Tokoh politik senior Iran, Ali Larijani, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Israel pada 17 Maret 2026. Kabar ini langsung memanasnya suasana politik di Timur Tengah, mengingat posisi Larijani yang tak hanya sentral dalam pemerintahan, tapi juga berpengaruh besar dalam diplomasi dan kebijakan keamanan nasional.
Kematian Larijani bukan hanya menjadi pukulan bagi Iran, tapi juga menandai eskalasi konflik regional yang mungkin akan berdampak lebih luas. Ia dikenal sebagai salah satu arsitek utama kebijakan luar negeri Iran, terutama dalam isu nuklir yang selama ini menjadi sorotan dunia.
Profil Singkat Ali Larijani
Ali Larijani lahir pada 3 Juni 1958 di Najaf, Irak. Ia berasal dari keluarga yang dikenal sangat berpengaruh di ranah keagamaan dan politik Iran. Larijani adalah lulusan Filsafat dari Universitas Tehran dan sempat mengejar studi lebih lanjut di Inggris. Latar belakang akademisnya ini membentuk pemikiran politiknya yang cenderung moderat namun tetap berpijak pada prinsip revolusi Islam.
Ia dikenal sebagai sosok yang cerdas, berwawasan luas, dan mampu menjembatani berbagai faksi dalam sistem politik Iran. Dalam perjalanannya, Larijani menempuh karier yang panjang dan beragam, dari akademisi hingga pejabat tinggi negara.
Jejak Karier Politik Ali Larijani
1. Awal Karier dan Keterlibatan Media
Larijani mulai dikenal publik melalui keterlibatannya di media nasional. Ia menjadi kepala penyiaran nasional Iran (IRIB) pada awal 2000-an. Di sini, ia memainkan peran penting dalam menyelaraskan konten media dengan kebijakan negara.
2. Jabatan di Dewan Keamanan Nasional
Pada masa pemerintahan Mahmoud Ahmadinejad, Larijani menjabat sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional. Ia menjadi salah satu penasihat utama dalam urusan keamanan dan diplomasi luar negeri.
3. Ketua Parlemen Iran
Salah satu pencapaian terbesar Larijani adalah menjadi Ketua Majelis Syura Islam Iran selama lebih dari satu dekade, dari tahun 2008 hingga 2020. Ia dikenal mampu menjaga stabilitas internal parlemen meski dalam kondisi politik yang penuh gejolak.
4. Peran dalam Diplomasi Nuklir
Larijani terlibat langsung dalam negosiasi terkait program nuklir Iran. Ia menjadi salah satu tokoh kunci dalam pembicaraan dengan kelompok P5+1, yang membawa Iran pada kesepakatan nuklir tahun 2015. Meski kesepakatan itu akhirnya runtuh, perannya tetap dihargai oleh banyak pihak.
5. Pengaruh di Balik Panggung Politik
Dalam beberapa tahun terakhir, Larijani semakin dekat dengan pusat kekuasaan. Ia disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang memiliki pengaruh besar dalam pengambilan keputusan strategis, bahkan dianggap sebagai “pemimpin bayangan” di balik kebijakan luar negeri Iran.
Dampak Kematian Ali Larijani
1. Kehilangan Tokoh Moderat
Kematian Larijani menjadi kehilangan besar bagi kalangan moderat di Iran. Ia dikenal sebagai tokoh yang mampu menjaga keseimbangan antara prinsip revolusi dan kebutuhan diplomasi internasional.
2. Perubahan Dinamika Kekuasaan
Dengan hilangnya Larijani, struktur kekuasaan di Iran akan mengalami pergeseran. Banyak pihak memperkirakan bahwa faksi konservatif akan semakin dominan dalam mengambil keputusan strategis.
3. Reaksi Internasional
Serangan Israel yang menewaskan Larijani dipastikan akan memicu respons keras dari Iran. Ini bisa menjadi titik balik eskalasi konflik yang lebih besar di kawasan.
Perbandingan Tokoh Moderat vs Konservatif di Iran
| Kriteria | Tokoh Moderat (seperti Larijani) | Tokoh Konservatif |
|---|---|---|
| Pendekatan Diplomasi | Lebih terbuka terhadap dialog internasional | Lebih proteksionis dan anti-Barat |
| Pandangan Ekonomi | Mendukung keterlibatan asing terbatas | Menolak dominasi asing |
| Sikap terhadap Kesepakatan Nuklir | Mendukung kompromi | Skeptis terhadap negosiasi |
| Pengaruh di Masyarakat | Lebih kuat di kalangan urban dan muda | Kuat di kalangan agamawan dan tradisionalis |
Reaksi dan Kondisi Pasca-Serangan
Setelah serangan yang menewaskan Larijani, pemerintah Iran langsung menyatakan kematian beliau sebagai martir. Upacara pemakaman digelar dengan penghormatan militer tingkat tinggi. Banyak pejabat senior dan tokoh masyarakat mengungkapkan bela sungkawa.
Di sisi lain, reaksi internasional cukup beragam. Beberapa negara menyerukan de-escalation, sementara yang lain memperkirakan akan terjadi balasan dari Iran. Situasi ini membuat ketegangan di kawasan semakin memanas.
Penutup
Ali Larijani bukan hanya seorang politisi, tapi juga seorang pemikir yang memahami kompleksitas politik internasional. Kehilangannya meninggalkan kekosongan besar dalam sistem kepemimpinan Iran, terutama di tengah ketegangan yang terus meningkat dengan negara-negara Barat.
Dengan kepergian tokoh seperti Larijani, masa depan politik Iran menjadi semakin tidak menentu. Apakah akan muncul figur baru yang mampu menjaga keseimbangan seperti dirinya, atau justru akan terjadi pergeseran ke arah yang lebih radikal?
Hanya waktu yang bisa menjawab.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini didasarkan pada laporan media dan kondisi hingga Maret 2026. Situasi politik dan informasi terkait tokoh-tokoh publik dapat berubah sewaktu-waktu.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.









