Tugu Insurance mencatat pencapaian penting di tahun 2025. Laba bersih emiten berkode saham TUGU itu mencapai Rp 711,06 miliar. Angka ini naik cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 401,57 miliar. Kenaikan ini terjadi seiring dengan penerapan PSAK 117 yang mengubah cara pelaporan keuangan di industri asuransi.
Perubahan pelaporan ini memang tak bisa dianggap remeh. PSAK 117 mengharuskan perusahaan untuk menyesuaikan pengakuan pendapatan dan beban kontrak asuransi. Dampaknya, laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya pun harus disajikan ulang agar tetap bisa dibandingkan. Tapi meski ada penyesuaian, kinerja Tugu Insurance tetap solid.
Kinerja Keuangan Tugu Insurance di Tahun 2025
Capaian laba bersih yang tinggi bukan datang begitu saja. Ada sejumlah faktor yang mendukung. Salah satunya adalah kenaikan pendapatan jasa asuransi yang mencapai Rp 9,11 triliun. Angka ini naik 22,12% dibanding tahun sebelumnya. Hasil jasa asuransi juga naik 39,10% menjadi Rp 1,02 triliun.
-
Pendapatan Jasa Asuransi Naik 22,12%
Mencapai Rp 9,11 triliun, didukung oleh portofolio yang dioptimalkan di sektor fire & property, offshore, dan aviation. -
Hasil Jasa Asuransi Naik 39,10%
Menembus angka Rp 1,02 triliun berkat efisiensi dan pengelolaan risiko yang lebih baik.
Selain itu, hasil investasi juga memberi kontribusi cukup besar. Tercatat sebesar Rp 717,36 miliar. Ini menunjukkan bahwa strategi investasi yang diterapkan cukup adaptif terhadap dinamika pasar. Pendapatan usaha lainnya juga mencapai Rp 542,52 miliar, terutama dari anak perusahaan yang memperkuat diversifikasi bisnis grup.
Neraca dan Struktur Permodalan yang Kuat
Dari sisi neraca, total aset Tugu Insurance mencapai Rp 27,71 triliun. Total ekuitas mencatatkan angka Rp 10,17 triliun. Yang menarik adalah posisi Risk Based Capital (RBC) yang berada di level 410,9%. Angka ini jauh melampaui ketentuan minimum sebesar 120%.
| Komponen | Nilai (Rp) |
|---|---|
| Total Aset | 27,71 triliun |
| Total Ekuitas | 10,17 triliun |
| RBC | 410,9% |
Angka RBC yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki buffer modal yang besar untuk menghadapi risiko. Ini adalah indikator penting bagi investor yang mencari stabilitas dan keberlanjutan bisnis.
Penyesuaian PSAK 117 dan Dampaknya
PSAK 117 memang menjadi pembahasan utama di tahun ini. Standar akuntansi baru ini mengubah cara perusahaan mengakui pendapatan dan beban dari kontrak asuransi. Tugu Insurance melakukan restatement laporan keuangan tahun sebelumnya agar tetap konsisten.
-
Penyesuaian Pengakuan Pendapatan
Pendapatan dari kontrak asuransi kini diakui secara berbeda, mengikuti pola distribusi risiko yang lebih realistis. -
Perubahan dalam Beban Kontrak Asuransi
Beban juga disesuaikan berdasarkan estimasi klaim dan manfaat yang akan diberikan di masa depan.
Fitri Azwar, Direktur Keuangan & Layanan Korporat Tugu Insurance, menyatakan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara profesional dan sesuai dengan standar yang berlaku. Tujuannya adalah meningkatkan transparansi dan kualitas pelaporan.
Strategi Ke Depan: Pertumbuhan yang Prudent
Ke depan, Tugu Insurance akan terus fokus pada penguatan fundamental bisnis. Strategi yang diambil bersifat adaptif, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ini penting agar momentum pertumbuhan bisa terjaga dalam jangka panjang.
-
Optimalisasi Portofolio Asuransi
Terutama di segmen-segmen yang memiliki risiko terukur dan potensi return tinggi seperti offshore dan aviation. -
Diversifikasi Pendapatan
Melalui entitas anak yang terus dikembangkan untuk memperkuat sumber pendapatan non-premi.
Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, menegaskan bahwa keseimbangan antara pertumbuhan dan pengelolaan risiko tetap menjadi prioritas utama. Ini adalah kunci agar kinerja tetap stabil meski industri asuransi tengah menghadapi berbagai dinamika.
Tantangan dan Peluang di Industri Asuransi
Industri asuransi di Indonesia memang tengah mengalami transisi. Selain karena penerapan PSAK 117, ada juga tantangan dari sisi regulasi dan persaingan yang semakin ketat. Namun, Tugu Insurance tampaknya siap menghadapi semua itu.
-
Regulasi yang Ketat
Mendorong perusahaan untuk lebih transparan dan profesional dalam mengelola bisnis. -
Peningkatan Literasi Asuransi
Memberi peluang bagi perusahaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas. -
Adopsi Teknologi
Membantu efisiensi operasional dan pengalaman nasabah yang lebih baik.
Tugu Insurance juga terus berinovasi dalam hal digitalisasi. Ini penting mengingat perilaku konsumen yang semakin bergantung pada teknologi. Dengan pendekatan yang tepat, peluang pertumbuhan masih terbuka lebar.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari laporan keuangan Tugu Insurance tahun 2025 yang telah disajikan kembali sesuai dengan PSAK 117. Angka-angka yang disebutkan dapat berubah seiring dengan perkembangan regulasi, kondisi pasar, dan kebijakan perusahaan. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber resmi untuk informasi terkini.
Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.













