PT Bank Nano Syariah resmi meluncurkan Gerakan Generasi Syariah sebagai upaya untuk membawa nilai-nilai syariah ke dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan milenial dan Gen Z. Inisiatif ini tidak sekadar soal edukasi keuangan, tetapi juga menyasar transformasi mindset agar syariah menjadi pilihan gaya hidup yang relevan dan modern.
Gerakan ini dirancang untuk menjawab tantangan literasi keuangan syariah yang masih rendah di tengah masyarakat. Meskipun minat terhadap produk syariah terus meningkat, penerapannya dalam aktivitas finansial harian belum sepenuhnya optimal. Dengan pendekatan yang lebih personal dan kontekstual, Nanobank Syariah ingin menunjukkan bahwa syariah bukan hanya urusan ritual, tapi juga solusi transaksional yang praktis dan bermakna.
Mendorong Gaya Hidup Syariah yang Modern
Soejanto, Direktur Corporate Banking Nanobank Syariah, menyampaikan bahwa Gerakan Generasi Syariah hadir untuk menciptakan perspektif baru. Ia menegaskan bahwa syariah bukan identik dengan kekakuan, melainkan bisa menjadi kompas dalam setiap keputusan finansial yang diambil.
Menurutnya, generasi muda saat ini butuh ruang untuk mengekspresikan nilai-nilai kebaikan dalam bentuk yang relevan dengan realitas digital dan urban. Gerakan ini menjadi jawaban atas tuntutan tersebut.
1. Kampanye Digital Edukatif
Salah satu langkah konkret dari Gerakan Generasi Syariah adalah peluncuran kampanye digital yang menyasar audiens muda. Melalui berbagai platform media sosial, Nanobank Syariah menyebarkan konten edukatif yang ringan namun informatif.
Tujuan utamanya adalah membangun kesadaran akan pentingnya prinsip syariah dalam keuangan, investasi, dan pengelolaan harta secara umum. Konten dibuat menarik dan mudah dicerna, sehingga tidak terkesan berat atau membosankan.
2. Podcast Obrolan Abu-Abu
Platform audio juga dimanfaatkan melalui podcast berjudul Obrolan Abu-Abu. Format ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi syariah, ekonom, dan tokoh muda yang memiliki pengaruh di komunitas.
Topik yang dibahas pun bervariasi, mulai dari pemahaman dasar syariah dalam ekonomi, hingga studi kasus nyata tentang aplikasi syariah di bisnis dan kehidupan pribadi. Podcast ini menjadi sarana diskusi terbuka yang mendorong partisipasi aktif dari para pendengar.
3. Pengembangan Komunitas Lokal
Langkah ketiga adalah membangun komunitas lokal yang tersebar di berbagai kota besar. Komunitas ini menjadi wadah interaksi langsung antara anggota masyarakat dengan perwakilan Nanobank Syariah.
Melalui meetup rutin, workshop, dan diskusi kelompok kecil, peserta bisa saling berbagi pengalaman serta belajar langsung dari praktisi. Ini adalah cara efektif untuk membumikan nilai-nilai syariah dalam konteks lokal yang relevan.
Integrasi Teknologi dalam Layanan Perbankan Syariah
Sejalan dengan semangat modernisasi, Nanobank Syariah juga terus mengembangkan layanan digital yang mendukung gaya hidup syariah. Platform mobile banking-nya dirancang user-friendly dan dilengkapi fitur-fitur unik yang sesuai dengan prinsip syariah.
1. Fitur Auto Donation
Fitur Auto Donation memungkinkan nasabah untuk melakukan donasi otomatis setiap bulan ke lembaga amil terpercaya. Ini adalah cara praktis untuk menjalankan kewajiban zakat dan sedekah tanpa ribet.
Donasi yang tersalurkan pun sudah melalui proses verifikasi ketat, sehingga dana tepat sasaran dan sesuai dengan prinsip syariah. Fitur ini sangat cocok bagi generasi muda yang ingin praktis namun tetap produktif secara spiritual.
2. Wakaf Tunai via Aplikasi
Wakaf tunai juga bisa dilakukan langsung melalui aplikasi mobile banking. Prosesnya cepat dan transparan, lengkap dengan laporan penggunaan dana yang bisa diakses kapan saja oleh para wakif.
Ini adalah inovasi penting karena sebelumnya, wakaf seringkali dianggap rumit dan membutuhkan waktu lama. Dengan digitalisasi, wakaf menjadi lebih inklusif dan mudah diakses siapa saja.
3. Perencanaan Ibadah Haji
Nanobank Syariah juga menyediakan fitur khusus untuk merencanakan tabungan haji. Nasabah bisa membuat target jangka panjang, menyetor secara rutin, dan mendapat reminder otomatis agar tidak meleset dari rencana.
Fitur ini sangat membantu generasi muda yang ingin mempersiapkan ibadah haji sejak dini, namun masih dalam fase menabung dan belum punya dana cukup besar.
Kolaborasi dengan BAZNAS untuk Donasi Sosial
Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap tanggung jawab sosial, Nanobank Syariah menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Lewat kolaborasi ini, bank menyalurkan donasi dari zakat penghasilan dan infak karyawan secara sistematis dan transparan.
Direktur Utama Nanobank Syariah, Halim, menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis harus sejalan dengan kebermanfaatan sosial. Kolaborasi dengan BAZNAS adalah salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut.
Tabel Penyaluran Donasi Awal (Maret 2026)
| Jenis Dana | Jumlah (Rp) | Tujuan Program |
|---|---|---|
| Zakat Penghasilan | 500.000.000 | Pemberdayaan UMKM |
| Infak Karyawan | 250.000.000 | Bantuan Pendidikan Anak Yatim |
| CSR Perusahaan | 1.000.000.000 | Pembangunan Masjid Desa |
Penyaluran ini dilakukan secara bertahap dan terjadwal, dengan laporan publik yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
Membangun Ekosistem Keuangan Syariah yang Lebih Luas
Nanobank Syariah tidak hanya fokus pada layanan internal, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ekosistem keuangan syariah nasional. Bank ini aktif berkolaborasi dengan berbagai lembaga syariah lainnya, termasuk asosiasi, regulator, dan komunitas lokal.
Upaya ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang lebih besar dalam mendorong inklusi keuangan syariah. Dengan ekosistem yang solid, diharapkan produk dan layanan syariah bisa menjangkau lebih banyak kalangan, terutama yang selama ini belum terlayani dengan baik.
Tantangan dan Prospek Ke Depan
Meskipun Gerakan Generasi Syariah memiliki potensi besar, tantangan tetap ada. Salah satunya adalah persepsi bahwa syariah identik dengan biaya tinggi dan proses yang rumit. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya.
Nanobank Syariah terus berupaya menunjukkan bahwa produk syariah bisa lebih fleksibel, transparan, dan mudah diakses. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, integrasi syariah dalam dunia digital justru membuka peluang baru yang lebih luas.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan dan regulasi terkini dari pihak terkait. Data dan angka yang disebutkan merupakan hasil terkini per Maret 2026 dan dapat berbeda di masa mendatang.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













