Suasana di ruang kontrol Kilang Pertamina International Unit VI Balongan terasa berbeda saat Ramadan tiba. Bukan suasana khidmat ibadah yang terlihat, melainkan fokus penuh para pekerja dalam menjaga operasional kilang tetap berjalan. Salah satunya adalah Suhur, seorang Perwira Pekerja yang sudah lebih dari 30 tahun mengabdi di lokasi yang sama. Ia kerap melewati Idulfitri di tengah deretan panel kontrol, bukan di meja makan bersama keluarga.
Bagi Suhur, tugas ini bukan sekadar kewajiban. Ia memandangnya sebagai bentuk kontribusi nyata untuk kenyamanan dan ketersediaan energi bagi masyarakat. Saat sebagian orang bersiap merayakan kemenangan, ia dan ribuan pekerja lainnya justru semakin waspada. Mereka memastikan bahwa aliran energi tetap mengalir, kendaraan bisa bergerak, dan aktivitas industri tidak terganggu.
Peran Kilang dalam Menjaga Stabilitas Energi Nasional
Kilang Balongan bukan hanya fasilitas pengolahan minyak mentah. Tempat ini menjadi salah satu tulang punggung distribusi energi di Jawa Barat dan sekitarnya. Sejak mulai beroperasi pada tahun 1993, kilang ini telah menjadi saksi perjalanan karier Suhur dan rekan-rekannya yang lain. Mereka menjaga proses produksi bahan bakar minyak (BBM) agar tetap berjalan stabil, terutama saat permintaan meningkat seperti di bulan Ramadan dan Idulfitri.
Selama periode Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri 2026, seluruh kilang Pertamina, termasuk Balongan, berada dalam kondisi siaga penuh. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan pasokan energi tetap mencukupi kebutuhan masyarakat yang tinggi saat arus mudik dan arus balik.
1. Pengawasan Operasional 24 Jam
Selama masa Satgas, kilang menjalankan sistem shift 24 jam tanpa henti. Setiap pekerja, termasuk teknisi dan operator, bergiliran memastikan mesin dan alat produksi tetap berjalan optimal. Ini mencakup pemantauan suhu, tekanan, serta kualitas produk akhir seperti Premium, Solar, dan LPG.
2. Pemeliharaan Preventif Rutin
Sebelum Ramadan dimulai, seluruh unit produksi menjalani pemeliharaan besar-besaran. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan teknis saat kebutuhan energi sedang tinggi. Tim teknisi memastikan bahwa semua peralatan berada dalam kondisi prima dan siap beroperasi selama periode kritis ini.
3. Koordinasi Internal dan Eksternal
Kilang tidak bekerja sendirian. Ada koordinasi erat antara unit produksi, transportasi, dan distribusi. Selama Ramadan dan Idulfitri, Pertamina juga bekerja sama dengan pihak eksternal seperti Badan Pengelola Transportasi Jalan Raya (BPTJ) untuk memastikan BBM tersedia di SPBU sepanjang jalur mudik.
Strategi Distribusi Energi Saat Arus Mudik dan Balik
Pertamina telah menyiapkan strategi distribusi yang matang untuk menghadapi lonjakan permintaan energi saat Idulfitri. Perusahaan memperkirakan akan terjadi peningkatan konsumsi BBM dan LPG sebesar 15 hingga 20 persen dibandingkan bulan biasa. Untuk itu, seluruh rantai pasok energi disiapkan sedemikian rupa agar tidak terjadi kekosongan.
Berikut adalah rincian strategi distribusi energi selama masa Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026:
| Komponen | Kegiatan | Target |
|---|---|---|
| Produksi Kilang | Meningkatkan kapasitas produksi hingga 110% dari kapasitas normal | Memenuhi kebutuhan tambahan saat arus mudik |
| Distribusi BBM | Penambahan armada tangki dan frekuensi pengiriman | Menjaga stok BBM di SPBU tetap stabil |
| Distribusi LPG | Penambahan stok di depot dan agen penyalur | Mencegah kelangkaan di wilayah rawan kebutuhan tinggi |
| Koordinasi Logistik | Sinkronisasi data real-time antar unit operasional | Menghindari bottleneck di jalur distribusi |
Tantangan yang Dihadapi Selama Satgas
Meski sudah terbiasa, menjalankan tugas selama Ramadan dan Idulfitri tetap memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah keterbatasan tenaga kerja karena sebagian pekerja memilih pulang ke kampung halaman. Namun, dengan sistem shift yang dirancang matang, hal ini bisa diatasi.
1. Kesiapan Personel
Setiap pekerja yang terlibat dalam Satgas harus lolos seleksi kesiapan fisik dan mental. Mereka yang tidak siap secara kondisi diberi opsi untuk tidak ikut shift selama periode kritis.
2. Kondisi Cuaca dan Logistik
Cuaca ekstrem seperti hujan deras atau banjir bisa mengganggu distribusi. Oleh karena itu, Pertamina juga menyiapkan jalur distribusi alternatif dan jalur darat cadangan agar pasokan tetap mengalir.
3. Keamanan Jalur Distribusi
Kejahatan jalanan seperti pencurian BBM kerap meningkat saat arus mudik. Untuk itu, Pertamina bekerja sama dengan pihak kepolisian dan TNI untuk memastikan keamanan jalur distribusi tetap terjaga.
Imbauan untuk Penggunaan Energi yang Bijak
Melalui Vice President Corporate Communication, Muhammad Baron, Pertamina mengingatkan masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak. Meskipun pasokan disiapkan dengan matang, konsumsi yang tidak terkendali bisa berdampak pada ketersediaan di wilayah tertentu.
Pemerintah dan Pertamina sepakat bahwa penggunaan energi yang hemat dan sesuai kebutuhan adalah kunci menjaga stabilitas pasokan. Terutama saat Idulfitri, saat permintaan bisa melonjak secara tiba-tiba.
Kesadaran Kolektif dalam Menjaga Energi Nasional
Suhur dan ribuan pekerja kilang lainnya adalah bagian dari sistem besar yang menjaga ketersediaan energi nasional. Mereka tidak hanya bekerja, tapi juga berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia. Saat orang-orang bersiap pulang ke kampung halaman, mereka justru bersiap untuk bekerja lebih keras.
Tidak semua pekerjaan terlihat dari luar. Tapi di balik deretan panel kontrol dan mesin raksasa, ada manusia yang memilih untuk tetap hadir, menjaga agar semua tetap berjalan.
Penutup
Peran pekerja kilang dalam menjaga ketersediaan energi selama Ramadan dan Idulfitri adalah bentuk pengabdian yang tidak ternilai. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, yang memastikan bahwa saat masyarakat bersiap merayakan, kebutuhan dasar seperti BBM dan LPG tetap tersedia.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat estimasi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi lapangan dan kebijakan operasional Pertamina serta instansi terkait. Jadwal, kapasitas produksi, dan strategi distribusi dapat disesuaikan sesuai kebutuhan aktual di lapangan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













