Pasokan BBM yang sempat terbatas akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah beberapa waktu lalu, memunculkan spekulasi baru di pasar otomotif. Banyak pihak melihat ini sebagai momentum di mana masyarakat mulai beralih ke alternatif kendaraan yang lebih ramah dan hemat energi, seperti mobil listrik. PT Astra Sedaya Finance atau Astra Credit Companies (ACC) pun mulai mengamati dampaknya terhadap tren pembiayaan kendaraan listrik.
Sejauh ini, ACC mencatat adanya potensi peningkatan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Namun, menurut EVP Corporate Communication & Strategy ACC, Riadi Prasodjo, pihaknya masih terus memantau perkembangan ini secara cermat. Meskipun begitu, optimisme terhadap pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik di tahun ini tetap terjaga.
Dampak Pembatasan BBM terhadap Pembiayaan Kendaraan Listrik
Pembatasan pasokan BBM memang bukan isu baru. Namun, dampaknya terhadap perilaku konsumen bisa berlangsung cukup lama, terutama dalam hal pilihan kendaraan. Saat harga bahan bakar naik atau pasokan terbatas, konsumen cenderung mencari alternatif yang lebih hemat dan efisien.
-
Peningkatan Minat pada Kendaraan Listrik
Dengan semakin mahalnya biaya operasional kendaraan berbahan bakar fosil, konsumen mulai melirik mobil listrik. Kendaraan ini tidak hanya lebih hemat dalam jangka panjang, tapi juga lebih ramah lingkungan. -
Perubahan Pola Pembiayaan
Pola pembiayaan kendaraan juga mulai berubah. Banyak konsumen yang lebih tertarik dengan skema cicilan yang fleksibel dan bunga kompetitif, terutama untuk kendaraan listrik. -
Kebijakan Pemerintah yang Mendukung
Selain faktor eksternal, kebijakan pemerintah seperti insentif pajak dan subsidi juga mendorong masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Ini menjadi salah satu faktor pendorong permintaan pembiayaan.
Tantangan yang Masih Menghadang
Meski peluangnya besar, ACC juga mencatat beberapa tantangan yang masih menghiasi prospek pembiayaan kendaraan listrik di tahun ini.
-
Harga dan Teknologi yang Dinamis
Harga mobil listrik masih tinggi, dan teknologi terus berkembang pesat. Ini membuat konsumen harus lebih selektif dalam memilih kendaraan, serta perusahaan harus terus menyesuaikan strategi pembiayaan. -
Ketidakpastian Pasar Kendaraan Bekas
Segmen kendaraan listrik masih relatif baru, sehingga pasar bekasnya belum sebesar mobil konvensional. Ini bisa menjadi pertimbangan konsumen dalam hal nilai jual kembali. -
Infrastruktur Pengisian Daya yang Belum Merata
Meski pemerintah terus membangun infrastruktur SPKLU, distribusinya masih belum merata di seluruh Indonesia. Ini menjadi kendala tersendiri bagi calon pengguna kendaraan listrik.
Strategi ACC untuk Dorong Pembiayaan Kendaraan Listrik
Menghadapi peluang dan tantangan tersebut, ACC tidak tinggal diam. Perusahaan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk tetap kompetitif dan menarik minat konsumen.
-
Perkuat Kerja Sama dengan Dealer
ACC meningkatkan kolaborasi dengan dealer resmi untuk memperluas jangkauan layanan dan menawarkan program pembiayaan yang lebih menarik. -
Tingkatkan Layanan Pelanggan
Pelayanan yang cepat dan transparan menjadi fokus utama. ACC terus mengembangkan sistem digital agar proses pengajuan lebih mudah dan efisien. -
Sosialisasi Manfaat Kendaraan Listrik
Edukasi kepada konsumen juga menjadi bagian penting dari strategi ACC. Mereka ingin masyarakat lebih paham bahwa kendaraan listrik bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga ekonomis dalam jangka panjang.
Data Pembiayaan Kendaraan Listrik di Awal 2026
Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan kendaraan listrik di sektor multifinance mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan. Per Januari 2026, total pembiayaan mencapai Rp 21,05 triliun, naik 39,13% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
| Bulan | Pembiayaan Kendaraan Listrik | Pertumbuhan Tahunan |
|---|---|---|
| Januari 2025 | Rp 15,13 triliun | – |
| Januari 2026 | Rp 21,05 triliun | 39,13% |
Pertumbuhan ini sejalan dengan tren elektrifikasi kendaraan yang semakin meluas. OJK memperkirakan angka ini akan terus meningkat sepanjang tahun, seiring dengan semakin banyaknya model kendaraan listrik yang tersedia di pasar.
Proyeksi ACC untuk Tahun Ini
ACC mencatat bahwa pembiayaan kendaraan listrik tumbuh dua digit di awal tahun ini. Meski tidak disebutkan secara spesifik, pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat.
-
Pertumbuhan yang Konsisten
Dengan basis pelanggan yang kuat dan jaringan dealer yang luas, ACC optimistis bisa mempertahankan laju pertumbuhan positif sepanjang tahun. -
Inovasi Produk Pembiayaan
ACC juga terus mengembangkan produk pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, termasuk skema cicilan fleksibel dan bunga kompetitif. -
Dukungan Penuh dari Astra Group
Sebagai bagian dari Astra Group, ACC mendapat dukungan penuh dalam hal teknologi, infrastruktur, dan jaringan distribusi.
Kesimpulan
Pembatasan pasokan BBM memang membawa pengaruh signifikan terhadap preferensi konsumen. Namun, bagi perusahaan seperti ACC, ini justru menjadi peluang untuk mendorong adopsi kendaraan listrik. Dengan strategi yang tepat dan dukungan dari ekosistem Astra Group, ACC berpotensi menjadi salah satu pemain utama dalam pembiayaan kendaraan listrik di Indonesia.
Namun, perlu diingat bahwa data dan kondisi pasar bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, informasi ini hanya sebagai gambaran umum dan bukan sebagai acuan keputusan investasi atau keuangan.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













