PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lewat berbagai program pembiayaan yang ramah lingkungan dan berdampak sosial. Di tahun 2025, bank ini mencatatkan pembiayaan berkelanjutan sebesar Rp59,5 triliun, atau sekitar 25 persen dari total pembiayaan yang disalurkan. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dalam mendukung sektor energi terbarukan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah ini sejalan dengan visi CIMB Niaga untuk tidak hanya tumbuh secara finansial, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan. Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, menyatakan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian integral dari strategi bisnis bank. Melalui berbagai inisiatif, CIMB Niaga berupaya mempercepat transisi menuju ekonomi hijau sekaligus mendorong inklusi ekonomi.
Pembiayaan Berkelanjutan yang Terus Naik
CIMB Niaga tidak hanya fokus pada pertumbuhan angka, tapi juga pada kualitas pembiayaan yang disalurkan. Sebagian besar pembiayaan berkelanjutan disalurkan ke sektor-sektor strategis yang memiliki potensi besar untuk mendukung transisi energi dan pemberdayaan ekonomi lokal.
1. Peningkatan Portofolio Pembiayaan Energi Terbarukan
Energi terbarukan menjadi salah satu fokus utama CIMB Niaga dalam mendukung agenda dekarbonisasi nasional. Bank ini aktif memberikan pembiayaan untuk proyek-proyek energi bersih seperti pembangkit listrik tenaga surya dan energi angin. Pembiayaan ini tidak hanya membantu pengembangan infrastruktur hijau, tetapi juga mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan di berbagai sektor industri.
2. Ekspansi Pembiayaan untuk UMKM
Selain sektor energi, CIMB Niaga juga terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM. Pada 2025, sekitar 30 persen dari total pembiayaan berkelanjutan disalurkan untuk mendukung usaha kecil dan menengah, terutama di wilayah Indonesia Timur. Program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
3. Sertifikasi Keberlanjutan untuk Kelapa Sawit
CIMB Niaga juga mencatat pencapaian penting dalam pembiayaan berkelanjutan non-ritel. Hingga akhir 2025, 70 persen dari portofolio pembiayaan kelapa sawit telah tersertifikasi keberlanjutan. Ini menunjukkan komitmen bank dalam mendorong praktik pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan di sektor perkebunan.
Langkah Operasional untuk Mendukung Keberlanjutan
Selain pembiayaan, CIMB Niaga juga menjalankan berbagai inisiatif operasional untuk mengurangi jejak karbon dan meningkatkan efisiensi energi. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mencapai target dekarbonisasi sesuai dengan komitmen CIMB Group secara global.
1. Pemasangan Panel Surya di Gedung Kantor
Sebagai bagian dari upaya efisiensi energi, CIMB Niaga memasang panel surya di dua gedung kantornya. Energi yang dihasilkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik harian, sehingga mengurangi ketergantungan pada sumber energi konvensional.
2. Modernisasi Peralatan Kantor
Bank ini juga melakukan modernisasi peralatan kantor dengan mengganti perangkat lama dengan yang lebih hemat energi. Langkah ini tidak hanya mengurangi konsumsi listrik, tetapi juga meningkatkan efisiensi kerja secara keseluruhan.
3. Pembelian Sertifikat Energi Terbarukan (REC)
Untuk melengkapi upaya penggunaan energi bersih, CIMB Niaga membeli Sertifikat Energi Terbarukan (Renewable Energy Certificates/REC). Inisiatif ini membantu mendanai proyek-proyek energi terbarukan di luar operasional bank dan memperkuat komitmen terhadap penggunaan energi hijau.
Target Emisi Gas Rumah Kaca
CIMB Niaga menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) Scope 1 & 2 sebesar 46 persen dibandingkan baseline tahun 2019. Hingga akhir 2025, bank ini telah mencatat kemajuan signifikan dalam mencapai target tersebut melalui kombinasi efisiensi energi dan penggunaan energi terbarukan.
Tabel: Target Penurunan Emisi GRK CIMB Niaga
| Tahun | Target Penurunan (%) | Pencapaian (%) |
|---|---|---|
| 2023 | 30% | 28% |
| 2024 | 40% | 42% |
| 2025 | 46% | 46% |
Disclaimer: Data di atas dapat berubah sesuai dengan kondisi aktual dan kebijakan internal perusahaan.
Pemantauan Sektor Emisi Tinggi
Sebagai bagian dari CIMB Group, CIMB Niaga juga terlibat dalam pemantauan dekarbonisasi di enam sektor dengan intensitas emisi karbon tinggi. Sektor-sektor tersebut meliputi:
- Tambang batu bara termal
- Kelapa sawit
- Semen
- Ketenagalistrikan
- Real estat
- Minyak dan gas bumi
Hingga 2024, lebih dari 50 persen dari target Net Zero untuk sektor spesifik tahun 2030 telah menunjukkan kinerja yang sesuai dengan skenario acuan. Ini menunjukkan bahwa CIMB Niaga tidak hanya bergerak sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan kolektif untuk mengurangi emisi karbon secara nasional dan global.
Program Sosial dan Lingkungan yang Berdampak
Selain fokus pada pembiayaan dan pengurangan emisi, CIMB Niaga juga menjalankan berbagai program sosial dan lingkungan melalui empat pilar utama yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).
1. Pendidikan
Pada 2025, CIMB Niaga menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat melalui program pendidikan. Program ini mencakup beasiswa, pembangunan infrastruktur sekolah, serta pelatihan keterampilan digital untuk guru dan siswa di daerah terpencil.
2. Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat
Bank ini juga aktif dalam program kesehatan, salah satunya adalah kolaborasi dengan UNICEF dalam kampanye #CegahStunting. Program ini telah membantu sekitar 3.300 penerima manfaat melalui intervensi gizi dan edukasi kesehatan di wilayah rawan stunting.
3. Pemberdayaan Ekonomi
Dalam pilar pemberdayaan ekonomi, CIMB Niaga memberdayakan hampir 1.000 UMKM, termasuk usaha yang dikelola oleh wanita dan penyandang disabilitas. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha kecil melalui akses permodalan, pelatihan, dan pendampingan teknologi.
4. Iklim dan Lingkungan
CIMB Niaga juga aktif dalam program penghijauan dengan menanam lebih dari 115.000 pohon bambu. Pohon-pohon ini memiliki potensi penyerapan karbon sebesar lebih dari 15.000 ton CO₂, sekaligus membantu menjaga kelestarian ekosistem lokal.
Kesimpulan
CIMB Niaga terus menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis bisa berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Dengan berbagai program pembiayaan berkelanjutan, pengurangan emisi, dan pemberdayaan masyarakat, bank ini menjadi salah satu aktor penting dalam mendorong ekonomi hijau dan inklusif di Indonesia. Langkah-langkah yang diambil tidak hanya berdampak jangka pendek, tetapi juga membuka jalan bagi generasi mendatang yang lebih berkelanjutan.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













