Rupiah kembali terkoreksi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu, 4 Maret 2026. Pagi ini, nilai tukarnya dibuka di level Rp16.916 per dolar AS, melemah sekitar 44 poin basis dibandingkan penutupan sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan dari eskalasi ketegangan geopolitik global serta sentimen investor yang masih waspada.
Tak hanya rupiah, sejumlah mata uang Asia juga mengalami depresiasi. Dolar Singapura, Peso Filipina, hingga Rupee India tercatat melemah. Meski begitu, ada pengecualian seperti Won Korea Selatan dan Yen Jepang yang justru menguat. Dinamika ini menunjukkan bahwa pasar sedang mencerna berbagai isu global, terutama terkait ketidakpastian akibat konflik di Timur Tengah.
Kondisi Rupiah dan Dolar AS Hari Ini
Rupiah yang tertekan pagi ini mencerminkan dominasi dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik. Dolar terus menjadi mata uang safe haven pilihan investor ketika situasi global memanas. Kenaikan harga minyak akibat serangan Israel ke Lebanon dan balasan Iran ke infrastruktur energi Teluk Persia semakin memperkuat tekanan pada mata uang-mata uang berkembang, termasuk rupiah.
Indeks dolar AS pun menguat ke level 99,19, naik 0,14%. Penguatan ini diperkuat oleh ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan tetap agresif dalam kebijakan suku bunga. Investor pun menahan diri dan lebih memilih dolar sebagai aset yang lebih aman.
Di sisi domestik, Badan Pusat Statistik mencatat surplus neraca dagang sebesar US$0,95 miliar pada Januari 2026. Ini merupakan surplus ke-69 berturut-turut. Namun, defisit di sektor migas masih menjadi penghambat, mencatatkan defisit US$2,27 miliar karena impor minyak mentah dan BBM.
Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar Indonesia
Berikut adalah rincian kurs dolar AS hari ini di empat bank besar Indonesia: BCA, BRI, Mandiri, dan BNI. Kurs yang ditampilkan adalah berdasarkan e-rate, TT counter, dan bank notes. Perlu dicatat bahwa kurs ini bisa berbeda antarbank dan berlaku pada waktu tertentu saja.
1. Kurs Dolar AS di BCA Hari Ini
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menetapkan kurs dolar AS pagi ini sebagai berikut:
- E-rate: Beli Rp16.901, Jual Rp16.921
- TT Counter: Beli Rp16.745, Jual Rp17.045
- Bank Notes: Beli Rp16.745, Jual Rp17.045
BCA yang dikenal sebagai bank swasta terbesar di Indonesia menawarkan selisih yang cukup ketat antara kurs beli dan jual pada e-rate. Namun, untuk transaksi tunai, selisihnya cukup signifikan.
2. Kurs Dolar AS di BRI Hari Ini
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan kurs berikut:
- E-rate: Beli Rp16.898, Jual Rp16.925
- TT Counter: Beli Rp16.820, Jual Rp17.020
BRI sebagai bank pelat merah tetap menjaga konsistensi dalam penawaran kurs. E-rate-nya relatif kompetitif, meski selisih dengan TT counter cukup lebar.
3. Kurs Dolar AS di Bank Mandiri Hari Ini
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menyajikan beberapa jenis kurs:
- Special Rate: Beli Rp16.920, Jual Rp16.950
- TT Counter: Beli Rp16.650, Jual Rp16.950
- Bank Notes: Beli Rp16.720, Jual Rp17.020
Bank dengan logo pita emas ini menawarkan harga jual yang sama untuk special rate dan TT counter, tetapi harga beli yang sangat berbeda. Ini bisa menjadi pertimbangan penting bagi nasabah yang ingin menukar uang.
4. Kurs Dolar AS di BNI Hari Ini
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menetapkan:
- Special Rate: Beli Rp16.899, Jual Rp16.919
- TT Counter & Bank Notes: Beli Rp16.705, Jual Rp17.005
BNI menawarkan e-rate yang cukup kompetitif. Namun, untuk transaksi tunai, selisih antara beli dan jual cukup besar, mirip dengan bank lainnya.
Faktor yang Mempengaruhi Kurs Dolar AS Hari Ini
1. Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
Konflik antara Israel dan Iran kembali memanas. Serangan Israel ke Lebanon dan balasan Iran ke infrastruktur energi Teluk Persia memicu lonjakan harga minyak. Lonjakan ini berpotensi mendorong inflasi global dan memperkuat dolar AS sebagai safe haven.
2. Ekspektasi Kebijakan The Fed
Pernyataan dari pejabat The Fed akan terus menjadi sorotan pasar. Jika nada mereka hawkish atau agresif, dolar bisa semakin menguat. Sebaliknya, jika lebih dovish, rupiah dan mata uang lain bisa mendapat ruang untuk menguat.
3. Data Neraca Dagang Indonesia
Meski neraca dagang surplus, defisit di sektor migas masih menjadi beban. Impor minyak mentah dan BBM terus menggerogoti surplus tersebut. Ini bisa memperlebar tekanan pada rupiah jika harga minyak global terus tinggi.
Tips Memantau Kurs Dolar AS
1. Cek Kurs Secara Berkala
Kurs bisa berubah dalam hitungan jam, bahkan menit. Untuk transaksi besar, selalu cek kurs terbaru dari beberapa bank agar mendapat harga terbaik.
2. Pilih Jenis Kurs yang Sesuai
E-rate biasanya lebih menguntungkan untuk transaksi elektronik, sedangkan TT counter atau bank notes cocok untuk transaksi tunai. Pahami perbedaannya agar tidak rugi.
3. Hindari Waktu Sibuk
Kurs bisa lebih fluktuatif saat jam sibuk atau jelang akhir pekan. Jika tidak mendesak, tunda transaksi hingga situasi lebih stabil.
Tabel Perbandingan Kurs Dolar AS di Empat Bank Besar
| Bank | E-Rate Beli | E-Rate Jual | TT Counter Beli | TT Counter Jual | Bank Notes Beli | Bank Notes Jual |
|---|---|---|---|---|---|---|
| BCA | Rp16.901 | Rp16.921 | Rp16.745 | Rp17.045 | Rp16.745 | Rp17.045 |
| BRI | Rp16.898 | Rp16.925 | Rp16.820 | Rp17.020 | – | – |
| Mandiri | Rp16.920 | Rp16.950 | Rp16.650 | Rp16.950 | Rp16.720 | Rp17.020 |
| BNI | Rp16.899 | Rp16.919 | Rp16.705 | Rp17.005 | Rp16.705 | Rp17.005 |
Disclaimer
Data kurs di atas bersifat mengambang dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar. Harga yang tercantum adalah berdasarkan update terakhir dari masing-masing bank pada pagi hari Rabu, 4 Maret 2026. Untuk informasi lebih akurat dan terkini, disarankan untuk langsung menghubungi bank terkait atau mengakses situs resmi mereka.
Nilai tukar rupiah yang masih tertekan menunjukkan bahwa tekanan global belum selesai. Sentimen investor, kebijakan moneter global, dan isu geopolitik akan terus menjadi pendorong utama pergerakan kurs. Memantau secara berkala dan bijak memilih waktu transaksi bisa menjadi kunci untuk menghindari kerugian.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













