Kota Yogyakarta selalu jadi destinasi favorit saat libur panjang tiba, terutama di masa Lebaran. Selain kaya akan sejarah dan budaya, kota ini juga menyuguhkan beragam kuliner khas yang jadi oleh-oleh wajib. Salah satunya adalah bakpia, camilan lezat yang identik dengan Yogyakarta dan kerap diburu wisatawan sebagai buah tangan.
Di kawasan Pathok, Ngampilan, Yogyakarta, terdapat banyak sentra oleh-oleh yang menawarkan berbagai varian bakpia. Tempat ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat libur Lebaran. Tidak hanya karena rasa khasnya, tetapi juga karena kemudahan akses dan pelayanan yang disediakan oleh para pelaku usaha setempat.
Wisata Budaya dan Kuliner Jadi Daya Tarik Utama
Yogyakarta dikenal luas sebagai kota pendidikan sekaligus destinasi wisata budaya. Banyak pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah datang untuk menimba ilmu. Selain itu, keberadaan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menjadikan kota ini kental dengan nilai-nilai sejarah dan tradisi yang masih terjaga hingga kini.
Tidak hanya budaya, Yogyakarta juga menawarkan keindahan alam yang memukau. Dari pantai selatan yang eksotis hingga pegunungan yang sejuk, semua menjadi daya tarik bagi para pelancong. Ditambah lagi, kuliner khas seperti gudeg, aneka kue tradisional, dan tentu saja bakpia, menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi yang lengkap untuk dikunjungi.
1. Sentra Oleh-oleh di Pathok Jadi Favorit Pelancong
Kawasan Pathok, Ngampilan, menjadi salah satu pusat oleh-oleh yang paling ramai saat libur Lebaran. Di sini, pengunjung bisa menemukan berbagai toko yang menjual bakpia dengan berbagai rasa, mulai dari klasik kacang hijau hingga inovasi modern seperti cokelat dan keju.
Banyak toko di kawasan ini bahkan langsung memproduksi bakpia di tempat, sehingga pembeli bisa mendapatkan produk yang masih hangat dan segar. Hal ini memberikan pengalaman belanja yang lebih personal dan menarik bagi wisatawan.
2. Bakpia 25 Catat Lonjakan Penjualan Saat Lebaran
Salah satu toko terkenal di Pathok adalah Bakpia 25. Menurut Ria, staf penjualan di sana, penjualan bakpia melonjak hingga lima kali lipat saat masa libur Lebaran. Jika biasanya toko ini menjual sekitar 1.000 kotak per hari, saat Lebaran bisa mencapai lebih dari 5.000 kotak.
Lonjakan ini menunjukkan betapa besar minat masyarakat terhadap oleh-oleh khas Yogyakarta, terutama bakpia. Untuk memenuhi permintaan, pihak toko pun meningkatkan produksi dan memperluas layanan, termasuk dalam hal pembayaran.
3. Digitalisasi Transaksi Bawa Kemudahan Bagi Pelanggan
Seiring dengan perkembangan zaman, Bakpia 25 juga melakukan digitalisasi, terutama dalam sistem pembayaran. Mereka kini menerima pembayaran melalui QRIS, salah satunya Livin’ by Mandiri. Hal ini memberikan kemudahan bagi pelanggan yang lebih suka bertransaksi secara digital.
Ria menjelaskan bahwa penggunaan QRIS membantu mengurangi risiko penerimaan uang palsu. Selain itu, masyarakat juga merasa lebih dimudahkan karena tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Keunggulan Livin’ by Mandiri di Sentra Oleh-oleh
Livin’ by Mandiri adalah super apps yang menawarkan berbagai layanan finansial dalam satu aplikasi. Mulai dari transfer antarbank, pembayaran tagihan, top up e-wallet, hingga transaksi QRIS di merchant-merchant yang tersebar di seluruh Indonesia.
| Fitur Utama Livin’ by Mandiri | Deskripsi |
|---|---|
| Transfer antarbank dan BI-FAST | Transaksi cepat dan aman ke rekening bank manapun |
| Pembayaran tagihan | Bayar listrik, air, internet, dan lainnya dalam satu aplikasi |
| Top up e-wallet | Isi saldo OVO, GoPay, Dana, dan lainnya |
| Transaksi QRIS | Bayar belanja dan makanan dengan scan QR |
| Livin’ Sukha | Beli tiket, bayar layanan lifestyle, dan lainnya |
Fitur QRIS di Livin’ by Mandiri sangat membantu para pelaku usaha kecil, termasuk toko oleh-oleh seperti Bakpia 25. Transaksi menjadi lebih cepat, aman, dan efisien, baik bagi penjual maupun pembeli.
4. Inovasi Pemasaran Melalui Media Sosial
Selain dalam hal transaksi, Bakpia 25 juga aktif memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya. Dengan konten-konten menarik dan promosi yang tepat sasaran, mereka berhasil menjangkau lebih banyak konsumen, terutama generasi muda yang lebih familiar dengan digital.
Media sosial menjadi alat yang efektif untuk membangun brand awareness sekaligus meningkatkan penjualan. Hal ini terbukti saat momen Lebaran tiba, permintaan produk meningkat drastis.
5. Masyarakat Dimudahkan dengan Pembayaran Digital
Penggunaan pembayaran digital seperti Livin’ by Mandiri memberikan manfaat ganda. Bagi pelaku usaha, transaksi lebih aman dan tercatat dengan baik. Bagi konsumen, proses pembayaran menjadi lebih praktis dan tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Ria menambahkan bahwa masyarakat kini lebih nyaman berbelanja karena proses transaksi digital sangat mudah dan cepat. Ini juga membantu mengurangi antrian dan mempercepat pelayanan di toko.
Tren Wisata dan Belanja di Masa Lebaran
Libur Lebaran selalu menjadi waktu yang ditunggu-tunggu oleh pelaku usaha, terutama di sektor pariwisata dan kuliner. Wisatawan yang datang dari berbagai kota memanfaatkan momen ini untuk berlibur dan membawa oleh-oleh untuk keluarga dan kerabat.
Yogyakarta, dengan segala kekayaan budaya dan kulinernya, menjadi salah satu destinasi utama. Bakpia sebagai oleh-oleh khas, selalu menjadi pilihan utama karena mudah dibawa dan disimpan dalam waktu lama.
6. Kolaborasi Teknologi dan Tradisi Tingkatkan Pengalaman Wisatawan
Penggunaan teknologi seperti Livin’ by Mandiri membantu menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernisasi. Meskipun produk yang dijual adalah kuliner tradisional, cara pemasaran dan pembayaran sudah mengikuti perkembangan zaman.
Ini menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal juga bisa adaptif dan siap menghadapi perubahan. Dengan dukungan teknologi, mereka bisa menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.
Kesimpulan: Yogyakarta Tetap Jadi Destinasi Favorit
Yogyakarta tidak hanya kota pelajar atau destinasi budaya, tetapi juga pusat kuliner dan oleh-oleh yang tidak pernah sepi pengunjung. Dengan kombinasi tradisi dan inovasi, kota ini terus menjadi pilihan utama saat libur panjang tiba.
Sentra oleh-oleh seperti di Pathok menunjukkan betapa pentingnya digitalisasi dalam mendukung pertumbuhan usaha kecil. Dengan alat bantu seperti Livin’ by Mandiri, transaksi menjadi lebih mudah dan aman, baik bagi penjual maupun pembeli.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan pemerintah dan pelaku usaha setempat. Data penjualan dan perkembangan teknologi keuangan digital bersifat kondisional dan dapat berbeda di masa mendatang.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.












