Susunan Anggota Pengurus
Rencana perubahan susunan kepengurusan juga akan dibahas dalam rapat. Perubahan ini bisa mencakup penambahan, penggantian, atau pengurangan anggota dewan baik dari sisi direksi maupun komisaris.
5. Pengkinian Rencana Aksi Pemulihan Bisnis
Salah satu poin penting lainnya adalah persetujuan terhadap pengkinian rencana aksi pemulihan (recovery plan). Langkah ini dilakukan untuk memenuhi ketentuan Pasal 34 POJK No.5/2024 yang menyangkut kesehatan dan keberlanjutan bisnis perbankan.
Perbandingan Laba Bersih dan Alokasi Dividen (2023–2025)
Berikut adalah data historis laba bersih dan alokasi dividen Maybank Indonesia dalam tiga tahun terakhir:
| Tahun | Laba Bersih (Rp) | Dividen Dibagikan (Rp) | Persentase Dividen |
|---|---|---|---|
| 2023 | 1,3 triliun | 450 miliar | 34,6% |
| 2024 | 1,5 triliun | 500 miliar | 33,3% |
| 2025 | 1,65 triliun | 580,07 miliar | 35% |
Data di atas menunjukkan konsistensi alokasi dividen sekitar sepertiga dari laba bersih. Hal ini mencerminkan keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan modal internal perusahaan.
Perkiraan Jadwal RUPST dan Pengumuman Dividen
| Kegiatan | Tanggal Perkiraan |
|---|---|
| Rapat Direksi | 18 Februari 2026 |
| Rapat Dewan Komisaris | 20 Februari 2026 |
| Pengumuman RUPST | Awal Maret 2026 |
| Pelaksanaan RUPST | 17 April 2026 |
| Pembayaran Dividen (Perkiraan) | Mei 2026 |
Jadwal ini merupakan estimasi berdasarkan pengumuman resmi sebelumnya. Perubahan bisa terjadi tergantung pada keputusan rapat dan regulasi yang berlaku.
Catatan Penting untuk Investor
Pembagian dividen merupakan salah satu indikator kesehatan finansial perusahaan. Namun, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya berdasarkan rencana dividen semata. Faktor lain seperti prospek bisnis, kondisi makro ekonomi, dan kinerja operasional juga perlu diperhatikan.
Disclaimer: Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian atau keuntungan yang timbul akibat keputusan investasi yang diambil. Data dan informasi dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













