Musim Lebaran selalu jadi momen istimewa di kalangan masyarakat Indonesia. Selain berkumpul dengan keluarga, banyak orang juga memanfaatkan momen ini untuk memenuhi kebutuhan yang tertunda, termasuk membeli kendaraan atau menambah modal usaha. PT Mandiri Utama Finance (MUF) pun memperkirakan bahwa penyaluran pembiayaan akan mengalami peningkatan menjelang Lebaran tahun ini. Tren ini bukan hal baru, karena setiap tahun menjelang hari raya, permintaan pembiayaan cenderung naik.
Plt Direktur Utama MUF, Dapot Parasian Sinaga, menjelaskan bahwa lonjakan permintaan ini sudah menjadi siklus tahunan. Biasanya, peningkatan terjadi sejak bulan Maret menjelang Lebaran. Dapot menyebut bahwa MUF menargetkan penyaluran pembiayaan di Maret 2026 akan lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan ini dipicu oleh peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang hari raya, baik untuk kebutuhan kendaraan maupun dana tunai.
Jenis Pembiayaan yang Diprediksi Naik
Menjelang Lebaran, permintaan pembiayaan biasanya datang dari berbagai segmen. Namun, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pembiayaan kendaraan, khususnya sepeda motor, cenderung lebih dominan dibandingkan mobil. Dapot menjelaskan bahwa pembiayaan mobil tahun ini diperkirakan akan tumbuh lebih stagnan karena beberapa faktor, seperti kondisi ekonomi dan kebijakan pajak yang masih menjadi pertimbangan konsumen.
1. Pembiayaan Motor Diprediksi Lebih Tinggi
Motor tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena harganya yang lebih terjangkau dan kebutuhan sehari-hari. Dapot menyebut bahwa pembiayaan motor akan lebih menonjol dibanding mobil menjelang Lebaran. Ini karena motor dianggap lebih fleksibel dan cocok untuk mobilitas sehari-hari, terutama di kota-kota besar.
2. Pembiayaan Mobil Cenderung Stagnan
Sementara itu, pembiayaan mobil menghadapi beberapa tantangan. Faktor ekonomi, seperti daya beli yang belum pulih sepenuhnya, serta kebijakan opsi pajak kendaraan, menjadi penghambat permintaan. Meski demikian, MUF tetap optimistis akan ada peningkatan, meski tidak sebesar pembiayaan motor.
3. Dana Tunai Juga Naik Cenderung Signifikan
Selain kendaraan, permintaan dana tunai juga meningkat menjelang Lebaran. Banyak orang membutuhkan tambahan dana untuk kebutuhan konsumsi, belanja, atau memenuhi kewajiban keuangan. Ini membuat pembiayaan konsumtif dalam bentuk dana tunai juga menjadi salah satu segmen yang mengalami lonjakan.
Tren Musiman dan Kinerja MUF
Lonjakan permintaan menjelang Lebaran bukan hanya fenomena tahun ini. Ini sudah menjadi tren musiman yang terjadi setiap tahun. Setelah Lebaran berlalu, permintaan pembiayaan biasanya kembali turun hingga menjelang akhir tahun. Namun, MUF tetap optimistis dengan kinerja tahun ini karena sudah menunjukkan pertumbuhan yang positif sejak awal tahun.
1. Pertumbuhan Pembiayaan di Awal Tahun
Per Januari 2026, MUF mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan sebesar 17,2% secara Year on Year (YoY). Angka ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan masih tinggi, meski berada di tengah ketidakpastian ekonomi global.
2. Kualitas Pembiayaan Membaik
Selain pertumbuhan yang positif, kualitas pembiayaan MUF juga mengalami peningkatan. Per Januari 2026, Non Performing Financing (NPF) MUF berada di angka 1,30%, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 1,36%. Ini menunjukkan bahwa manajemen risiko MUF semakin baik dan portofolio pembiayaan semakin sehat.
Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Pembiayaan
Permintaan pembiayaan menjelang Lebaran tidak hanya dipengaruhi oleh faktor musiman. Ada beberapa elemen lain yang juga berkontribusi, seperti kondisi ekonomi makro, kebijakan pemerintah, hingga perilaku konsumen.
1. Keyakinan Konsumen yang Fluktuatif
Kepercayaan konsumen menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan permintaan pembiayaan. Jika masyarakat merasa optimis dengan kondisi ekonomi, mereka lebih berani mengajukan pembiayaan. Namun, jika ada ketidakpastian, seperti kenaikan harga pangan atau gejolak global, permintaan bisa melambat.
2. Kebijakan Pajak Kendaraan
Kebijakan pajak kendaraan juga berpengaruh besar terhadap permintaan pembiayaan mobil. Misalnya, jika ada penawaran diskon pajak atau insentif pembelian kendaraan, permintaan bisa meningkat. Sebaliknya, jika kebijakan tidak mendukung, permintaan bisa tertahan.
3. Kenaikan Harga Pangan dan Inflasi
Kenaikan harga pangan dan inflasi juga bisa memengaruhi daya beli masyarakat. Jika pengeluaran untuk kebutuhan pokok meningkat, sisa pendapatan yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain, termasuk pembiayaan kendaraan, bisa berkurang.
Strategi MUF Menghadapi Lonjakan Permintaan
Untuk menghadapi lonjakan permintaan menjelang Lebaran, MUF menyiapkan sejumlah strategi agar mampu melayani konsumen dengan baik. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kapasitas operasional dan mempercepat proses pengajuan pembiayaan.
1. Mempercepat Proses Aplikasi
MUF terus mengembangkan sistem digital agar proses pengajuan pembiayaan bisa lebih cepat dan mudah. Dengan aplikasi digital, konsumen bisa mengajukan pembiayaan kapan saja dan di mana saja, tanpa harus datang ke kantor cabang.
2. Meningkatkan Jaringan Cabang
Selain itu, MUF juga terus memperluas jaringan cabangnya di berbagai wilayah. Ini penting untuk menjangkau konsumen di daerah-daerah yang belum terlayani dengan baik, terutama menjelang musim permintaan tinggi seperti Lebaran.
3. Menawarkan Produk yang Lebih Fleksibel
MUF juga menyesuaikan produk pembiayaan dengan kebutuhan konsumen. Misalnya, dengan menawarkan skema cicilan yang lebih fleksibel atau tenor yang lebih panjang agar lebih ringan di kantong.
Proyeksi Pembiayaan Menjelang Lebaran 2026
Berdasarkan data dan tren yang ada, MUF memperkirakan penyaluran pembiayaan akan meningkat hingga 20% menjelang Lebaran 2026. Lonjakan ini akan terutama terlihat di segmen motor dan dana tunai, sementara pembiayaan mobil diperkirakan tumbuh lebih moderat.
| Segmen Pembiayaan | Proyeksi Pertumbuhan |
|---|---|
| Motor | 20% |
| Mobil | 10% |
| Dana Tunai | 18% |
Disclaimer: Proyeksi ini bersifat estimasi dan dapat berubah tergantung pada kondisi ekonomi makro serta kebijakan yang berlaku.
Kesimpulan
Musim Lebaran selalu menjadi momentum penting bagi perusahaan pembiayaan seperti MUF. Lonjakan permintaan menjelang hari raya ini memberikan peluang sekaligus tantangan tersendiri. Dengan strategi yang tepat dan sistem yang mendukung, MUF optimistis bisa memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus menjaga kualitas portofolio pembiayaannya. Tren tahunan ini memang sudah terbukti, dan tahun ini pun MUF siap menghadapi lonjakan permintaan dengan lebih baik.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













