Nasional

Bahlil Dorong Pengembangan Proyek Masela Usai Setujui Investasi USD20 Miliar

Retno Ayuningrum
×

Bahlil Dorong Pengembangan Proyek Masela Usai Setujui Investasi USD20 Miliar

Sebarkan artikel ini
Bahlil Dorong Pengembangan Proyek Masela Usai Setujui Investasi USD20 Miliar

Setelah bertahun-tahun tertunda, proyek Lapangan Abadi di Blok Masela, Maluku, akhirnya mulai menunjukkan cahaya di ujung terowongan. Kesepakatan investasi senilai USD20 miliar baru saja dicapai, dan langkah-langkah konkret untuk mempercepat pelaksanaannya mulai digeber. Menteri ESDM tak main-main soal ini. Ia ingin proyek yang sempat macet selama hampir tiga dekade ini bisa rampung dalam waktu dekat.

Proyek ini bukan sekadar soal infrastruktur energi. Ini adalah salah satu kunci penggerak ekonomi kawasan timur Indonesia. Selain itu, Lapangan Abadi juga akan menjadi sumber pasok yang besar untuk kebutuhan nasional ke depannya. Dengan produksi hingga 9 juta ton per tahun, potensi yang dimiliki sangat besar untuk mendukung program hilirisasi energi.

Momentum Baru Setelah Kesepakatan Investasi

Langkah penting baru saja diambil. Pertemuan antara Bahlil dan CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda, membuka jalan bagi percepatan proyek yang sempat mandek karena berbagai kendala regulasi dan pasar. Salah satu fokus utama sekarang adalah menyelesaikan tahap FEED (front-end engineering and design). Targetnya, rampung di kuartal kedua atau paling lambat kuartal ketiga .

Setelah itu, proses tender untuk kontrak EPC (engineering, procurement, and construction) bisa dimulai secara paralel. Bahlil menegaskan bahwa ini adalah langkah strategis agar proyek tidak kembali terlambat. “Ini sudah 27 tahun. Masa kita tunggu sampai usia saya 60 tahun baru jadi,” ujarnya tegas.

1. Target FEED Harus Terpenuhi di Semester I 2026

FEED merupakan fase kritis sebelum memasuki tahap konstruksi. Di sinilah detail teknis proyek disempurnakan. Bila berhasil diselesaikan tepat waktu, maka proyek bisa langsung masuk ke tahap pelaksanaan fisik.

2. Tender EPC Dimulai Paralel dengan FEED

Dengan memulai tender EPC bersamaan dengan FEED, waktu pelaksanaan bisa dipersingkat. Ini adalah strategi efisiensi yang biasa digunakan di proyek-proyek besar .

3. Pemerintah Siap Jadi Pembeli jika Diperlukan

Salah satu risiko utama dalam proyek LNG adalah kepastian pembeli. Untuk itu, Bahlil menawarkan agar PT Danantara (anak ) siap menjadi pembeli jika hingga akhir April 2026 belum ada buyer asing yang serius. Ini sebagai bentuk dukungan pemerintah agar proyek tetap berjalan lancar.

Perizinan Telah Sebagian Besar Selesai

Di sisi administratif, progres juga sudah cukup signifikan. Beberapa izin penting telah diterbitkan pada awal 2026. Termasuk di antaranya:

Jenis Izin Tanggal Diterbitkan Instansi Terkait
Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan Januari 2026 Kementerian Kehutanan
Persetujuan Lingkungan (AMDAL) 13 Februari 2026 KLHK

Kelengkapan izin ini memberi sinyal kuat bahwa proyek tidak lagi terganjal regulasi. Semua elemen birokrasi mulai tersinkronisasi dengan baik.

Komitmen INPEX Tinggi, Proyek Dipandang Serius

CEO INPEX, Takayuki Ueda, juga menyatakan komitmennya yang tinggi terhadap proyek ini. Ia bahkan mengaku sudah 12 tahun terlibat dalam pengembangan Lapangan Abadi. “Bukan hanya Pak Menteri, kami juga punya yang sama,” katanya.

Ueda menambahkan bahwa diskusi dengan Bahlil memberi dorongan semangat baru bagi timnya. Dengan adanya kepastian arah dan dukungan kuat dari pemerintah, proyek bisa bergerak lebih cepat.

Potensi Ekonomi dan Strategi Hilirisasi

Lapangan Abadi bukan cuma soal produksi gas mentah. Ini adalah bagian dari rencana besar Indonesia untuk mengembangkan industri hilir energi, khususnya LNG. Dengan adanya pasokan LNG yang stabil, program hilirisasi bisa berjalan lebih optimal.

Selain itu, proyek ini juga diharapkan bisa menjadi magnet investasi baru di wilayah Maluku dan Papua. Pengembangan infrastruktur pendukung, seperti pelabuhan dan jaringan transmisi gas, akan memberi multiplier effect bagi ekonomi lokal.

Tantangan yang Masih Ada

Meski banyak hal sudah berjalan positif, beberapa tantangan tetap perlu diwaspadai. Salah satunya adalah fluktuasi harga LNG global yang bisa memengaruhi minat buyer. Selain itu, pengelolaan lingkungan dan sosial di lokasi proyek juga harus terus dijaga agar tidak muncul isu baru yang bisa menghambat progres.

Jadwal Target Utama Proyek Abadi Masela

Berikut perkiraan jadwal penting yang menjadi target utama proyek hingga tahap produksi:

Tahapan Target Waktu
Penyelesaian FEED Q2-Q3 2026
Tender EPC Q3 2026
Mulai Konstruksi Awal 2027
Produksi Pertama 2029 (estimasi)

Disclaimer: Jadwal dan anggaran di atas bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung kondisi lapangan, regulasi, serta dinamika pasar global.


Proyek Abadi Masela adalah cerminan ambisi Indonesia untuk bangkit dari ketergantungan energi tradisional menuju sistem energi yang lebih dan ramah lingkungan. Dengan investasi besar dan komitmen tinggi dari semua pihak, proyek ini punya potensi untuk menjadi salah satu tonggak pengembangan energi nasional di era transisi energi global.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.