Perkembangan fintech di Tanah Air kini semakin merata, tidak hanya terbatas di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Salah satu pelaku industri yang membuktikan hal ini adalah PT Bimasakti Multi Sinergi. Perusahaan yang berbasis di Sidoarjo ini telah tumbuh menjadi penyedia solusi pembayaran digital yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia. Dengan visi mendorong inklusi keuangan, Bimasakti terus mengembangkan ekosistem layanan digital yang aman dan terpercaya.
Langkah Bimasakti dimulai dari kebutuhan nyata masyarakat dan pelaku usaha di daerah. Tidak hanya menyasar segmen perkotaan, perusahaan ini membangun layanan yang mudah diakses oleh kalangan pedagang kecil, pengusaha lokal, hingga masyarakat biasa di pelosok. Dengan pendekatan yang dekat dengan kebutuhan pengguna, Bimasakti berhasil menciptakan solusi yang relevan dan inklusif.
Mengenal Platform Digital Bimasakti
Bimasakti tidak hanya berdiri sebagai satu entitas tunggal. Perusahaan ini mengembangkan beberapa platform digital yang saling terintegrasi untuk mendukung ekosistem pembayaran digital yang komprehensif. Setiap platform memiliki peran spesifik dalam menyediakan layanan yang mudah, aman, dan efisien.
1. Winpay sebagai Payment Gateway
Winpay adalah salah satu platform inti Bimasakti yang berfungsi sebagai payment gateway. Platform ini memungkinkan pelaku usaha untuk menerima pembayaran digital dengan berbagai metode, termasuk transfer bank, dompet elektronik, dan QRIS. Dengan Winpay, transaksi menjadi lebih cepat dan transparan, membantu UMKM hingga perusahaan besar mengelola keuangan secara efektif.
2. SpeedCash sebagai Dompet Digital
SpeedCash adalah dompet digital yang dikembangkan untuk memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi sehari-hari. Aplikasi ini menawarkan fitur top-up, pembayaran tagihan, transfer antar pengguna, dan pembelian pulsa atau paket data. Dengan antarmuka yang ramah pengguna, SpeedCash menjadi pilihan praktis untuk transaksi digital.
3. Rajabiller sebagai H2H Multi Biller
Rajabiller adalah platform yang menyediakan layanan pembayaran tagihan secara bulk atau host-to-host (H2H). Platform ini digunakan oleh berbagai mitra, termasuk agen pembayaran, aplikasi e-commerce, dan institusi keuangan. Rajabiller mendukung pembayaran listrik, air, pulsa, hingga layanan digital lainnya.
Komitmen pada Keamanan dan Kepercayaan
Dalam dunia digital, keamanan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kepercayaan pengguna. Bimasakti memahami hal ini dan terus meningkatkan sistem tata kelola informasi serta perlindungan data pengguna.
1. Sertifikasi ISO/IEC 27001:2022
Bimasakti resmi memperoleh sertifikasi ISO/IEC 27001:2022, standar internasional untuk manajemen keamanan informasi. Sertifikasi ini diterbitkan oleh TÜV Rheinland, lembaga sertifikasi independen yang diakui secara global. Dengan sertifikasi ini, Bimasakti menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan data pengguna dan mitra bisnis.
2. Penerapan Keamanan di Berbagai Layanan
Ruang lingkup sertifikasi mencakup berbagai layanan utama Bimasakti, seperti:
- Penatausahaan sumber dana
- Penyediaan informasi sumber dana
- QRIS
- Layanan payment initiation dan acquiring
- Layanan remitansi
Dengan cakupan yang luas, keamanan informasi diterapkan secara menyeluruh di seluruh ekosistem layanan digital Bimasakti.
Peran dalam Mendorong Inklusi Keuangan
Keberadaan Bimasakti tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal dampak sosial. Perusahaan ini memainkan peran penting dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia, khususnya di daerah-daerah yang sebelumnya kurang terlayani oleh sistem keuangan formal.
1. Menjangkau Pelaku Usaha Mikro
Banyak pelaku usaha mikro di daerah tidak memiliki akses ke sistem pembayaran digital yang terjangkau dan mudah. Bimasakti menjawab kebutuhan ini dengan menyediakan solusi yang murah, praktis, dan mudah diintegrasikan. Hal ini membantu mereka untuk ikut serta dalam ekosistem ekonomi digital.
2. Membuka Akses Keuangan untuk Masyarakat Umum
Selain pelaku usaha, masyarakat umum juga menjadi fokus Bimasakti. Dengan dompet digital SpeedCash dan layanan QRIS, masyarakat bisa melakukan transaksi digital tanpa perlu kartu atau perangkat mahal. Ini membuka peluang bagi lebih banyak orang untuk mengakses layanan keuangan digital.
Dukungan dari Asosiasi Fintech Indonesia
AFTECH, sebagai asosiasi yang menaungi industri fintech di Indonesia, memberikan apresiasi terhadap langkah Bimasakti. Menurut Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, pertumbuhan fintech dari daerah adalah sinyal positif bagi pemerataan inovasi dan inklusi keuangan.
1. Penguatan Ekosistem Nasional
Keberhasilan Bimasakti menunjukkan bahwa inovasi teknologi tidak harus berasal dari ibu kota. Dengan dukungan regulasi dan komitmen dari pelaku industri, ekosistem fintech nasional bisa tumbuh lebih seimbang dan inklusif.
2. Meningkatkan Kepercayaan Pengguna
Langkah Bimasakti dalam memperoleh sertifikasi keamanan internasional turut meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan fintech. Ini menjadi modal penting dalam memperluas adopsi teknologi keuangan digital di kalangan masyarakat.
Tantangan dan Peluang ke Depan
Meski telah mencapai berbagai pencapaian, Bimasakti masih menghadapi sejumlah tantangan. Perkembangan teknologi yang cepat, persaingan di industri fintech, serta regulasi yang terus berubah menjadi aspek yang harus terus diwaspadai.
Namun, tantangan ini juga membuka peluang baru. Dengan ekosistem yang terus berkembang dan dukungan dari mitra serta pengguna, Bimasakti memiliki potensi untuk terus tumbuh dan berkontribusi lebih besar dalam inklusi keuangan nasional.
Tabel Perbandingan Layanan Bimasakti
| Platform | Fungsi Utama | Target Pengguna | Fitur Unggulan |
|---|---|---|---|
| Winpay | Payment gateway | Pelaku usaha | Integrasi berbagai metode pembayaran |
| SpeedCash | Dompet digital | Masyarakat umum | Top-up, transfer, pembayaran tagihan |
| Rajabiller | H2H multi biller | Mitra dan institusi | Pembayaran bulk tagihan digital |
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Data dan pencapaian yang disebutkan merupakan hasil terkini hingga tanggal publikasi.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













