Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Tabungan Negara (BTN) tahun buku 2025 menghasilkan sejumlah keputusan strategis, salah satunya adalah penguatan permodalan untuk mendukung ekspansi kredit. Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi terhadap pertumbuhan bisnis yang lebih agresif di tahun 2026, sekaligus memperkuat posisi keuangan bank BUMN yang fokus pada pembiayaan perumahan.
Keputusan untuk tidak membagikan dividen alias menetapkan dividend payout ratio sebesar 0% menjadi poin penting. Dengan mengalokasikan seluruh laba bersih sebesar Rp 3,5 triliun sebagai laba ditahan, BTN siap membiayai pengambilalihan portofolio kredit dari pihak ketiga. Portofolio ini dinilai memiliki kualitas aset dan yield yang lebih baik dibandingkan portofolio eksisting BTN.
Penguatan Modal untuk Ekspansi Kredit
BTN menempuh pendekatan internal dalam penguatan modal, bukan melalui penerbitan surat utang atau instrumen debt tambahan. Langkah ini diambil untuk menghindari beban bunga yang berpotensi menggerogoti profitabilitas. Dengan tidak membagikan dividen, BTN bisa mempertahankan efisiensi biaya sekaligus mempercepat ekspansi kredit.
-
Pengalokasian laba bersih menjadi laba ditahan
Seluruh laba bersih 2025 senilai Rp 3,5 triliun dialokasikan sebagai saldo laba ditahan untuk mendanai pengambilalihan portofolio kredit. -
Penundaan penerbitan surat utang
Pilihan penerbitan sub-debt atau additional tier 1 capital sempat dipertimbangkan, namun dinilai kurang efisien karena memerlukan waktu lama dan menimbulkan beban bunga. -
Fokus pada portofolio kredit produktif
Portofolio yang akan diakuisisi mencakup kredit produktif dan konsumtif dengan nilai transaksi lebih dari 20% dari ekuitas BTN, sehingga membutuhkan penguatan modal.
Target Kredit dan Proyeksi Kinerja
BTN menargetkan pertumbuhan kredit dan pembiayaan di kisaran 8–10% pada tahun 2026. Fokus utama tetap pada segmen perumahan, baik yang bersubsidi maupun non-subsidi. Pengambilalihan portofolio kredit ini diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap kualitas aset dan pendapatan bunga bank.
-
Penurunan NPL di bawah 3%
Dengan portofolio baru yang memiliki NPL lebih rendah, BTN memperkirakan rasio NPL akhir tahun 2026 akan turun di bawah 3%. -
Peningkatan pendapatan bunga
Yield portofolio baru lebih tinggi dibandingkan yield saat ini, sehingga pendapatan bunga BTN akan meningkat secara signifikan. -
Total kredit melebihi RKAP
Ekspansi kredit yang lebih agresif akan membuat total penyaluran kredit BTN melampaui target RKAP 2026.
Rencana Pengambilalihan Portofolio Kredit
Pengambilalihan portofolio kredit dari pihak ketiga merupakan bagian dari strategi jangka panjang BTN untuk memperkuat bisnis inti. Transaksi ini sedang dalam tahap akhir, dengan target penandatanganan perjanjian sekitar pertengahan Mei 2026.
-
Profil risiko lebih rendah
Portofolio yang akan diakuisisi memiliki profil risiko lebih rendah, terutama dalam hal rasio NPL. -
Imbal hasil lebih tinggi
Yield portofolio ini lebih kompetitif dibandingkan portofolio eksisting, memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan bunga. -
Penguatan ekosistem perumahan
Portofolio ini sejalan dengan fokus BTN pada pembiayaan perumahan, termasuk program subsidi dan non-subsidi.
Kolaborasi Strategis untuk Percepat Pipeline Kredit
BTN terus memperluas kolaborasi strategis untuk memperkuat pipeline kredit, khususnya di segmen perumahan. Salah satu kerja sama penting adalah dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam pengembangan hunian berbasis transit oriented development (TOD).
-
Pengembangan hunian vertikal
Rencana pengembangan proyek hunian vertikal mencakup lima tower di lokasi-lokasi strategis. -
Sinergi dengan KAI
Kolaborasi ini memungkinkan BTN untuk terlibat lebih awal dalam proses pengembangan proyek perumahan yang terintegrasi dengan infrastruktur transportasi. -
Peningkatan aksesibilitas dan nilai properti
Hunian berbasis TOD memiliki potensi apresiasi nilai lebih tinggi dan menarik minat calon pembeli.
Perubahan Susunan Pengurus BTN
RUPST 2026 juga menyetujui sejumlah perubahan dalam susunan pengurus BTN, baik di tingkat Direksi maupun Dewan Komisaris. Perubahan ini mencerminkan dinamika organisasi dan kebutuhan akan kepemimpinan yang sesuai dengan arah strategis perusahaan.
-
Pengangkatan Wakil Komisaris Utama baru
Endra Gunawan menggantikan Dwi Ary Purnomo yang telah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Jasa Raharja sejak Februari 2026. -
Pengangkatan kembali anggota Direksi
Nofry Rony Poetra dan Eko Waluyo dilanjutkan masa jabatannya sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan strategi bisnis. -
Penguatan tim manajemen
Susunan direksi yang baru mencerminkan keseimbangan antara pengalaman dan visi baru untuk mendukung transformasi BTN.
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris BTN 2026
Berikut adalah susunan pengurus BTN yang baru berdasarkan hasil RUPST 2026:
Direksi
| Jabatan | Nama |
|---|---|
| Direktur Utama | Nixon L.P. Napitupulu |
| Wakil Direktur Utama | Oni Febriarto Rahardjo |
| Direktur Finance & Strategy | Nofry Rony Poetra |
| Direktur Consumer Banking | Hirwandi Gafar |
| Direktur Risk Management | Setiyo Wibowo |
| Direktur Operations | I Nyoman Sugiri Yasa |
| Direktur Network & Retail Funding | Rully Setiawan |
| Direktur Commercial Banking | Hermita |
| Direktur Human Capital & Compliance | Eko Waluyo |
| Direktur Information Technology | Tan Jacky Chen |
| Direktur Treasury & International Banking | Venda Yuniarti |
| Direktur Corporate Banking | Helmy Afrisa Nugroho |
Dewan Komisaris
| Jabatan | Nama |
|---|---|
| Komisaris Utama | Suryo Utomo |
| Wakil Komisaris Utama | Endra Gunawan |
| Komisaris | Fahri Hamzah |
| Komisaris | Didyk Choiroel |
| Komisaris Independen | Ida Nuryanti |
| Komisaris Independen | Pietra Machreza Paloh |
| Komisaris Independen | Panangian Simanungkalit |
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari hasil RUPST BTN tahun 2026 serta keterangan resmi Direktur Utama BTN. Beberapa informasi seperti nama pihak lawan transaksi dan detail portofolio kredit masih bersifat rahasia karena proses belum final. Informasi dapat berubah seiring dengan perkembangan regulasi dan kondisi pasar.
Penutup
Langkah BTN untuk memperkuat permodalan dan mempercepat ekspansi kredit menunjukkan komitmen bank ini dalam mendukung sektor perumahan nasional. Dengan fokus pada portofolio berkualitas dan kolaborasi strategis, BTN siap menjadi motor penggerak pembiayaan perumahan yang inklusif dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













