Perbankan

DPLK Syariah Muamalat Terus Dorong Literasi Finansial, Jumlah Peserta Individu Tembus 125 Ribu Pada Tahun 2025

Herdi Alif Al Hikam
×

DPLK Syariah Muamalat Terus Dorong Literasi Finansial, Jumlah Peserta Individu Tembus 125 Ribu Pada Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
DPLK Syariah Muamalat Terus Dorong Literasi Finansial, Jumlah Peserta Individu Tembus 125 Ribu Pada Tahun 2025

Pertumbuhan peserta individu Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat mencapai lebih dari 125 ribu orang di tahun 2025. Angka ini menunjukkan yang cukup signifikan, dengan 13 ribu peserta baru sepanjang tahun. Peningkatan ini sejalan dengan upaya konsisten DPLK Syariah Muamalat dalam menggiatkan keuangan syariah.

Tidak hanya itu, jumlah kemitraan dengan perusahaan juga mengalami lonjakan. Hingga akhir 2025, DPLK Syariah Muamalat telah menjalin kerja sama dengan total 917 perusahaan, naik 92 mitra baru dibanding tahun sebelumnya. Artinya, pertumbuhan tahunan mencapai sekitar 11 persen. Peningkatan ini menjadi yang tertinggi sejak berdirinya DPLK Syariah Muamalat.

Pertumbuhan Peserta dan Mitra

Peningkatan jumlah peserta individu dan mitra perusahaan tidak terjadi begitu saja. Ada faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini, yaitu literasi keuangan syariah yang digiatkan secara konsisten. Semakin banyak orang yang memahami pentingnya pensiun berbasis syariah, semakin besar minat untuk bergabung.

Dari sisi dana kelolaan, total aset yang dikelola DPLK Syariah Muamalat juga meningkat. Pada akhir 2025, dana kelolaan mencapai lebih dari Rp1,9 triliun. Angka ini naik sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa selain jumlah peserta bertambah, nilai rata-rata kontribusi per peserta juga meningkat.

1. Jumlah Peserta Individu Naik 13 Ribu

Pada awal 2025, jumlah peserta individu DPLK Syariah Muamalat mencapai sekitar 112 ribu orang. Hingga akhir tahun, angka ini bertambah 13 ribu, sehingga totalnya menjadi lebih dari 125 ribu peserta. Pertumbuhan ini mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap pensiun syariah.

2. Kemitraan dengan Perusahaan Bertambah 92

Sejak berdiri hingga akhir 2024, DPLK Syariah Muamalat telah menjalin kerja sama dengan 825 perusahaan. Di tahun 2025, jumlah mitra bertambah 92 perusahaan baru. Artinya, total kemitraan mencapai 917 perusahaan menjelang akhir tahun. Pertumbuhan tahunan sebesar 11 persen ini menunjukkan semakin luasnya jaringan DPLK Syariah Muamalat di berbagai sektor industri.

3. Dana Kelolaan Tembus Rp1,9 Triliun

Dengan jumlah peserta dan mitra yang terus bertambah, dana kelolaan DPLK Syariah Muamalat juga mengalami peningkatan. Pada akhir 2025, total dana kelolaan mencapai lebih dari Rp1,9 triliun. Angka ini naik sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencatat Rp1,7 triliun.

Kinerja Keuangan yang Semakin Solid

Selain pertumbuhan peserta dan dana kelolaan, kinerja keuangan DPLK Syariah Muamalat juga menunjukkan tren positif. Beberapa indikator utama seperti Return on Asset (RoA) dan BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional) mengalami perbaikan yang cukup signifikan.

Rasio RoA yang awalnya berada di angka 5,38 persen pada 2024, meningkat menjadi 6,44 persen di tahun 2025. Ini menunjukkan bahwa DPLK Syariah Muamalat semakin efisien dalam mengelola asetnya untuk mendatangkan keuntungan. itu, rasio BOPO turun dari 18,35 persen menjadi 16,28 persen, menandakan efisiensi biaya operasional yang semakin baik.

4. Imbal Hasil Investasi Naik Jadi 7,72 Persen

Salah satu DPLK Syariah Muamalat adalah imbal hasil investasi yang kompetitif. Di tahun 2025, imbal hasil investasi mencapai 7,72 persen, naik dari 6,76 persen di tahun sebelumnya. Semua paket investasi, baik yang berisiko rendah, sedang, maupun tinggi, memberikan return di atas 7 persen.

5. Rasio RoA Meningkat Jadi 6,44 Persen

Peningkatan rasio RoA dari 5,38 persen menjadi 6,44 persen menunjukkan bahwa DPLK Syariah Muamalat semakin efektif dalam mengelola aset untuk mendatangkan keuntungan. Ini adalah indikator kinerja yang penting dalam menilai efisiensi pensiun.

6. BOPO Turun Menjadi 16,28 Persen

BOPO yang turun dari 18,35 persen menjadi 16,28 persen menunjukkan bahwa DPLK Syariah Muamalat semakin efisien dalam mengelola biaya operasional. Semakin rendah BOPO, semakin besar bagian pendapatan yang bisa dialokasikan untuk benefit peserta.

Literasi Keuangan Syariah sebagai Pendorong Utama

Peningkatan jumlah peserta dan kinerja keuangan tidak terlepas dari peran literasi keuangan syariah. DPLK Syariah Muamalat aktif menggelar berbagai program untuk meningkatkan masyarakat tentang pentingnya pensiun berbasis syariah.

Program-program ini tidak hanya memberikan informasi, tapi juga membuka ruang diskusi dan simulasi investasi. Dengan pendekatan yang lebih dekat dan mudah dipahami, masyarakat semakin percaya bahwa pensiun syariah adalah pilihan yang tepat untuk masa depan.

7. Program Edukasi dan Simulasi Investasi

DPLK Syariah Muamalat rutin menggelar webinar, workshop, dan simulasi investasi untuk masyarakat umum. Tujuannya agar calon peserta bisa memahami bagaimana sistem pensiun syariah bekerja dan manfaat jangka panjangnya.

8. Kolaborasi dengan Komunitas dan Lembaga Keuangan

Selain program internal, DPLK Syariah Muamalat juga menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas dan lembaga keuangan untuk memperluas jangkauan edukasi. Kolaborasi ini membantu menyebarkan informasi secara lebih luas dan terarah.

Paket Investasi yang Menguntungkan Peserta

DPLK Syariah Muamalat menawarkan berbagai paket investasi yang disesuaikan dengan tingkat risiko yang diinginkan peserta. Semua paket memberikan return di atas 7 persen pada tahun 2025, baik untuk investasi berisiko rendah, sedang, maupun tinggi.

9. Paket Investasi Berisiko Rendah

Paket investasi berisiko rendah cocok untuk peserta yang mengutamakan keamanan dana. Meski risikonya rendah, return yang dihasilkan tetap kompetitif, yaitu sekitar 7,1 persen di tahun 2025.

10. Paket Investasi Berisiko Sedang

Untuk peserta yang ingin imbal hasil lebih tinggi dengan risiko moderat, tersedia paket investasi berisiko sedang. Paket ini memberikan return sekitar 7,5 persen di tahun 2025.

11. Paket Investasi Berisiko Tinggi

Bagi peserta yang berani mengambil risiko lebih tinggi demi return yang lebih besar, tersedia pula paket investasi berisiko tinggi. Paket ini mencatatkan return tertinggi di antara ketiganya, yaitu 7,72 persen.

Disclaimer

Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang dirilis DPLK Syariah Muamalat hingga akhir tahun 2025. Angka-angka seperti jumlah peserta, dana kelolaan, dan imbal hasil investasi bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Pembaca disarankan untuk menghubungi pihak DPLK Syariah Muamalat secara langsung untuk informasi terkini dan akurat.

Herdi Alif Al Hikam
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.