Ilustrasi THR yang diterima setiap tahun kerap jadi momen bahagia. Uang ini biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran, seperti belanja kebutuhan pokok, membayar hutang, atau menikmati liburan. Tapi sayangnya, banyak orang menghabiskan THR tanpa perencanaan, sehingga manfaatnya tak berlangsung lama.
Padahal, dengan pengelolaan yang tepat, THR bisa menjadi modal awal untuk memperkuat kondisi keuangan jangka panjang. OCBC menyarankan beberapa langkah bijak agar THR tidak hanya habis dalam hitungan hari.
1. Prioritaskan Kebutuhan Pokok
Langkah pertama yang penting dilakukan adalah memastikan kebutuhan dasar terpenuhi lebih dulu. Ini mencakup makanan, tempat tinggal, transportasi, dan kesehatan.
Kalau THR sudah masuk, jangan langsung digunakan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif atau keinginan sesaat. Pastikan dulu kondisi dasar kebutuhan keluarga sudah tertutup.
2. Buat Anggaran Realistis
Membuat anggaran sebelum menggunakan THR bisa jadi cara efektif untuk menghindari pemborosan. Ini seperti peta yang menunjukkan arah keuangan selama periode Lebaran.
Catat semua pengeluaran yang biasa terjadi saat Lebaran. Dari situ, bisa dibuat pembagian dana untuk tiap kategori, seperti belanja, transportasi, atau reuni keluarga.
| Kategori | Alokasi THR |
|---|---|
| Kebutuhan pokok | 40% |
| Tabungan & investasi | 25% |
| Pengeluaran sosial (zakat, sedekah) | 15% |
| Belanja pribadi & hiburan | 10% |
| Cadangan darurat | 10% |
Anggaran ini bisa disesuaikan dengan kondisi pribadi, tapi prinsipnya tetap: hindari pengeluaran yang tidak terencana.
3. Sisihkan untuk Tabungan dan Investasi
Menabung dari THR adalah langkah cerdas untuk membangun keamanan finansial. Idealnya, minimal 20 persen dari THR bisa disisihkan untuk tabungan.
Tabungan ini bisa menjadi dana darurat yang bisa digunakan saat ada kejadian tak terduga, seperti biaya medis mendadak atau perbaikan rumah.
Bagi yang sudah punya dana darurat, sisanya bisa dialokasikan ke instrumen investasi. Misalnya reksa dana, deposito, atau emas. Pilihan ini bisa memberi keuntungan jangka panjang.
4. Sempatkan Zakat dan Sedekah
Zakat dan sedekah adalah bagian penting dari pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab. Selain kewajiban, ini juga jalan untuk berbagi kebahagiaan saat momen Idulfitri.
Zakat fitrah dan zakat harta bisa disalurkan melalui lembaga amanah yang sudah terpercaya. Sedekah bisa diberikan kapan saja, dalam bentuk apapun, sesuai kemampuan.
Tidak hanya bermanfaat bagi penerima, zakat dan sedekah juga bisa meningkatkan keberkahan dalam hidup dan keuangan.
5. Hindari Pembelian Impulsif
THR seringkali menggoda untuk digunakan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Diskon besar dan promo menarik bikin mudah terbawa suasana.
Untuk menghindari ini, buat daftar belanja sebelum mulai berbelanja. Fokus pada kebutuhan yang sudah direncanakan, bukan keinginan mendadak.
Kalau memang ingin membeli sesuatu yang tidak ada di daftar, coba tanya dulu: “Apakah ini benar-benar penting?” atau “Apakah saya bisa menunggu sehari lagi sebelum membelinya?”
Strategi Tambahan: Gunakan THR untuk Bayar Utang
Bagi yang punya utang, terutama cicilan konsumtif atau pinjaman online, gunakan sebagian THR untuk melunasi atau membayar cicilan. Ini bisa mengurangi beban bunga dan biaya tambahan di masa depan.
Bayar utang yang bunganya tinggi terlebih dahulu. Ini akan lebih menguntungkan secara finansial dalam jangka panjang.
Kesimpulan
THR bukan hanya uang Lebaran yang habis dalam waktu singkat. Dengan perencanaan yang matang, THR bisa menjadi awal yang baik untuk memperbaiki kondisi keuangan.
Mulai dari memprioritaskan kebutuhan pokok, membuat anggaran, menabung, berzakat, hingga menghindari pembelian impulsif, semuanya bisa jadi langkah awal yang efektif.
Disclaimer: Panduan ini bersifat umum dan dapat berbeda tergantung kondisi pribadi. Angka dan persentase dalam artikel ini adalah estimasi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.












