Bank Mandiri mencatat pencapaian penting di awal tahun 2026. Hingga akhir Februari, bank BUMN ini membukukan laba bersih sebesar Rp 8,9 triliun. Angka ini naik 16,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan kinerja keuangan yang solid di tengah dinamika ekonomi nasional.
Peningkatan laba tidak lepas dari pertumbuhan transaksi digital yang semakin masif. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menjelaskan bahwa aktivitas transaksi masyarakat melalui platform digital berperan besar dalam mendorong pendapatan bank.
Faktor Penopang Kenaikan Laba Bank Mandiri
1. Lonjakan Transaksi Digital via Livin’ by Mandiri
Livin’ by Mandiri menjadi salah satu pendorong utama laba Bank Mandiri. Sejak awal tahun hingga Februari 2026, aplikasi ini mencatat total transaksi sebanyak 738,7 juta kali. Angka ini menunjukkan adopsi digital yang tinggi di kalangan pengguna.
Aplikasi ini tidak hanya digunakan untuk transaksi perbankan biasa. Banyak fitur yang mendukung pembayaran di merchant, belanja online, hingga pembayaran tagihan. Semakin banyak aktivitas, semakin besar pula pendapatan komisi yang diraup bank.
2. Peningkatan Pendapatan Berbasis Komisi
Pendapatan berbasis komisi atau fee based income juga mengalami lonjakan. Hingga Februari 2026, komisi yang masuk dari penggunaan aplikasi mencapai Rp 625 miliar. Angka ini naik 45,3% secara tahunan.
Lonjakan ini menunjukkan bahwa semakin banyak pengguna yang memanfaatkan layanan non-bunga seperti pembayaran digital, asuransi mikro, dan investasi ritel. Hal ini sejalan dengan strategi Bank Mandiri untuk mengurangi ketergantungan pada pendapatan bunga.
3. Dukungan dari UMKM
Transaksi digital tidak hanya dimanfaatkan oleh individu. Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga turut andil dalam pertumbuhan transaksi. Semakin banyak UMKM yang menggunakan layanan digital Bank Mandiri, semakin besar pula volume transaksi yang tercatat.
Bank Mandiri terus mengembangkan layanan yang ramah untuk UMKM. Mulai dari aplikasi pembayaran hingga akses ke modal kerja digital. Ini membuka peluang baru bagi pengembangan bisnis kecil yang sebelumnya belum terlayani dengan baik.
Dampak Kenaikan Laba bagi Ekosistem Keuangan
1. Efisiensi Beban Bunga
Salah satu manfaat langsung dari meningkatnya transaksi digital adalah efisiensi beban bunga. Semakin banyak dana mengendap di rekening transaksi, semakin rendah biaya dana yang harus ditanggung bank.
Dana murah ini memungkinkan Bank Mandiri menawarkan suku bunga yang kompetitif untuk produk simpanan. Di sisi lain, bank juga bisa mengalokasikan dana tersebut untuk pinjaman produktif dengan margin yang menguntungkan.
2. Penguatan Modal untuk Ekspansi
Laba bersih yang tinggi memberikan ruang bagi Bank Mandiri untuk mengembangkan bisnis. Baik itu ekspansi digital, peningkatan layanan, hingga investasi pada teknologi keamanan dan infrastruktur.
Dengan modal yang kuat, bank ini bisa terus berinovasi dalam menyediakan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
3. Dampak Positif bagi UMKM
Peningkatan laba juga menjadi indikator bahwa ekosistem UMKM semakin sehat. Semakin banyak transaksi digital yang dilakukan pelaku UMKM, artinya semakin tinggi pula omzet dan aktivitas bisnis mereka.
Bank Mandiri bisa memanfaatkan data transaksi ini untuk memberikan solusi keuangan yang lebih tepat sasaran. Mulai dari pinjaman modal kerja hingga layanan manajemen keuangan digital.
Strategi Jangka Panjang Bank Mandiri
1. Fokus pada Layanan Digital
Bank Mandiri terus mengembangkan platform digital agar lebih user-friendly. Livin’ by Mandiri menjadi pusat ekosistem layanan keuangan yang mencakup pembayaran, investasi, hingga asuransi.
Bank juga terus memperluas jaringan merchant yang menerima pembayaran digital. Ini membuat pengguna semakin dimanjakan dengan kemudahan akses dan pilihan pembayaran.
2. Peningkatan Literasi Keuangan
Selain menyediakan layanan, Bank Mandiri juga aktif dalam program literasi keuangan. Tujuannya agar masyarakat, khususnya UMKM, bisa memanfaatkan layanan digital dengan lebih maksimal.
Program ini mencakup pelatihan penggunaan aplikasi, edukasi keamanan digital, hingga simulasi pengelolaan keuangan.
3. Kolaborasi dengan Ekosistem Digital
Bank Mandiri tidak bekerja sendirian. Kolaborasi dengan berbagai platform e-commerce, marketplace, dan fintech membuat ekosistem digital semakin luas dan saling menguntungkan.
Kemitraan ini memungkinkan Bank Mandiri menjangkau lebih banyak pengguna tanpa harus membangun semuanya dari nol.
Perbandingan Kinerja Laba Bersih Bank Mandiri (YoY)
| Periode | Laba Bersih | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| Februari 2025 | Rp 7,6 triliun | – |
| Februari 2026 | Rp 8,9 triliun | 16,7% |
Rincian Pendapatan Komisi dari Livin’ by Mandiri
| Jenis Pendapatan | Jumlah | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| Fee Based Income | Rp 625 miliar | 45,3% (YoY) |
| Volume Transaksi | 738,7 juta transaksi | – |
Tren Transaksi Digital di Kalangan UMKM
| Tahun | Volume Transaksi | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| 2024 | 520 juta transaksi | – |
| 2025 | 650 juta transaksi | 25% |
| 2026 (hingga Februari) | 738,7 juta transaksi | 13,6% (YoY) |
Disclaimer: Data yang disajikan bersifat estimasi berdasarkan informasi resmi hingga Maret 2026. Angka bisa berubah seiring laporan keuangan resmi dan dinamika pasar.
Bank Mandiri terus menunjukkan konsistensi dalam memperkuat posisi di sektor perbankan digital. Dengan laba bersih yang meningkat dan ekosistem transaksi yang semakin luas, bank ini siap menghadapi tantangan serta peluang di tahun-tahun mendatang.
Danang Ismail adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis berpengalaman sejak 2013 dengan keahlian di bidang ekonomi, moneter, perbankan, bansos, dan UMKM.













