Perbankan

BI Luncurkan PIDI, Ajak Generasi Muda Wujudkan Inovasi Digital

Retno Ayuningrum
×

BI Luncurkan PIDI, Ajak Generasi Muda Wujudkan Inovasi Digital

Sebarkan artikel ini
BI Luncurkan PIDI, Ajak Generasi Muda Wujudkan Inovasi Digital

Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan Inisiasi Pusat Indonesia (PIDI) Hackathon x Digdaya 2026. Peluncuran ini digelar sebagai langkah strategis untuk mempercepat pengembangan ekosistem inovasi digital dan membentuk talenta muda yang siap menghadapi tantangan ekonomi keuangan di era digital.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa program ini hadir untuk memberikan ruang bagi generasi muda dalam menciptakan warisan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya mimpi yang diwujudkan lewat aksi nyata, seperti halnya perjalanan QRIS yang kini menjadi salah satu sistem pembayaran digital terbesar di Asia Tenggara.

“Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama baik, yaitu legacy,” ujar Perry dalam sambutannya.

Apa Itu PIDI dan Mengapa Penting?

PIDI hadir sebagai platform kolaboratif yang menghubungkan dengan kebutuhan industri digital. Program ini merupakan sinergi antara BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan pelaku industri teknologi keuangan.

Tujuan utamanya adalah memperkuat ekosistem inovasi digital nasional dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dengan begitu, ide-ide segar dari talenta muda bisa langsung disalurkan ke lapangan dan berdampak nyata bagi perekonomian.

1. Tahapan Program PIDI 2026

Program PIDI 2026 dirancang dalam beberapa tahap seleksi yang ketat namun terbuka untuk semua peserta. Berikut adalah rincian tahapannya:

1. Pendaftaran dan Pengumpulan Proposal

Pendaftaran dibuka hingga 27 Maret 2026. Target BI tahun ini adalah menarik partisipasi sekitar 800 tim atau lebih dari 3.000 peserta.

2. Seleksi Awal dan Kelas Praktisi

Dari total proposal yang masuk, BI akan memilih 480 tim terbaik untuk mengikuti kelas praktisi pada Juli hingga Agustus 2026. Kelas ini akan membekali peserta dengan keterampilan digital dan materi kewirausahaan.

3. Business Matching dan Penjurian Akhir

Dari 480 tim, hanya 80 tim terbaik yang akan lolos ke tahap selanjutnya. Mereka akan mendapatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan melalui sesi business matching.

4. Penghargaan dan Pengakuan

Sepuluh tim terbaik akan menerima penghargaan khusus dari BI. Sementara 16 tim inovasi terbaik secara keseluruhan akan menjadi luaran utama program.

2. Tiga Pilar Strategis PIDI

Program PIDI dibangun di atas tiga pilar utama yang saling mendukung:

1. Pemetaan Kebutuhan dan Market Intelligence

Langkah awal yang dilakukan adalah memahami kebutuhan pasar dan tren industri digital secara mendalam.

2. Eksplorasi dan Pengujian Inovasi

Peserta akan didorong untuk mengembangkan ide mereka menjadi solusi konkret yang siap diuji coba.

3. Pengembangan Talenta Digital

Fokus pada pembentukan SDM unggul di bidang teknologi dan ekonomi digital melalui pendampingan dan pelatihan intensif.

Area Prioritas Program PIDI 2026

Tahun ini, PIDI mengarahkan fokusnya pada tiga area prioritas yang relevan dengan agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

1. Penguatan Ketahanan dan Inovasi Keuangan

Mendorong pengembangan digital yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.

2. Peningkatan Produktivitas, Ketahanan Pangan, dan Penciptaan Lapangan Kerja

Menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi di , khususnya dan UMKM.

3. Percepatan Layanan Publik, Ekonomi Kreatif, dan Ekspor Jasa Digital

Menyediakan solusi digital untuk mempercepat transformasi dan memperkuat daya saing ekonomi kreatif.

Manfaat yang Dirasakan Peserta

Gita Prasulistiyono Putra, founder Dewantara AI, adalah salah satu alumni program serupa yang merasakan langsung manfaat dari pendampingan intensif. Ia menyebut bahwa mentor dari BI dan OJK memberikan arahan yang sangat berharga, baik dari sisi teknis maupun bisnis.

“Mentor bisnisnya memang sudah berpengalaman di bisnis, teknisnya juga teknis. Jadi lebih terarah buat kami. Terima kasih banyak untuk Bank Indonesia dan OJK,” ujar Gita.

Kontribusi terhadap Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030

PIDI merupakan bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, khususnya pada pilar inovasi. Program ini juga menjadi salah satu upaya konkret BI dalam mendukung transformasi ekonomi digital nasional.

Melalui PIDI, BI tidak hanya mencari solusi digital terbaik, tapi juga membentuk generasi inovator yang siap menghadapi tantangan ekonomi .

Jadwal Lengkap Program PIDI 2026

Tahapan Waktu Pelaksanaan
Pendaftaran Proposal Hingga 27 Maret 2026
Kelas Praktisi Juli – Agustus 2026
Business Matching September 2026
Pengumuman Pemenang Oktober 2026

Syarat dan Ketentuan Umum Peserta

  • Peserta adalah warga negara Indonesia
  • Berusia maksimal 35 tahun
  • Dapat berpartisipasi secara individu atau dalam tim maksimal orang
  • Memiliki ide inovasi di bidang ekonomi keuangan digital
  • Proposal harus orisinal dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya

Disclaimer

Informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga Maret 2026. Jadwal, syarat, dan ketentuan program dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan penyelenggara. Peserta dihimbau untuk selalu memeriksa informasi resmi terbaru dari Bank Indonesia dan OJK.

Penutup

PIDI 2026 bukan sekadar kompetisi biasa. Ini adalah ajakan serius dari BI untuk generasi muda berkontribusi dalam membangun ekosistem digital yang lebih dan inklusif. Dengan dukungan mentor profesional, akses ke investor, dan platform yang luas, setiap peserta punya kesempatan untuk menjadikan idenya sebagai bagian dari solusi besar bagi bangsa.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.