Bank Central Asia (BCA) bakal menerapkan sistem klasifikasi status rekening mulai 7 Mei 2026. Aturan ini mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening di Bank Umum. Tujuannya jelas: meningkatkan transparansi dan keamanan pengelolaan rekening nasabah.
Langkah ini akan membagi rekening menjadi tiga kategori berdasarkan aktivitasnya. Ada rekening aktif, tidak aktif, dan dormant. Masing-masing status punya konsekuensi berbeda terhadap kemampuan nasabah dalam mengakses dan menggunakan rekeningnya.
Klasifikasi Status Rekening Menurut OJK
Sistem klasifikasi ini bukan sekadar soal label. Status rekening akan memengaruhi fitur dan akses yang bisa dinikmati nasabah. Jadi, penting banget memahami perbedaan antara ketiganya agar tidak terkejut kalau suatu hari rekening tiba-tiba tidak bisa digunakan.
1. Rekening Aktif
Rekening aktif adalah yang paling umum dan nyaman digunakan. Ini adalah rekening yang masih sering dipakai untuk transaksi, baik itu transfer, tarik tunai, maupun cek saldo. Selama dalam 360 hari terakhir ada aktivitas, maka statusnya tetap aktif.
2. Rekening Tidak Aktif
Kalau sudah lebih dari 360 hari tanpa aktivitas transaksi apa pun, rekening akan dikategorikan sebagai tidak aktif. Nasabah masih bisa menerima dana masuk, tapi tidak bisa melakukan transaksi keluar. Artinya, rekening ini seperti “terkunci” untuk debit.
3. Rekening Dormant
Ini yang paling “berbahaya” bagi nasabah. Rekening akan masuk kategori dormant jika tidak ada aktivitas selama lebih dari 1.800 hari (5 tahun). Di status ini, rekening tidak bisa menerima maupun mengirim dana. Semua transaksi terhenti.
Dampak dari Perubahan Status Rekening
Perubahan status ini bukan sekadar administratif. Ada dampak nyata terhadap penggunaan rekening sehari-hari. Misalnya, saat rekening tidak aktif, nasabah tidak bisa tarik tunai atau transfer. Sementara rekening dormant benar-benar “mati” secara fungsional.
Tapi jangan khawatir. Nasabah tetap bisa mengaktifkan kembali rekening yang tidak aktif atau dormant. Caranya bisa melalui cabang BCA atau kanal digital yang disediakan. Prosesnya tidak rumit, tapi tentu butuh waktu dan mungkin biaya administrasi.
Syarat dan Ketentuan Penutupan Rekening Otomatis
Selain klasifikasi status, OJK juga mewajibkan bank untuk menutup rekening secara otomatis jika saldo nihil selama enam bulan berturut-turut. Ini berlaku untuk semua jenis rekening giro dan tabungan.
Penutupan ini dilakukan untuk mencegah akumulasi rekening “mati” yang tidak terkelola dengan baik. Jadi, kalau rekening sudah lama tidak digunakan dan tidak ada isinya, BCA berhak menutupnya tanpa perlu pemberitahuan lebih dulu.
Tips Menjaga Status Rekening Tetap Aktif
Biarpun terdengar ribet, sebenarnya menjaga rekening tetap aktif itu mudah. Cukup lakukan aktivitas kecil secara berkala, seperti cek saldo atau transfer nominal kecil ke rekening lain. Tidak perlu transaksi besar, yang penting rekening tetap “hidup” di mata sistem.
- Lakukan transaksi minimal sekali dalam 360 hari
- Cek saldo secara berkala melalui ATM, mobile banking, atau internet banking
- Gunakan rekening untuk pembayaran rutin seperti listrik, pulsa, atau langganan digital
- Hindari membiarkan rekening tanpa aktivitas dalam jangka panjang
Perbandingan Status Rekening BCA
Berikut ringkasan perbedaan antara ketiga status rekening yang akan berlaku mulai 2026:
| Status Rekening | Lama Tidak Aktif | Bisa Menerima Dana | Bisa Melakukan Transaksi | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| Aktif | Kurang dari 360 hari | Ya | Ya | Rekening normal |
| Tidak Aktif | Lebih dari 360 hari | Ya | Tidak | Hanya bisa kredit |
| Dormant | Lebih dari 1.800 hari | Tidak | Tidak | Tidak bisa digunakan |
Tips Menjaga Rekening Tetap Aktif
Biarpun aturannya terdengar ketat, sebenarnya ini adalah langkah yang bisa diantisipasi dengan mudah. Yang penting, nasabah tetap melakukan aktivitas meski kecil, secara berkala.
1. Lakukan Transaksi Minimal Sekali Setiap 6 Bulan
Cukup dengan transfer ke rekening lain atau tarik tunai kecil, rekening sudah dianggap aktif. Ini bisa dilakukan via ATM, mobile banking, atau langsung ke teller.
2. Cek Saldo Secara Berkala
Aktivitas cek saldo juga dihitung sebagai transaksi. Jadi, kalau memang tidak ada kebutuhan transaksi, cukup cek saldo setiap beberapa bulan.
3. Gunakan Fitur Notifikasi
Aktifkan notifikasi dari aplikasi BCA Mobile agar selalu ingat kapan rekening terakhir kali digunakan. Ini bisa jadi pengingat untuk melakukan aktivitas.
Penutupan Rekening Nihil: Hal yang Perlu Diperhatikan
Rekening yang saldo-nya nol selama enam bulan berturut-turut akan ditutup secara otomatis. Ini berlaku meskipun rekening masih dalam status aktif. Jadi, kalau memang tidak digunakan, lebih baik ditutup secara manual agar tidak ada biaya tersembunyi.
Disclaimer
Aturan ini akan mulai berlaku efektif pada 7 Mei 2026. Namun, ketentuan teknis dan pelaksanaan bisa saja berubah seiring waktu. Informasi terbaru sebaiknya selalu dicek langsung ke situs resmi BCA atau kantor cabang terdekat.
Perubahan ini sebenarnya bukan soal mempersulit nasabah. Tapi lebih ke arah penerapan tata kelola rekening yang lebih rapi dan aman. Dengan memahami sistem klasifikasi ini, nasabah bisa lebih siap dan terhindar dari risiko rekening yang tiba-tiba tidak bisa digunakan.
Langkah kecil seperti cek saldo atau transaksi ringan bisa mencegah rekening masuk ke status tidak aktif atau bahkan dormant. Jadi, jangan anggap remeh aktivitas kecil itu. Di mata bank, itu bisa jadi penyelamat akses rekening di masa depan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













