Perbankan

Bank Raya Melalui Transformasi Digital untuk Mendorong Bisnis Berkelanjutan

Fadhly Ramadan
×

Bank Raya Melalui Transformasi Digital untuk Mendorong Bisnis Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Bank Raya Melalui Transformasi Digital untuk Mendorong Bisnis Berkelanjutan

Langkah transformasi digital Bank Raya terus memberi dampak positif bagi pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Meski di tengah dinamika tahun 2025 terjadi sedikit perlambatan kinerja keuangan, langkah-langkah perbaikan yang diambil secara bertahap mulai menunjukkan hasil. Salah satunya adalah penurunan portfolio dari debitur legacy yang dilakukan melalui pembentukan cadangan. Langkah ini dianggap sebagai investasi jangka panjang demi stabilitas dan kesehatan bisnis ke depan.

Di sisi lain, pertumbuhan bisnis digital terus menunjukkan progres yang solid. Porsi kontribusi digital lending kini mencapai 39,8 persen, naik dari sebelumnya 32,1 persen. Angka ini menunjukkan bahwa strategi transformasi digital Bank Raya mulai membuahkan hasil. Apalagi dengan dukungan ekosistem BRI Group, sinergi ini membuka peluang kolaborasi yang luas dengan berbagai kluster usaha dan komunitas bisnis.

Kinerja Keuangan dan Likuiditas Bank Raya Tetap Terjaga

Meski dalam fase transisi, Bank Raya tetap stabil dan likuiditas terjaga. Rasio (LDR) tercatat di angka 80,83 persen, sedangkan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) berada di 84,41 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa bank memiliki keseimbangan yang baik antara penyaluran pinjaman dan dana pihak ketiga.

Selain itu, rasio LCR (Liquidity Coverage Ratio) mencatat angka 474,93 persen dan NSFR (Net Stable Funding Ratio) sebesar 171,98 persen. Angka-angka tersebut jauh melampaui ketentuan minimum yang hanya 100 persen. Artinya, Bank Raya memiliki buffer likuiditas yang sangat kuat untuk menghadapi potensi tekanan jangka pendek.

1. Rasio Modal Tetap Kokoh Mendukung Ekspansi

Dari sisi permodalan, Bank Raya juga menunjukkan performa solid. Total Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 40,25 persen, sementara Tier 1 CAR berada di level 39,30 persen. Angka ini jauh melebihi batas minimum dan memberikan ruang gerak besar bagi ekspansi bisnis ke depan.

2. Laba Bersih Naik Signifikan di Awal 2026

Komitmen terhadap perbaikan kualitas aset mulai terlihat dari kinerja awal tahun 2026. Di bulan Februari saja, Bank Raya mencatat bersih sebesar Rp5,11 miliar. Pendapatan bunga juga mencapai Rp194 miliar, dengan pertumbuhan positif dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

3. Pertumbuhan Pendapatan Bunga Didominasi Digital Lending

Salah satu faktor utama peningkatan pendapatan bunga adalah kenaikan outstanding digital lending yang tumbuh dua digit. Ini menunjukkan bahwa produk digital lending Bank Raya mulai banyak diminati, terutama oleh kalangan pelaku usaha mikro dan menengah.

Fokus pada Keberlanjutan dan Good Corporate Governance

Transformasi digital bukan hanya soal teknologi, tapi juga tentang bagaimana bank beroperasi secara berkelanjutan. Bank Raya memposisikan diri sebagai lembaga keuangan yang tidak hanya fokus pada profit, tapi juga pada dampak sosial dan lingkungan. Inisiatif ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang digaungkan PBB.

1. Penyaluran Kredit UMKM Terus Naik

Penyaluran kredit kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan tren positif. Ini menjadi salah satu wujud dukungan nyata Bank Raya terhadap ekonomi inklusif. Selain itu, digital lending juga turut mendorong inklusi keuangan dengan menyediakan akses yang lebih mudah dan cepat.

2. Penghematan Energi dan Emisi Karbon

Dalam bidang lingkungan, Bank Raya berhasil mengurangi konsumsi dan penggunaan kertas secara signifikan. Selain itu, bank ini juga aktif melaporkan emisi karbon kepada Otoritas (OJK) sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab terhadap isu perubahan .

3. Program Penanaman Mangrove via Aplikasi Raya

Sebagai bagian dari pilar lingkungan, Bank Raya meluncurkan Pantura Greenbelt Program. Program ini menanam 3.500 bibit pohon bakau untuk setiap transaksi yang dilakukan nasabah melalui aplikasi Raya. Targetnya, program ini bisa menyerap karbon sebanyak 28 ton CO2 per tahun, dan akan terus meningkat seiring waktu.

4. Literasi Keuangan dan CSR Aktif

Di bidang sosial, Bank Raya terus meningkatkan kapabilitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi ESG (Environmental, Social, and Governance). Sejak tahun 2025, bank ini telah menghadirkan lebih dari 100 episode edukasi keuangan, baik secara mandiri maupun bekerja sama dengan para ahli dan komunitas usaha.

Penguatan Infrastruktur Teknologi dan Tata Kelola

Transformasi digital tidak bisa berjalan tanpa teknologi informasi yang kuat dan tata kelola yang baik. Oleh karena itu, Bank Raya terus melakukan pengembangan sistem TI dan penguatan tata kelola perusahaan.

1. Sertifikasi Internasional untuk Keamanan Data

Bank Raya telah menerapkan standar /IEC 27001:2022 untuk sistem manajemen keamanan informasi. Standar ini mencakup pengelolaan risiko, perlindungan data, hingga kontrol operasional TI. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kepercayaan nasabah dan mitra bisnis.

2. Raihan Predikat “Sangat Terpercaya” di CGPI 2025

Pada tahun 2025, Bank Raya berhasil meraih predikat “Sangat Terpercaya” dalam Corporate Governance Perception Index (CGPI). Ini merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya dan menunjukkan bahwa praktik tata kelola perusahaan di bank ini semakin matang dan transparan.

3. Serangkaian Sertifikasi Lain untuk Kredibilitas Global

Selain ISO/IEC 27001:2022, Bank Raya juga memegang sejumlah sertifikasi penting seperti:

Sertifikasi Fokus Utama
ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan
ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu
ISO 20000-1:2018 IT Service Management System

4. Masuk Dalam Indeks ESG Bergengsi

Bank Raya juga berhasil masuk dalam beberapa indeks ESG ternama, termasuk:

Indeks Nilai/Skor
ESGS KEHATI BEI (Sep–Nov 2025) Terpilih
Katadata ESG Index (KESGI) 53,17 (naik dari 48,58 di tahun sebelumnya)

Sinergi Ekosistem BRI Group Dorong Pertumbuhan

Dengan dukungan ekosistem BRI Group, Bank Raya memiliki akses ke berbagai platform digital, kluster usaha, dan komunitas pelaku bisnis. Kolaborasi ini tidak hanya mempercepat adopsi layanan digital, tapi juga memperluas jaringan distribusi dan segmentasi pasar.

Sinergi ini juga membantu Bank Raya dalam mengembangkan solusi keuangan yang lebih tepat sasaran. Misalnya, produk digital lending yang dirancang khusus untuk pelaku UMKM yang tergabung dalam komunitas mitra BRI Group.

Kesimpulan

Transformasi digital Bank Raya bukan sekadar perubahan sistem operasional, tapi juga sebuah komitmen untuk tumbuh secara berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dengan fokus pada kualitas aset, penguatan teknologi, serta penerapan prinsip ESG, bank ini menunjukkan bahwa bisnis bisa menguntungkan sekaligus bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat referensial dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi makro ekonomi, regulasi, dan kebijakan internal perusahaan.

Fadhly Ramadan
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.