Meski kondisi ekonomi global masih penuh ketidakpastian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap optimistis bahwa sejumlah bank bakal naik kelas ke KBMI 4 pada tahun ini. Target awalnya adalah enam bank selama dua tahun, tapi hingga kini, proyeksi itu belum berubah meskipun tekanan dari luar terus terasa.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut bahwa ada dua hingga tiga bank yang diprediksi bakal masuk ke kategori KBMI 4 tahun ini. Fokusnya tertuju pada bank-bank dengan modal inti mendekati batas minimum kategori tersebut, yaitu Rp 70 triliun.
Bank-Bank Calon Kuat Naik Kelas ke KBMI 4
Tak semua bank langsung buru-buru mengejar kenaikan kelas. Banyak yang lebih memilih pendekatan bertahap dan berkelanjutan. Namun, beberapa nama tetap jadi sorotan karena modal inti mereka sudah mendekati ambang batas kategori baru.
1. Bank Syariah Indonesia (BSI)
Sebagai salah satu bank dengan modal inti tertinggi di kategori KBMI 3, BSI punya potensi besar untuk naik kelas. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menyebut bahwa naik kelas bukan tujuan utama, tapi lebih sebagai langkah jangka panjang yang membutuhkan persiapan matang.
2. CIMB Niaga
CIMB Niaga juga masuk dalam daftar calon kuat. Modal inti bank ini mencapai Rp 52,63 triliun per akhir tahun lalu. Meski begitu, Presiden Direktur Lani Darmawan menyatakan bahwa pihaknya tidak memasang target spesifik untuk naik kelas. Fokus utama tetap pada pelayanan nasabah yang lebih luas.
3. Bank Danamon
Bank Danamon dengan modal inti Rp 50,17 triliun juga jadi kandidat kuat. Meski belum ada pernyataan resmi soal target naik kelas, posisi modal inti mereka yang sudah mendekati batas minimum KBMI 4 membuat bank ini layak jadi sorotan.
4. Panin Bank
Panin Bank menempati posisi keempat dengan modal inti sebesar Rp 53,55 triliun. Meski belum ada langkah konkret untuk naik kelas, modal inti yang tinggi menjadikannya salah satu bank yang patut diperhitungkan dalam daftar calon naik kelas.
5. Bank BTPN
Bank BTPN dengan modal inti Rp 44,03 triliun juga masuk dalam daftar bank dengan modal inti tertinggi di kategori KBMI 3. Meski belum ada langkah agresif untuk mengejar kenaikan kelas, bank ini tetap jadi perhatian karena kinerja operasionalnya yang stabil.
Bank yang Lebih Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan
Tak semua bank berlomba mengejar kenaikan kelas. Beberapa justru lebih memilih menjaga kesehatan keuangan dan pertumbuhan yang berkelanjutan.
1. Bank Tabungan Negara (BTN)
BTN dengan modal inti Rp 35,29 triliun lebih fokus pada efisiensi dan return on equity (ROE) ketimbang langsung menambah modal secara besar-besaran. Direktur Utama Nixon Napitupulu menyebut bahwa struktur bisnis BTN yang fokus pada KPR subsidi membuat kebutuhan modal lebih rendah.
2. Permata Bank
Permata Bank dengan modal inti Rp 43,28 triliun juga tak terburu-buru naik kelas. Direktur Keuangan Rudy Basyir Ahmad menyebut bahwa bank lebih fokus pada pertumbuhan yang sehat dan sustainable agar modal bisa tumbuh secara alami.
Modal Inti: Jantung Kekuatan Bank
Modal inti menjadi salah satu indikator utama dalam menilai kekuatan bank. Semakin tinggi modal inti, semakin besar kemampuan bank dalam menyerap risiko dan mendukung pertumbuhan bisnis.
Berikut rincian modal inti bank-bank KBMI 3 hingga akhir 2025:
| Nama Bank | Modal Inti (Rp Triliun) |
|---|---|
| Panin Bank | 53,55 |
| CIMB Niaga | 52,63 |
| Bank Danamon | 50,17 |
| BSI | 48,11 |
| Bank BTPN | 44,03 |
| Permata Bank | 43,28 |
| BTN | 35,29 |
Strategi OJK dalam Mendukung Kenaikan Kelas
OJK tidak hanya berfokus pada bank-bank besar. Regulator ini juga terus memantau bank-bank dengan modal inti mendekati batas minimum KBMI 4. Dian Ediana Rae menyebut bahwa kenaikan kelas bukan hanya soal modal, tapi juga soal kesiapan bank dalam menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Meski optimistis, OJK juga menyadari bahwa kenaikan kelas bukan perkara mudah. Bank harus siap secara manajemen, operasional, hingga modal. Apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi global, bank harus bisa tetap menjaga kesehatan keuangan sambil terus tumbuh.
Kesimpulan
Kenaikan kelas ke KBMI 4 bukan hanya soal prestise, tapi juga soal kemampuan bank dalam bersaing di kancah yang semakin kompetitif. Bank-bank besar seperti BSI, CIMB Niaga, dan Danamon punya potensi besar, tapi bank lain seperti BTN dan Permata Bank lebih memilih pendekatan bertahap.
Yang jelas, OJK tetap optimistis bahwa tahun ini bakal ada dua hingga tiga bank baru yang naik kelas. Tapi, bukan berarti bank yang tak langsung naik kelas kalah. Fokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan efisiensi justru bisa jadi modal kuat di masa depan.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini hingga Maret 2026. Angka modal inti dan kebijakan OJK bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi makro ekonomi dan regulasi terkini.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













