Para pemimpin baru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi ditetapkan setelah melewati proses seleksi ketat berupa fit and proper test. Keputusan ini diambil melalui musyawarah mufakat di Komisi XI DPR, menandai awal babak baru dalam tata kelola sektor jasa keuangan nasional. Kelima nama yang terpilih diharapkan membawa angin segar sekaligus menjaga stabilitas dan pertumbuhan sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia.
Friderica Widyasari Dewi kembali dipercaya memimpin Dewan Komisioner OJK. Ia didampingi oleh Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua, serta tiga Kepala Eksekutif baru yang masing-masing membidangi pasar modal, aset digital dan kripto, serta perilaku pelaku usaha dan perlindungan konsumen. Pemilihan ini bukan sekadar soal pergantian jabatan, tapi merupakan langkah strategis untuk menjawab tantangan sektor jasa keuangan yang semakin kompleks.
Profil dan Latar Belakang Pemimpin Baru OJK
-
Friderica Widyasari Dewi – Ketua Dewan Komisioner OJK
Dikenal dengan pendekatannya yang strategis, Friderica kembali dipercaya karena mampu memberikan respons cepat terhadap isu-isu mendesak di OJK. Ia memiliki rekam jejak panjang di sektor keuangan dan dikenal sebagai sosok yang tegas dalam pengambilan keputusan. -
Hernawan Bekti Sasongko – Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK
Seorang profesional yang membawa pengalaman luas di bidang pengawasan dan regulasi pasar modal. Kehadirannya diharapkan bisa memperkuat sinergi internal OJK. -
Hasan Fawzi – Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon
Memiliki visi jelas untuk mengembangkan pasar modal Indonesia agar lebih kompetitif secara regional maupun global. Ia juga membawa misi reformasi integritas sektor yang ia pimpin. -
Adi Budiarso – Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto
Dengan latar belakang panjang di bidang kebijakan sektor keuangan, Adi diharapkan mampu mengawal perkembangan teknologi finansial yang pesat, termasuk regulasi aset kripto. -
Dicky Kartikoyono – Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen
Fokus utamanya adalah meningkatkan perlindungan konsumen dan memperkuat edukasi keuangan agar masyarakat lebih sadar risiko dan haknya dalam berinteraksi dengan lembaga jasa keuangan.
Arah Kebijakan Utama yang Dibawa Friderica Widyasari Dewi
Friderica Widyasari Dewi membawa delapan poin prioritas kebijakan yang akan menjadi landasan strategi OJK ke depan. Kebijakan ini dirancang untuk menjaga stabilitas sektor, memperkuat kepercayaan publik, dan mendorong kontribusi sektor jasa keuangan terhadap perekonomian nasional.
-
Menjaga Stabilitas Sistem Keuangan
Koordinasi erat dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan diperkuat. Termasuk di dalamnya pertukaran data real-time dan penguatan sistem peringatan dini menghadapi potensi krisis. -
Memulihkan Kepercayaan Publik
Integritas dan transparansi menjadi fokus utama. Penegakan hukum yang tegas, terutama di pasar modal, akan diterapkan untuk membangun kembali kepercayaan investor. -
Meningkatkan Kontribusi Sektor Jasa Keuangan terhadap Ekonomi Nasional
Dukungan terhadap program pemerintah seperti pengembangan UMKM, program perumahan, ketahanan pangan, dan energi akan menjadi prioritas. -
Memperkuat Pengawasan Terintegrasi
Pengawasan akan diselaraskan dengan prinsip same activity, same risk, same regulation. Ini mencakup pengawasan terhadap sektor digital dan produk keuangan hibrida. -
Mendorong Pendalaman Pasar Keuangan
Reformasi struktural industri keuangan, diversifikasi instrumen, dan perluasan basis investor menjadi bagian dari upaya ini. -
Mengembangkan Keuangan Berkelanjutan dan Syariah
Memperluas sumber pembiayaan ekonomi nasional melalui pengembangan produk keuangan yang ramah lingkungan dan sesuai prinsip syariah. -
Memperkuat Perlindungan Konsumen
Literasi dan inklusi keuangan akan ditingkatkan. Selain itu, pengaduan konsumen akan ditangani lebih cepat, dan lembaga alternatif penyelesaian sengketa akan diperkuat. -
Transformasi Kelembagaan OJK
OJK akan diubah menjadi organisasi yang lebih modern dan adaptif melalui penyederhanaan birokrasi dan pemanfaatan teknologi seperti supervisory technology.
Target Pasar Modal yang Digarap Hasan Fawzi
Hasan Fawzi membawa visi besar untuk pasar modal Indonesia. Salah satu target utamanya adalah mencapai kapitalisasi pasar sebesar Rp25.000 triliun pada 2031, atau sekitar 80% dari PDB nasional.
-
Target Utama Pasar Modal 2031 Indikator Target Kapitalisasi Pasar Rp25.000 triliun Jumlah Investor 30 juta Rata-rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) Rp35 triliun/hari Jumlah Emiten Meningkat signifikan Dana Kelolaan Naik seiring pertumbuhan investor
Menurut Hasan, untuk mencapai target tersebut, pengembangan produk pasar modal tidak boleh hanya berfokus pada ekuitas. Ia menekankan perlunya pengembangan instrumen utang, produk derivatif, hingga produk keuangan non-vanilla agar pasar lebih seimbang dan kompetitif.
Peran Adi Budiarso dalam Regulasi Aset Digital dan Kripto
Adi Budiarso membawa pengalaman luas dalam penyusunan regulasi sektor keuangan. Ia akan memimpin pengawasan terhadap inovasi teknologi keuangan, termasuk aset digital dan kripto yang sedang berkembang pesat.
- Fokus Utama Pengawasan Aset Digital
- Regulasi berbasis prinsip risiko
- Penyesuaian kebijakan terhadap dinamika teknologi
- Kolaborasi lintas lembaga untuk mitigasi risiko sistemik
Perkuat Perlindungan Konsumen dengan Dicky Kartikoyono
Dicky Kartikoyono akan memimpin pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan. Ia juga berfokus pada edukasi dan perlindungan konsumen.
- Program Unggulan Perlindungan Konsumen
- Literasi keuangan berbasis digital
- Pengembangan National Fraud Portal
- Penguatan Indonesia Anti-Scam Center
- Penyelesaian sengketa melalui LAPS SJK
Sinergi dan Transformasi Internal OJK
Langkah transformasi internal OJK menjadi bagian penting dari agenda kepemimpinan baru. Friderica dan timnya berkomitmen untuk membangun organisasi yang lebih efisien dan responsif.
- Langkah Transformasi OJK
- Penyederhanaan struktur birokrasi
- Integrasi sistem pengawasan lintas divisi
- Pemanfaatan data analitik dan supervisory technology
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat valid berdasarkan data dan pernyataan resmi terkait hasil fit and proper test dan kebijakan yang diusung oleh para pemimpin baru OJK hingga Maret 2026. Namun, kebijakan dan target yang disebutkan dapat berubah seiring perkembangan situasi dan regulasi di masa depan.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













