PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan yang cukup menarik di tahun 2025. Portofolio kredit untuk sektor ramah lingkungan naik 11,7% secara tahunan, mencapai total Rp 255 triliun. Angka ini setara dengan 25,8% dari total pembiayaan yang disalurkan BCA sepanjang tahun lalu.
Salah satu pendorong utama pertumbuhan ini adalah lonjakan kredit ke sektor energi baru terbarukan. Pembiayaan untuk energi bersih naik hingga Rp 6,2 triliun atau dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Tak kalah penting, kredit kendaraan listrik juga melonjak 53% menjadi Rp 3,6 triliun.
Fokus BCA pada Sektor Berkelanjutan
BCA terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lewat berbagai pendekatan, baik dalam penyaluran kredit maupun pengelolaan operasional. Langkah ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diadopsi secara menyeluruh.
1. Penyaluran Kredit untuk Energi Bersih
Energi baru terbarukan menjadi fokus utama BCA dalam mendukung transisi ke ekonomi hijau. Peningkatan kredit ke sektor ini mencerminkan kepercayaan investor dan pelaku usaha terhadap teknologi bersih.
2. Pembiayaan Kendaraan Listrik
Kendaraan listrik mulai mendapat perhatian serius dari sektor perbankan. BCA mencatat pertumbuhan kredit kendaraan listrik yang sangat signifikan, menunjukkan adopsi teknologi ini terus meningkat di masyarakat.
3. Program Kredit Multiguna Usaha Kartini
Inisiatif inklusi keuangan juga terus digalakkan BCA. Program Kredit Multiguna Usaha Kartini menawarkan suku bunga kompetitif mulai dari 3,21% per tahun. Program ini telah menjangkau lebih dari 43.000 debitur perempuan hingga akhir 2025.
Langkah Operasional untuk Mengurangi Emisi
Selain penyaluran kredit, BCA juga menjalankan berbagai program operasional untuk mendukung keberlanjutan. Salah satunya adalah pengelolaan limbah yang berhasil mengurangi sampai 657 ton di tahun lalu.
1. Pengembangan Gedung Ramah Lingkungan
BCA terus mengembangkan infrastruktur yang mendukung efisiensi energi. Intensitas penggunaan energi listrik di gedung operasional turun menjadi 131 kWh/m² pada 2025.
2. Konservasi dan Penurunan Emisi
Upaya konservasi alam serta efisiensi energi berkontribusi pada penurunan emisi operasional hingga 5.575 ton CO2 ekuivalen. Ini adalah bagian dari komitmen BCA untuk mencapai target netral karbon di masa depan.
3. Partisipasi dalam Earth Hour 2026
Pada 28 Maret 2026, BCA kembali berpartisipasi dalam kampanye Earth Hour. Selama satu jam, lampu dan peralatan non-esensial di gedung operasional serta cabang dimatikan. Meski begitu, layanan perbankan dan ATM tetap berjalan normal.
Tabel Perbandingan Pembiayaan Berkelanjutan BCA 2024–2025
| Sektor | 2024 | 2025 | Pertumbuhan (%) |
|---|---|---|---|
| Energi Baru Terbarukan | Rp 3,1 triliun | Rp 6,2 triliun | 100% |
| Kendaraan Listrik | Rp 2,35 triliun | Rp 3,6 triliun | 53% |
| Kredit Multiguna Usaha Kartini | – | Rp 43.000 debitur | – |
Strategi Keberlanjutan BCA di Tahun Mendatang
BCA tidak hanya fokus pada pertumbuhan kredit, tetapi juga pada pengintegrasian prinsip ESG dalam setiap aspek bisnisnya. Ini mencakup pengembangan produk ramah lingkungan, peningkatan inklusi keuangan, dan pengurangan jejak karbon operasional.
1. Penguatan Portofolio ESG
BCA terus memperluas portofolio kredit yang sesuai dengan prinsip ESG. Ini mencakup sektor energi bersih, transportasi berkelanjutan, dan usaha mikro yang ramah lingkungan.
2. Edukasi dan Kolaborasi
Bank ini juga aktif mengedukasi nasabah dan mitra bisnis mengenai pentingnya keberlanjutan. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam mempercepat adopsi praktik ramah lingkungan.
3. Inovasi Teknologi Hijau
Digitalisasi tidak hanya meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga mendukung pengurangan penggunaan kertas dan energi. BCA terus mengembangkan solusi digital yang ramah lingkungan.
Dampak Pembiayaan Berkelanjutan bagi Masyarakat
Dengan meningkatnya akses ke pembiayaan hijau, pelaku usaha kecil dan menengah semakin mudah mengakses modal untuk investasi teknologi bersih. Ini membuka peluang baru dalam mendorong ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal.
Perempuan pelaku usaha juga menjadi salah satu kelompok yang diuntungkan dari program khusus BCA. Kredit Multiguna Usaha Kartini memberikan akses modal yang lebih mudah dan terjangkau.
Disclaimer
Data dan angka yang disajikan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi hingga akhir tahun 2025. Nilai aktual dapat berubah tergantung pada perkembangan ekonomi, regulasi, dan kebijakan internal BCA.
BCA terus berkomitmen untuk menjadi lembaga keuangan yang tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga pada dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat. Langkah-langkah konkret yang diambil hari ini menjadi investasi untuk masa depan yang lebih berkelanjutan.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













