Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com
Reporter: Eko Nordiansyah
Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem marketplace lokal. Tujuannya jelas, yakni mengurangi ketergantungan pada platform asing yang kini mendominasi pasar digital Indonesia.
Purbaya menilai, saat ini banyak pelaku usaha lokal yang kesulitan bersaing karena dominasi perusahaan asing, khususnya dari Tiongkok. Padahal, ekosistem digital perdagangan dalam negeri punya potensi besar untuk berkembang jika dikelola dengan tepat.
Salah satu pendekatannya adalah dengan menghidupkan kembali perusahaan domestik yang mungkin sudah mulai tenggelam. Ia juga mempelajari model kolaborasi antara marketplace lokal dan media sosial seperti TikTok untuk menciptakan sinergi yang lebih kuat.
Memperkuat Marketplace Lokal di Tengah Dominasi Asing
Penguasaan pasar digital oleh perusahaan asing bukan hal baru. Namun, dampaknya kini mulai terasa lebih nyata, terutama bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang mengandalkan platform online untuk menjual produknya.
Purbaya menyadari bahwa tantangan ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga ekosistem secara keseluruhan. Mulai dari infrastruktur digital, sistem pembayaran, hingga regulasi yang mendukung.
1. Mempelajari Ekosistem Marketplace yang Ada
Langkah pertama yang diambil adalah melakukan kajian mendalam terhadap ekosistem marketplace lokal yang saat ini berjalan. Termasuk di dalamnya adalah platform seperti Tokopedia yang telah berkolaborasi dengan TikTok.
Kolaborasi ini dianggap sebagai langkah cerdas karena memanfaatkan kekuatan media sosial untuk menjangkau lebih banyak konsumen. Dengan begitu, marketplace lokal bisa bersaing lebih baik tanpa harus mengeluarkan biaya pemasaran yang besar.
2. Menghidupkan Kembali Platform Domestik
Purbaya juga membuka kemungkinan untuk menghidupkan kembali perusahaan digital lokal yang sempat terhenti. Ini bukan soal nostalgia, tapi strategi nyata untuk memberi pilihan alternatif bagi pelaku usaha.
Platform lokal yang ditangani kembali bisa dirancang ulang agar lebih user-friendly dan sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Termasuk integrasi dengan sistem pembayaran lokal dan logistik yang lebih efisien.
3. Mendorong Kolaborasi Antara Platform dan UMKM
Salah satu kekuatan marketplace lokal adalah kemampuannya untuk beradaptasi dengan kebutuhan pelaku usaha kecil. Purbaya menilai bahwa kolaborasi antara platform digital dan UMKM bisa menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi.
Dengan memberikan pelatihan digitalisasi dan akses ke teknologi yang terjangkau, marketplace lokal bisa menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mempercepat transformasi digital di sektor riil.
Penguatan Permintaan Domestik sebagai Penyangga Ekonomi
Di tengah ketidakpastian geopolitik global, menjaga daya tahan ekonomi nasional menjadi prioritas. Purbaya menilai bahwa penguatan permintaan domestik adalah salah satu cara efektif untuk mengurangi ketergantungan pada faktor eksternal.
Strategi ini mencakup berbagai hal, mulai dari menjaga daya beli masyarakat hingga memastikan belanja pemerintah terserap dengan baik. Termasuk juga pengelolaan subsidi BBM agar tidak terlalu terdampak fluktuasi harga minyak global.
1. Menjaga Daya Beli Masyarakat
Daya beli masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi. Purbaya memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak membebani rakyat, terutama yang berada di lapisan bawah.
Salah satu caranya adalah dengan menjaga keseimbangan antara subsidi dan harga pasar. Ini penting agar masyarakat tetap bisa mengakses kebutuhan pokok tanpa terbebani inflasi yang tinggi.
2. Mendorong Belanja Pemerintah yang Tepat Sasaran
Belanja pemerintah juga menjadi komponen penting dalam menjaga laju pertumbuhan ekonomi. Purbaya memastikan bahwa anggaran yang disiapkan bisa terserap dengan baik, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan stimulus ekonomi.
Langkah ini juga diharapkan bisa mendorong sektor swasta untuk terus tumbuh dan menciptakan lapangan kerja baru.
3. Mengelola Subsidi BBM dengan Bijak
Subsidi BBM menjadi salah satu beban APBN yang cukup besar. Namun, pengelolaannya harus tetap dilakukan dengan bijak agar tidak mengganggu stabilitas makro ekonomi.
Purbaya menilai bahwa pengelolaan subsidi ini harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi secara menyeluruh. Termasuk juga dampak terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.
Optimisme Menkeu terhadap Pertumbuhan Ekonomi 2026
Meski menghadapi berbagai tantangan, Purbaya tetap optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2026. Dari hasil tinjauan lapangan yang dilakukan selama bulan Ramadhan, ia melihat bahwa permintaan domestik masih cukup kuat.
1. Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026
Purbaya memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 bisa mencapai kisaran 5,6 hingga 5,7 persen. Angka ini menunjukkan bahwa ekonomi nasional relatif stabil meski berada di tengah gejolak global.
Indikator ini mencerminkan bahwa kebijakan yang diambil selama ini mulai menunjukkan hasil yang positif. Termasuk juga upaya untuk memperkuat sektor riil dan digital secara bersamaan.
2. Indikator Ekonomi yang Mendukung
Beberapa indikator ekonomi seperti konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor masih menunjukkan tren positif. Ini menjadi dasar optimisme bahwa perekonomian nasional bisa terus tumbuh meski dalam kondisi yang penuh ketidakpastian.
3. Peran Marketplace Lokal dalam Stimulus Ekonomi
Marketplace lokal juga diharapkan bisa menjadi bagian dari stimulus ekonomi. Dengan memberikan akses yang lebih luas bagi pelaku usaha kecil, maka konsumsi domestik bisa terus tumbuh.
Platform digital lokal bisa menjadi jembatan antara produsen dan konsumen, sekaligus menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski potensi marketplace lokal besar, tantangan tetap ada. Mulai dari kurangnya infrastruktur digital di daerah terpencil hingga minimnya literasi digital di kalangan pelaku usaha kecil.
Namun, dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kolaborasi antara pemerintah dan swasta, tantangan ini bisa diubah menjadi peluang. Terutama jika pengembangan marketplace lokal dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terkini sesuai dengan kondisi dan kebijakan yang berlaku hingga Maret 2026. Perubahan kebijakan atau kondisi ekonomi global dan lokal ke depannya bisa memengaruhi proyeksi dan rencana yang disebutkan.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













