Finansial

Permintaan konsumen mobil baru awal 2026 melonjak tajam, multifinance siapkan strategi jitu raih peluang emas pasar otomotif

Rista Wulandari
×

Permintaan konsumen mobil baru awal 2026 melonjak tajam, multifinance siapkan strategi jitu raih peluang emas pasar otomotif

Sebarkan artikel ini
Permintaan konsumen mobil baru awal 2026 melonjak tajam, multifinance siapkan strategi jitu raih peluang emas pasar otomotif

mobil di awal tahun 2026 langsung menunjukkan tren positif. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mencatat penjualan mobil secara wholesale di Januari 2026 mencapai 66.447 unit, naik 7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan ritel mencatatkan angka 66.936 unit, naik 4,5% YoY. Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa industri otomotif mulai kembali bergairah setelah beberapa waktu terakhir sempat melambat.

Kenaikan permintaan ini pun langsung dirasakan oleh pelaku industri pembiayaan kendaraan, khususnya perusahaan multifinance. Salah satunya adalah PT (MUF) yang mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan kendaraan sebesar 17,2% YoY di Januari 2026. Ini menunjukkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kepemilikan kendaraan pribadi masih tinggi, terutama menjelang momen-momen penting seperti Lebaran.

Prospek Multifinance di Tahun 2026

Dengan penjualan mobil yang mulai melesat di awal tahun, peluang bagi juga semakin terbuka lebar. Kenaikan permintaan kendaraan baru dan bekas berpotensi mendorong kinerja pembiayaan kendaraan yang sempat terkontraksi di akhir 2025.

1. Permintaan Kendaraan yang Stabil

Salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ini adalah permintaan kendaraan yang terus terjaga. Masyarakat masih memandang mobil sebagai kebutuhan penting, baik untuk mobilitas harian maupun aktivitas produktif. Apalagi menjelang Lebaran, kebutuhan perjalanan bersama keluarga membuat permintaan mobil meningkat secara signifikan.

2. Pembiayaan Kendaraan Masih Menjadi Pilihan Utama

Meskipun sempat terdampak perlambatan pasar otomotif di tahun lalu, pembiayaan kendaraan melalui multifinance tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Otoritas (OJK) mencatat nilai pembiayaan mobil baru di industri multifinance mencapai Rp 142,59 triliun per November 2025, meski terkontraksi 4,65% secara YoY. Sementara itu, pembiayaan mobil bekas mencatat pertumbuhan positif sebesar 0,42% dengan nilai Rp 87,46 triliun.

3. Sinergi dengan Ekosistem Grup

MUF, misalnya, memanfaatkan sinergi dengan ekosistem Mandiri Group untuk menjangkau nasabah dengan profil risiko yang baik. Strategi ini membantu menjaga tetap stabil meski di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Strategi MUF Dorong Kinerja di 2026

Untuk mempertahankan momentum positif ini, MUF merancang sejumlah strategis yang diharapkan bisa memperkuat kinerja sepanjang tahun.

1. Perkuat Kerja Sama dengan Dealer

Salah satu langkah utama adalah memperkuat kolaborasi dengan jaringan dealer. Dengan membangun kemitraan yang lebih erat, MUF bisa menjangkau lebih banyak calon konsumen dan menawarkan program pembiayaan yang lebih menarik.

2. Hadirkan Program Pembiayaan Menarik

Program pembiayaan yang kompetitif dan fleksibel menjadi kunci menarik minat konsumen. MUF berencana menghadirkan berbagai penawaran menarik, mulai dari suku bunga kompetitif hingga tenor yang disesuaikan dengan kemampuan pembayaran nasabah.

3. Manfaatkan Teknologi untuk Efisiensi Operasional

Selain itu, MUF juga terus mengembangkan layanan digital untuk meningkatkan efisiensi proses pengajuan dan pembiayaan. Ini tidak hanya mempercepat proses, tapi juga memberikan pengalaman lebih baik bagi nasabah.

Perbandingan Kinerja Pembiayaan Mobil Baru dan Bekas

Berikut adalah perbandingan kinerja pembiayaan mobil baru dan bekas di industri multifinance berdasarkan data OJK per November 2025:

Jenis Pembiayaan Nilai (Rp Triliun) Pertumbuhan YoY
Mobil Baru 142,59 -4,65%
Mobil Bekas 87,46 +0,42%

Dari tabel di atas terlihat bahwa pembiayaan mobil bekas menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibanding mobil baru. Ini menunjukkan bahwa konsumen cenderung lebih selektif dalam memilih mobil baru, sementara mobil bekas tetap diminati karena harganya yang lebih terjangkau.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski prospeknya cerah, industri multifinance tetap harus waspada terhadap sejumlah tantangan. Salah satunya adalah risiko kredit yang bisa meningkat seiring dengan ketatnya likuiditas di . Selain itu, persaingan yang semakin ketat juga menuntut multifinance untuk terus berinovasi.

1. Risiko Kredit yang Meningkat

Dengan semakin banyaknya pihak yang menawarkan pembiayaan kendaraan, risiko kredit juga meningkat. MUF dan perusahaan multifinance lainnya harus lebih selektif dalam menilai calon nasabah agar kualitas portofolio tetap terjaga.

2. Persaingan yang Makin Ketat

Persaingan tidak hanya datang dari sesama multifinance, tapi juga dari bank konvensional yang menawarkan kredit kendaraan dengan suku bunga kompetitif. Ini membuat multifinance harus terus meningkatkan kualitas layanan dan produk agar tetap relevan di mata konsumen.

3. Kebijakan Makro yang Berubah

Perubahan kebijakan makroekonomi, seperti fluktuasi suku bunga acuan BI atau regulasi dari OJK, juga bisa berdampak langsung pada kinerja multifinance. Oleh karena itu, adaptasi yang cepat terhadap perubahan ini menjadi kunci keberhasilan.

Kesimpulan

Penjualan mobil yang melesat di awal 2026 menjadi angin segar bagi industri multifinance. Dengan permintaan yang terus terjaga dan strategi yang tepat, pembiayaan kendaraan berpotensi kembali tumbuh positif sepanjang tahun. MUF, sebagai salah satu pemain utama, telah menyiapkan sejumlah untuk memperkuat kinerja, mulai dari sinergi ekosistem hingga program pembiayaan menarik.

Namun, tantangan seperti risiko kredit dan persaingan yang ketat tetap harus diwaspadai. Dengan pendekatan yang hati-hati dan adaptif, industri multifinance bisa terus tumbuh meski di tengah dinamika pasar yang terus berubah.

Disclaimer: Data dan angka dalam artikel ini bersumber dari laporan GAIKINDO dan OJK per November 2025 serta pernyataan resmi PT Mandiri Utama Finance per Januari 2026. Angka dan kondisi pasar bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada faktor makroekonomi dan regulasi yang berlaku.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.