Menjelang Lebaran, permintaan kredit mobil bekas dari perusahaan multifinance terus meningkat. Tren ini mencerminkan keinginan masyarakat untuk memiliki kendaraan pribadi, terutama saat momen mudik tiba. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa piutang pembiayaan kendaraan roda empat dari multifinance menunjukkan pertumbuhan stabil, terutama untuk mobil bekas yang lebih diminati karena harganya yang lebih terjangkau.
Kenaikan permintaan ini tidak hanya terjadi dalam hitungan bulan menjelang Lebaran, tapi juga menjadi tren tahunan. Dari 2022 hingga 2025, piutang pembiayaan kendaraan roda empat multifinance tumbuh rata-rata 6,80% secara year-on-year. Lebih mengejutkan lagi, kendaraan bekas mencatatkan pertumbuhan yang lebih tinggi, yaitu 12,75% yoy. Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih opsi bekas karena pertimbangan harga dan fleksibilitas pembiayaan.
Permintaan Kredit Mobil Bekas Naik Tajam Menjelang Lebaran
Menjelang Lebaran, kebutuhan akan kendaraan pribadi meningkat. Banyak keluarga merencanakan perjalanan mudik, liburan, atau kunjungan ke sanak saudara. Hal ini mendorong permintaan mobil bekas, terutama yang bisa diajukan secara kredit melalui perusahaan multifinance.
1. Alasan Masyarakat Lebih Pilih Mobil Bekas
Mobil bekas menjadi pilihan utama karena harganya yang lebih terjangkau dibanding mobil baru. Selain itu, proses pengajuan kredit juga cenderung lebih fleksibel. Banyak multifinance menawarkan skema angsuran yang menyesuaikan kemampuan calon pembeli.
2. Peran Multifinance dalam Meningkatnya Permintaan
Multifinance memiliki peran besar dalam memperlancar akses masyarakat terhadap mobil bekas. Dengan jaringan yang luas dan proses yang cepat, perusahaan ini menjadi alternatif utama selain bank konvensional. Mereka juga lebih mudah dalam menyesuaikan syarat dan ketentuan kredit.
3. Data Pertumbuhan Pembiayaan Mobil Bekas
Berdasarkan data OJK, total penyaluran pembiayaan roda empat multifinance mencapai Rp 229,43 triliun per Januari 2026. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berasal dari pembiayaan mobil bekas. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap skema kredit multifinance terus meningkat.
Perbandingan Kinerja Multifinance dalam Pembiayaan Mobil Bekas
Beberapa perusahaan multifinance mencatatkan pertumbuhan pembiayaan mobil bekas yang cukup signifikan. Berikut adalah rincian kinerja beberapa perusahaan besar:
| Perusahaan | Total Pembiayaan Mobil Bekas | Periode Data | Pertumbuhan YoY |
|---|---|---|---|
| Mandiri Utama Finance | Rp 3,3 triliun | hingga Oktober 2025 | 17,2% |
| Adira Finance | Rp 3,6 triliun | hingga Oktober 2025 | 18% |
| BFI Finance | Rp 21,9 triliun | tahun 2025 | – |
Catatan: Data bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan laporan resmi perusahaan.
Faktor yang Mendorong Permintaan Kredit Mobil Bekas
Permintaan kredit mobil bekas tidak hanya dipengaruhi oleh momen Lebaran. Ada beberapa faktor lain yang turut mendorong peningkatan permintaan.
1. Harga Mobil Bekas Lebih Terjangkau
Harga mobil bekas jelas lebih murah dibanding mobil baru. Ini menjadi pertimbangan utama masyarakat menengah ke bawah yang ingin memiliki kendaraan pribadi tanpa menguras tabungan.
2. Proses Pengajuan Kredit yang Lebih Mudah
Multifinance menawarkan proses pengajuan kredit yang lebih cepat dan syarat yang lebih fleksibel. Hal ini sangat menguntungkan bagi calon pembeli yang tidak memiliki waktu banyak atau dokumen yang rumit.
3. Kebutuhan Mobilitas yang Meningkat
Semakin tingginya kebutuhan mobilitas, baik untuk bekerja, berbisnis, maupun kebutuhan keluarga, membuat mobil menjadi kebutuhan primer. Banyak orang memilih mobil bekas sebagai solusi jangka pendek sebelum bisa membeli mobil baru.
Strategi Multifinance dalam Menjaga Daya Saing
Untuk tetap kompetitif, multifinance terus mengembangkan strategi bisnis mereka. Mulai dari penawaran suku bunga yang kompetitif hingga program cicilan yang fleksibel.
1. Penawaran Suku Bunga Ringan
Banyak multifinance menawarkan suku bunga yang kompetitif untuk menarik calon pembeli. Program ini biasanya berlaku dalam periode tertentu, terutama menjelang Lebaran.
2. Program Cicilan Jangka Panjang
Untuk meringankan beban pembeli, beberapa multifinance menawarkan program cicilan jangka panjang hingga 60 bulan. Ini memberi ruang bagi pembeli untuk membayar secara bertahap tanpa tekanan.
3. Kolaborasi dengan Dealer Mobil Bekas
Multifinance juga menjalin kerja sama dengan dealer mobil bekas untuk memperluas jaringan distribusi. Dengan begitu, calon pembeli bisa langsung mengajukan kredit saat memilih mobil.
Tantangan yang Dihadapi Bisnis Pembiayaan Mobil Bekas
Meski permintaan tinggi, bisnis pembiayaan mobil bekas juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah risiko kredit macet yang bisa meningkat jika calon pembeli tidak memenuhi kewajiban cicilan.
1. Risiko Kredit Macet
Kenaikan permintaan kredit bisa diikuti dengan risiko macet. Multifinance harus lebih selektif dalam menilai calon pembeli agar tidak terjadi penumpukan tunggakan.
2. Persaingan dengan Bank dan Fintech
Persaingan semakin ketat karena bank dan fintech juga menawarkan produk pembiayaan kendaraan. Multifinance harus terus berinovasi agar tidak tertinggal.
3. Fluktuasi Harga Mobil Bekas
Harga mobil bekas bisa berubah-ubah tergantung kondisi pasar. Ini bisa memengaruhi nilai jaminan kredit dan risiko kerugian perusahaan.
Tips Memilih Multifinance untuk Kredit Mobil Bekas
Bagi yang ingin mengajukan kredit mobil bekas, memilih multifinance yang tepat sangat penting. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti:
1. Bandingkan Suku Bunga dan Biaya Administrasi
Jangan langsung memilih multifinance pertama yang menawarkan kredit. Bandingkan suku bunga, biaya administrasi, dan total beban yang harus dibayar selama masa kredit berlangsung.
2. Cek Reputasi dan Legalitas Perusahaan
Pastikan multifinance yang dipilih memiliki izin resmi dari OJK dan memiliki reputasi baik di masyarakat. Cek juga riwayat keluhan nasabah sebelumnya.
3. Pahami Syarat dan Ketentuan Kredit
Setiap multifinance memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda. Pahami dengan baik agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.
Kesimpulan
Permintaan kredit mobil bekas dari multifinance terus meningkat menjelang Lebaran. Fenomena ini dipicu oleh kebutuhan masyarakat akan kendaraan pribadi dan harga mobil bekas yang lebih terjangkau. Meski demikian, calon pembeli tetap perlu selektif dalam memilih multifinance agar tidak terjebak dalam penawaran yang tidak menguntungkan.
Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan kebijakan perusahaan terkait.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













