Finansial

Tugu Insurance Raih Laba Bersih 711 Miliar pada Tahun 2026 dengan Pertumbuhan Signifikan

Retno Ayuningrum
×

Tugu Insurance Raih Laba Bersih 711 Miliar pada Tahun 2026 dengan Pertumbuhan Signifikan

Sebarkan artikel ini
Tugu Insurance Raih Laba Bersih 711 Miliar pada Tahun 2026 dengan Pertumbuhan Signifikan

Tugu Insurance mencatat pencapaian penting di tahun 2025. emiten berkode saham TUGU itu mencapai Rp 711,06 miliar. Angka ini naik cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 401,57 miliar. Kenaikan ini terjadi seiring dengan penerapan PSAK 117 yang mengubah cara pelaporan keuangan di .

Perubahan pelaporan ini memang tak bisa dianggap remeh. PSAK 117 mengharuskan perusahaan untuk menyesuaikan pengakuan pendapatan dan beban kontrak asuransi. Dampaknya, laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya pun harus disajikan ulang agar tetap bisa dibandingkan. Tapi meski ada , kinerja Tugu Insurance tetap solid.

Kinerja Keuangan Tugu Insurance di Tahun 2025

Capaian laba bersih yang tinggi bukan datang begitu saja. Ada sejumlah faktor yang mendukung. Salah satunya adalah kenaikan pendapatan jasa asuransi yang mencapai Rp 9,11 triliun. Angka ini naik 22,12% dibanding tahun sebelumnya. Hasil jasa asuransi juga naik 39,10% menjadi Rp 1,02 triliun.

  1. Pendapatan Jasa Asuransi Naik 22,12%
    Mencapai Rp 9,11 triliun, didukung oleh portofolio yang dioptimalkan di fire & property, offshore, dan aviation.

  2. Hasil Jasa Asuransi Naik 39,10%
    Menembus angka Rp 1,02 triliun berkat efisiensi dan pengelolaan risiko yang lebih baik.

Selain itu, hasil investasi juga memberi kontribusi cukup besar. Tercatat sebesar Rp 717,36 miliar. Ini menunjukkan bahwa strategi investasi yang diterapkan cukup adaptif terhadap dinamika pasar. Pendapatan usaha lainnya juga mencapai Rp 542,52 miliar, terutama dari anak perusahaan yang memperkuat diversifikasi bisnis grup.

Neraca dan Struktur Permodalan yang Kuat

Dari sisi neraca, total aset Tugu Insurance mencapai Rp 27,71 triliun. Total ekuitas mencatatkan angka Rp 10,17 triliun. Yang menarik adalah posisi Risk Based Capital (RBC) yang berada di level 410,9%. Angka ini jauh melampaui ketentuan minimum sebesar 120%.

Komponen Nilai (Rp)
Total Aset 27,71 triliun
Total Ekuitas 10,17 triliun
RBC 410,9%

Angka RBC yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki buffer modal yang besar untuk menghadapi risiko. Ini adalah indikator penting bagi investor yang mencari stabilitas dan keberlanjutan bisnis.

Penyesuaian PSAK 117 dan Dampaknya

PSAK 117 memang menjadi pembahasan utama di tahun ini. Standar akuntansi baru ini mengubah cara perusahaan mengakui pendapatan dan beban dari kontrak asuransi. Tugu Insurance melakukan restatement laporan keuangan tahun sebelumnya agar tetap konsisten.

  1. Penyesuaian Pengakuan Pendapatan
    Pendapatan dari kontrak asuransi kini diakui secara berbeda, mengikuti pola distribusi risiko yang lebih realistis.

  2. Perubahan dalam Beban Kontrak Asuransi
    Beban juga disesuaikan berdasarkan estimasi klaim dan manfaat yang akan diberikan di masa depan.

Fitri Azwar, Direktur Keuangan & Korporat Tugu Insurance, menyatakan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara profesional dan sesuai dengan standar yang berlaku. Tujuannya adalah meningkatkan transparansi dan kualitas pelaporan.

Strategi Ke Depan: Pertumbuhan yang Prudent

Ke depan, Tugu Insurance akan terus fokus pada bisnis. Strategi yang diambil bersifat adaptif, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Ini penting agar momentum pertumbuhan bisa terjaga dalam jangka panjang.

  1. Optimalisasi Portofolio Asuransi
    Terutama di segmen-segmen yang memiliki risiko terukur dan potensi return tinggi seperti offshore dan aviation.

  2. Diversifikasi Pendapatan
    Melalui entitas anak yang terus dikembangkan untuk memperkuat sumber pendapatan non-premi.

Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, menegaskan bahwa keseimbangan antara pertumbuhan dan pengelolaan risiko tetap menjadi prioritas utama. Ini adalah kunci agar kinerja tetap stabil meski industri asuransi tengah menghadapi berbagai dinamika.

Tantangan dan Peluang di Industri Asuransi

Industri asuransi di Indonesia memang tengah mengalami transisi. Selain karena penerapan PSAK 117, ada juga dari sisi regulasi dan yang semakin ketat. Namun, Tugu Insurance tampaknya siap menghadapi semua itu.

  • Regulasi yang Ketat
    Mendorong perusahaan untuk lebih transparan dan profesional dalam mengelola bisnis.

  • Peningkatan Literasi Asuransi
    Memberi peluang bagi perusahaan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

  • Adopsi Teknologi
    Membantu efisiensi operasional dan pengalaman nasabah yang lebih baik.

Tugu Insurance juga terus berinovasi dalam hal digitalisasi. Ini penting mengingat perilaku konsumen yang semakin bergantung pada teknologi. Dengan pendekatan yang tepat, peluang pertumbuhan masih terbuka lebar.

Disclaimer

Data dan informasi dalam ini bersumber dari laporan keuangan Tugu Insurance tahun 2025 yang telah disajikan kembali sesuai dengan PSAK 117. Angka-angka yang disebutkan dapat berubah seiring dengan perkembangan regulasi, kondisi pasar, dan kebijakan perusahaan. Pembaca disarankan untuk merujuk pada sumber untuk informasi terkini.

Retno Ayuningrum
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Retno Ramadhanti adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, ritel, dan inklusi keuangan.