Finansial

Pertumbuhan Bisnis Paylater Bank Menyambut Musim Lebaran yang Makin Dekat

Rista Wulandari
×

Pertumbuhan Bisnis Paylater Bank Menyambut Musim Lebaran yang Makin Dekat

Sebarkan artikel ini
Pertumbuhan Bisnis Paylater Bank Menyambut Musim Lebaran yang Makin Dekat

Permintaan layanan buy now pay later (BNPL) dari sektor perbankan terus menunjukkan tren positif menjelang Lebaran 2026. Momentum libur panjang Idulfitri memicu lonjakan penggunaan layanan ini, terutama untuk kebutuhan mudik, belanja, hingga pembelian tiket transportasi.

Data dari (OJK) mencatat, baki debit BNPL perbankan pada Januari 2026 naik 20% secara tahunan. Bahkan sejak Desember 2025, pertumbuhan sudah mencapai 19,25% (yoy). Angka ini menunjukkan bahwa BNPL bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan konsumsi digital masyarakat.

Mengapa BNPL Semakin Populer?

Peningkatan penggunaan BNPL tidak lepas dari kemudahan dan fleksibilitas yang ditawarkan. Berbeda dengan konvensional, BNPL biasanya memberikan tenor pendek, proses cepat, dan bahkan tanpa bunga untuk periode tertentu. Hal ini membuatnya sangat menarik bagi kalangan masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan instan tanpa langsung mengeluarkan uang tunai.

1. Kebutuhan Mudik Jadi Pemicu Utama

Menjelang Lebaran, kebutuhan untuk mudik menjadi salah satu alasan utama masyarakat menggunakan BNPL. Tiket pesawat, tiket kereta, hingga kebutuhan perjalanan lainnya bisa dibayar secara cicilan tanpa bunga. Ini memberikan ruang gerak finansial yang lebih lega, terutama di tengah lonjakan harga tiket menjelang hari raya.

2. Kemudahan Akses dan Proses Digital

BNPL hadir dalam bentuk aplikasi atau integrasi langsung di merchant digital. Pengguna tinggal memilih , klik opsi pembayaran BNPL, dan transaksi langsung diproses. Proses ini sangat cocok untuk gaya hidup masyarakat urban yang mengutamakan efisiensi waktu.

3. Bunga Rendah atau Bahkan Nol

Salah satu daya tarik utama BNPL adalah fleksibilitas tenor dan bunga. Banyak bank menawarkan promo bunga 0% untuk tenor pendek, menjadikannya alternatif menarik dibandingkan kartu yang biasanya memiliki bunga lebih tinggi.

Bank Besar Turut Melebarkan Sayap di Bisnis BNPL

Sejumlah bank besar tidak tinggal diam melihat potensi bisnis BNPL. BCA, misalnya, mencatat pertumbuhan pengguna layanan paylater-nya sebesar 16% secara tahunan hingga akhir 2025. Jumlah pengguna mencapai 189.000 nasabah dengan outstanding sebesar Rp330 miliar.

1. BCA Catat Pertumbuhan Pengguna Paylater Hingga 16%

BCA melalui Hera F. Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility, menyatakan bahwa layanan paylater selalu mengalami lonjakan di momen-momen tertentu seperti akhir tahun, Ramadan, dan menjelang Lebaran. Ini menunjukkan bahwa layanan ini tidak hanya diminati, tetapi juga menjadi bagian dari strategi .

2. Allo Bank Optimis Prospek BNPL Masih Panjang

Sebagai , Allo Bank menjadikan BNPL sebagai salah satu layanan utamanya. Destya D. Pradityo, Head of Digital Strategy Allo Bank, menyebut bahwa BNPL terus tumbuh sehat, baik dari sisi jumlah transaksi maupun utilisasi limit pengguna. Meski tidak menyebutkan angka spesifik, ia menegaskan bahwa momentum libur panjang menjadi katalisator utama peningkatan transaksi.

Perbandingan BNPL Bank vs Multifinance

Kriteria BNPL Perbankan Multifinance
Sumber Dana Lebih besar dan stabil Terbatas
Bunga Rendah atau 0% untuk tenor pendek Umumnya lebih tinggi
Proses Instan dan digital Bisa lebih lama
Jangkauan Terintegrasi di e-commerce besar Terbatas di merchant tertentu

Dari tabel di atas, terlihat bahwa BNPL perbankan memiliki keunggulan di sisi kapasitas pendanaan dan fleksibilitas . Hal ini membuatnya lebih unggul dalam persaingan, terutama di tengah semakin maraknya .

Faktor Pendukung Lain di Balik Pertumbuhan BNPL

Selain faktor musiman dan kebutuhan konsumtif, ada beberapa elemen lain yang mendorong pertumbuhan BNPL menjelang Lebaran 2026.

1. Adopsi QRIS yang Semakin Luas

Ekonom Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto, menyebut bahwa penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) mempermudah transaksi digital. Integrasi QRIS dengan layanan BNPL membuat proses pembayaran menjadi lebih cepat dan aman, tanpa perlu kartu atau uang tunai.

2. Preferensi Masyarakat pada Layanan Instan

Masyarakat modern cenderung lebih memilih layanan yang cepat dan praktis. BNPL memberikan kemudahan tanpa perlu datang ke cabang bank atau mengisi formulir panjang. Semua bisa dilakukan lewat aplikasi, kapan saja dan di mana saja.

3. Edukasi Finansial yang Semakin Baik

Semakin banyaknya edukasi keuangan digital membuat masyarakat lebih paham tentang cara menggunakan BNPL secara bijak. Ini mengurangi stigma negatif terhadap layanan cicilan dan menjadikannya sebagai alat bantu keuangan yang efektif.

Tantangan dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meski menjanjikan, pertumbuhan BNPL juga membawa sejumlah tantangan. Salah satunya adalah risiko over-limit pengguna yang tidak mengelola keuangan dengan baik.

1. Potensi Ketergantungan pada Layanan Cicilan

Pengguna yang terlalu sering menggunakan BNPL tanpa pengelolaan keuangan yang baik berisiko terjerat utang. Ini bisa berdampak pada kesehatan finansial pribadi dan menurunkan skor kredit di masa depan.

2. Risiko Likuiditas bagi Bank

Bank yang terlalu agresif dalam menawarkan BNPL juga perlu waspada terhadap risiko . Jika jumlah outstanding terlalu besar, bisa memengaruhi kesehatan neraca bank, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi makro.

Tips Bijak Menggunakan BNPL

Bagi pengguna yang ingin memanfaatkan BNPL, penting untuk tetap menjaga kesehatan keuangan pribadi. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti.

1. Pahami Syarat dan Ketentuan

Sebelum menggunakan BNPL, pastikan untuk membaca syarat dan ketentuan dengan teliti. Perhatikan tenor, bunga, dan biaya keterlambatan jika ada.

2. Gunakan Sesuai Kebutuhan, Bukan Keinginan

BNPL bukan alat untuk membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan. Gunakan layanan ini untuk kebutuhan mendesak atau penting saja, agar tidak terjebak dalam siklus utang.

3. Bayar Tepat Waktu

Keterlambatan pembayaran bisa berdampak pada skor kredit dan menimbulkan biaya tambahan. Bayar cicilan tepat waktu untuk menjaga reputasi finansial.

Kesimpulan

Bisnis BNPL perbankan memang tengah tumbuh subur menjelang Lebaran 2026. Lonjakan penggunaan ini dipicu oleh kebutuhan mudik, kemudahan layanan, dan preferensi masyarakat terhadap transaksi digital. Namun, di balik kemudahan tersebut, pengguna tetap perlu bijak dalam mengelola keuangan agar tidak terjebak utang.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga Maret 2026. Angka bisa berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan ekonomi dan kebijakan regulator.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.