Banyak keluarga yang biasa menerima bantuan sosial PKH dan BPNT mendadak merasa kebingungan. Di tahap pencairan pertama triwulan I tahun 2026, dana yang biasa cair secara rutin ternyata tidak masuk. Padahal, di akhir tahun 2025, aliran bantuan masih berjalan normal. Setelah mengecek lewat aplikasi Cek Bansos, mereka malah mendapati diri masuk dalam kategori Desil 5.
Hal ini tentu memunculkan banyak pertanyaan. Apakah Desil 5 tidak lagi berhak menerima bansos? Atau justru ada kesalahan data? Agar tidak bingung sendiri, penting untuk memahami sistem desil dan bagaimana pengaruhnya terhadap penerima bansos.
Memahami Sistem Desil dalam Bansos
Sistem desil digunakan sebagai acuan untuk mengukur tingkat kesejahteraan rumah tangga di Indonesia. Pengelompokan ini dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan instruksi dari pemerintah pusat. Tujuannya adalah untuk menjamin bahwa bantuan sosial tepat sasaran dan sampai pada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
1. Pengertian Dasar Desil
Desil merupakan pengelompokan statistik yang membagi populasi menjadi sepuluh bagian yang sama besarnya. Dalam konteks bansos, pengelompokan ini dimulai dari Desil 1 hingga Desil 10.
- Desil 1: Keluarga paling tidak mampu.
- Desil 10: Keluarga paling sejahtera.
Data ini kemudian digunakan oleh Kementerian Sosial sebagai dasar penetapan calon penerima bansos seperti PKH dan BPNT.
2. Dasar Hukum Penetapan Desil
Penetapan peringkat desil ini tertuang dalam Keputusan Menteri Sosial Nomor 22/HUK/2026. Dokumen resmi ini dirilis pada 26 Januari 2026 dan menjadi landasan teknis dalam menyalurkan bantuan sosial secara selektif dan terukur.
Kenapa Desil 5 Tak Lagi Terima PKH dan BPNT?
Salah satu poin penting dalam kebijakan baru adalah batas maksimal penerima bansos PKH dan BPNT hanya mencakup keluarga yang masuk dalam Desil 1 hingga Desil 4. Artinya, keluarga yang tergolong Desil 5 ke atas tidak lagi menjadi prioritas utama.
1. Kebijakan Prioritas Bansos
Perubahan ini didasarkan pada evaluasi anggaran dan efisiensi penyaluran bansos. Pemerintah ingin memastikan bahwa dana yang tersedia disalurkan kepada keluarga yang benar-benar rentan secara ekonomi.
- Desil 1–4: Masih berhak menerima PKH dan BPNT.
- Desil 5 ke atas: Tidak lagi menjadi prioritas penerima bansos reguler.
2. Alasan Teknis di Balik Pembatasan
Pembatasan ini juga sejalan dengan prinsip ODS (Outcome-Based Development) yang diterapkan pemerintah. Yakni, bansos tidak hanya ditujukan untuk membantu secara umum, tapi juga harus mendorong peningkatan taraf hidup secara bertahap.
Apa yang Harus Dilakukan jika Masuk Desil 5?
Bagi keluarga yang baru menyadari bahwa dirinya masuk dalam Desil 5, ada beberapa langkah yang bisa diambil agar tetap bisa mengakses bentuk dukungan lain dari pemerintah.
1. Verifikasi Ulang Data Kemiskinan
Langkah pertama adalah memverifikasi kembali data yang digunakan oleh BPS. Kesalahan input atau perubahan kondisi keluarga bisa menjadi faktor kenapa seseorang naik ke Desil 5.
- Pastikan data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sudah sesuai.
- Laporkan ketidaksesuaian ke fasilitator setempat (seperti tenaga pendamping sosial atau kantor kelurahan).
2. Ajukan Reevaluasi Melalui Kanal Resmi
Jika yakin ada kesalahan, masyarakat bisa mengajukan reevaluasi melalui:
- Aplikasi Cek Bansos
- Situs resmi Kementerian Sosial
- Datangi langsung kantor dinas sosial kabupaten/kota
Proses ini biasanya memakan waktu 1–2 bulan tergantung beban kerja verifikator.
3. Manfaatkan Program Bansos Lain
Meski tidak mendapat PKH atau BPNT, keluarga Desil 5 tetap bisa mengakses program lain seperti:
- Bantuan Sembako Non-Tunai (BSNT): Untuk kebutuhan pokok.
- Program Keluarga Harapan Plus (PKH+): Diperuntukkan bagi keluarga yang hampir keluar dari garis kemiskinan.
- BLT Dana Desa: Bantuan yang disalurkan oleh pemerintah daerah.
Perbandingan Hak Penerima Bansos Berdasarkan Desil
| Desil | PKH | BPNT | BSNT | PKH+ |
|---|---|---|---|---|
| 1 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ |
| 2 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ |
| 3 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ |
| 4 | ✓ | ✓ | ✓ | ✓ |
| 5 | ✗ | ✗ | ✓ | ✓ |
| 6–10 | ✗ | ✗ | ✓ | ✓ |
Catatan: Tanda ✓ berarti berhak menerima, sedangkan ✗ tidak berhak.
Tips agar Tetap Bisa Mengakses Dukungan Sosial
Selain mengklarifikasi status desil, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar tetap mendapatkan manfaat dari program pemerintah.
1. Ikuti Pelatihan Kemandirian
Program seperti pelatihan kewirausahaan atau pelatihan keterampilan kerap diselenggarakan oleh dinas sosial atau LSM mitra pemerintah. Ini bisa meningkatkan peluang keluarga keluar dari garis kemiskinan.
2. Jaga Partisipasi dalam Program Kesehatan dan Pendidikan
PKH misalnya, sangat bergantung pada partisipasi aktif keluarga dalam layanan kesehatan dan pendidikan. Meskipun tidak lagi menerima bansos, menjaga partisipasi ini bisa membuka peluang kembali masuk ke program di masa depan.
3. Awasi Penyaluran Bansos Secara Berkala
Gunakan fitur notifikasi di aplikasi Cek Bansos agar tidak ketinggalan informasi terbaru soal penyaluran bansos. Jangan ragu untuk menanyakan langsung ke petugas jika ada ketidaksesuaian.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini berlaku berdasarkan kebijakan yang dirilis hingga Februari 2026. Kebijakan bansos dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada evaluasi anggaran nasional dan situasi ekonomi yang berkembang. Data desil juga bersifat dinamis dan bisa diperbarui setiap tahun berdasarkan hasil survei BPS.
Selalu pastikan informasi terbaru melalui situs resmi Kementerian Sosial atau aplikasi Cek Bansos agar tidak ketinggalan update penting.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













