PT Bank KEB Hana Indonesia mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025. Laba bersih bank ini mencapai Rp 611 miliar, naik 17,63% year-on-year (yoy) dibandingkan laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp 519,43 miliar. Angka ini menunjukkan bahwa bank asal Korea Selatan ini mampu menjaga momentum pertumbuhan meski di tengah tantangan ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih.
Direktur Utama Hana Bank, Yung Ryul Ko, menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari strategi bisnis yang matang dan pengelolaan risiko yang ketat. Menurutnya, fokus pada layanan berkualitas serta inovasi produk turut mendorong performa keuangan bank selama tahun lalu.
Faktor-Faktor yang Mendukung Kinerja Positif Hana Bank
Pertumbuhan laba yang signifikan tidak datang begitu saja. Ada beberapa faktor penting yang menjadi pendorong utama kinerja Hana Bank di tahun 2025. Mulai dari penyaluran kredit yang terus meningkat, hingga strategi penghimpunan dana yang efektif. Semua elemen ini saling terhubung dan mendukung stabilitas operasional bank.
1. Pertumbuhan Penyaluran Kredit yang Stabil
Penyaluran kredit Hana Bank tumbuh 8,14% secara tahunan menjadi Rp 40,14 triliun. Lonjakan ini terutama didorong oleh permintaan dari segmen korporasi, khususnya untuk kebutuhan modal kerja dan pembiayaan sindikasi. Artinya, banyak perusahaan besar masih percaya pada Hana Bank sebagai mitra keuangan mereka.
2. Kualitas Aset Tetap Terjaga
Meskipun volume kredit naik, kualitas pinjaman tetap terjaga. Rasio Non Performing Loan (NPL) bruto turun menjadi 0,68%, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan angka 0,76%. Begitu juga dengan NPL netto yang turun dari 0,28% menjadi 0,24%.
Perbandingan Kualitas Aset Hana Bank Tahun 2024 vs 2025:
| Indikator | 2024 | 2025 |
|---|---|---|
| NPL Bruto | 0,76% | 0,68% |
| NPL Netto | 0,28% | 0,24% |
Angka ini jauh lebih baik dibandingkan rata-rata industri perbankan nasional yang mencatatkan NPL bruto 2,05% dan NPL netto 0,79% berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
3. Dana Pihak Ketiga Naik Signifikan
Total Dana Pihak Ketiga (DPK) Hana Bank juga mengalami peningkatan sebesar 8,36% yoy, mencapai Rp 29,18 triliun. Komposisi DPK didominasi oleh giro dan deposito berjangka, yang menunjukkan adanya kepercayaan tinggi dari nasabah terhadap likuiditas dan layanan bank.
4. Inovasi Produk dan Layanan
Sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi pasar, Hana Bank meluncurkan beberapa produk baru seperti Goal Savings dan Flexi Deposit. Produk-produk ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas dan nilai tambah bagi nasabah ritel maupun korporasi.
Selain itu, bank ini juga memperluas kolaborasi di bidang wealth management guna menawarkan solusi investasi yang lebih lengkap kepada kalangan nasabah mapan.
5. Pembiayaan Berkelanjutan Mengalami Lonjakan
Salah satu sorotan menarik adalah pertumbuhan pembiayaan berkelanjutan yang mencapai 12,27% yoy atau setara Rp 5,19 triliun. Proporsi ini menyumbang 12,92% terhadap total kredit bank.
Sektor-sektor yang mendapat dukungan pembiayaan hijau antara lain:
- UMKM
- Pengelolaan air dan limbah
- Efisiensi sumber daya
- Proyek-proyek ramah lingkungan lainnya
Langkah ini tidak hanya mendukung visi keberlanjutan, tapi juga membantu bank membangun citra yang lebih positif di mata publik dan investor.
Strategi Bisnis yang Mendukung Pertumbuhan
Di balik angka-angka finansial yang menjanjikan, ada strategi bisnis yang dirancang dengan matang. Hana Bank tidak sekadar mengandalkan pertumbuhan linear, tapi juga melakukan diversifikasi portofolio dan mitigasi risiko secara proaktif.
Bank ini fokus pada dua hal utama: pertama, mempertahankan kualitas aset tetap prima; kedua, mempercepat transformasi digital agar layanan lebih mudah diakses nasabah.
Strategi ini tampaknya berhasil karena selama 2025, Hana Bank mampu menjaga profitabilitas sambil tetap menumbuhkan basis nasabah dan portofolio kredit.
Potret Kinerja Hana Bank dalam Angka
Untuk gambaran lebih jelas tentang kondisi keuangan Hana Bank di akhir 2025, berikut ringkasan data penting:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| Laba Bersih | Rp 611 miliar |
| Pertumbuhan Laba YoY | +17,63% |
| Total Kredit | Rp 40,14 triliun |
| Pertumbuhan Kredit YoY | +8,14% |
| DPK | Rp 29,18 triliun |
| Pertumbuhan DPK YoY | +8,36% |
| NPL Bruto | 0,68% |
| NPL Netto | 0,24% |
| Pembiayaan Berkelanjutan | Rp 5,19 triliun |
Kesimpulan
Performa Hana Bank di tahun 2025 menunjukkan bahwa bank ini mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas. Dengan kombinasi strategi bisnis yang tepat, pengelolaan risiko yang ketat, serta inovasi produk yang responsif terhadap kebutuhan nasabah, Hana Bank berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang impresif.
Namun demikian, dinamika ekonomi global dan regulasi domestik bisa berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, konsistensi dalam menjalankan prinsip-prinsip manajemen risiko serta adaptasi cepat terhadap perkembangan industri akan sangat menentukan apakah tren positif ini dapat dipertahankan di masa depan.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi PT Bank KEB Hana Indonesia per 31 Desember 2025. Angka-angka dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi makro ekonomi dan kebijakan korporasi.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













