Finansial

BSI Tingkatkan Kontribusi Sektor Perhiasan dengan Pengelolaan Emas Tembus 22,5 Ton

Rista Wulandari
×

BSI Tingkatkan Kontribusi Sektor Perhiasan dengan Pengelolaan Emas Tembus 22,5 Ton

Sebarkan artikel ini
BSI Tingkatkan Kontribusi Sektor Perhiasan dengan Pengelolaan Emas Tembus 22,5 Ton

Pertumbuhan bisnis emas di Indonesia kian menunjukkan tren positif. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat pencapaian luar biasa dalam satu tahun sejak peluncuran layanan bullion bank. Total kelolaan emas BSI kini mencapai 22,5 ton, menunjukkan bahwa masyarakat mulai lebih percaya terhadap layanan emas yang aman dan syariah.

Layanan bullion bank sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat pengelolaan emas nasional. Program ini resmi dimulai pada 26 Februari 2025 setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan izin kepada BSI dan Pegadaian. Sejak saat itu, BSI menjadi salah satu aktor penting dalam mengembangkan ekosistem emas nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Ekosistem Emas yang Semakin Kuat

Peningkatan kelolaan emas BSI tidak hanya soal angka. Ini adalah cerminan dari semakin luasnya akses masyarakat terhadap investasi emas yang aman dan sesuai dengan prinsip syariah. Layanan bullion bank memungkinkan untuk menyimpan, membeli, dan menjual emas secara digital dengan transparan dan terjamin.

1. Peluncuran Layanan Bullion Bank

Layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan instrumen investasi yang stabil dan aman. Dengan sistem yang terintegrasi, nasabah bisa mengakses berbagai produk emas mulai dari simpanan emas hingga cicilan emas.

2. Peningkatan Jumlah Nasabah Emas

Salah satu indikator keberhasilan layanan ini adalah lonjakan jumlah nasabah. Dalam waktu satu tahun, jumlah nasabah bullion bank melonjak lebih dari 400%. Bahkan, komposisi nasabah dari kalangan Gen Z naik dari 24% menjadi 32%, menunjukkan bahwa generasi muda mulai tertarik pada investasi emas.

3. Integrasi dengan Produk Emas Lainnya

Bullion bank tidak berdiri sendiri. Layanan ini terintegrasi dengan produk emas lainnya yang sudah ada di BSI seperti cicil emas dan gadai emas. Hal ini menciptakan ekosistem emas yang komprehensif dan mudah diakses oleh nasabah dari berbagai kalangan.

Kontribusi terhadap Kinerja BSI

Bisnis emas tidak hanya memperluas basis nasabah, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja keuangan BSI. Hingga akhir 2025, aset BSI mencapai Rp456 triliun, naik 11,64% secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan pembiayaan sebesar 14,49% dan Dana (DPK) yang tumbuh 16,20% menjadi Rp380 triliun.

1. Fee Based Income dari Bisnis Emas

Selain pertumbuhan aset, bisnis bullion juga memberikan kontribusi pendapatan non-bunga (fee based income). Ini menjadi salah satu pendapatan baru yang membantu BSI menjaga kinerjanya tetap solid di tengah persaingan industri perbankan.

2. Peningkatan Kualitas Pembiayaan

Kualitas pembiayaan BSI tetap terjaga dengan baik. Cost of financing (CoC) berada di level rendah, yaitu hanya 0,84%. Ini menunjukkan bahwa bank mampu menjalankan operasionalnya secara efisien tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Dukungan Pemerintah dan Regulator

Keberhasilan BSI dalam mengembangkan layanan bullion bank tidak lepas dari dukungan pemerintah dan regulator. Menteri Koordinator Bidang , Airlangga Hartanto, menyatakan bahwa emas adalah instrumen investasi safe haven yang penting dalam kondisi ekonomi apapun.

1. Pengembangan Roadmap Bullion

Pemerintah juga telah meluncurkan roadmap pengembangan ekosistem bullion nasional. Langkah ini bertujuan untuk menjadikan industri bullion sebagai mesin pertumbuhan baru bagi ekonomi nasional. BSI menjadi salah satu mitra strategis dalam pelaksanaan roadmap ini.

2. Peran OJK dalam Pengawasan

OJK juga turut mendukung pengembangan industri bullion. Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, menyatakan lembaga untuk terus mengembangkan ekosistem bullion agar bisa memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Inovasi dan Literasi Investasi Emas

Ke depan, BSI berencana terus mengembangkan layanan bullion bank dengan berbagai . Salah satunya adalah melalui kampanye literasi investasi bertajuk "Langkah Emas Generasi E.M.A.S." yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang investasi emas.

1. Pemanfaatan Emas dalam Perencanaan Keuangan

BSI juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan emas sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Misalnya, untuk persiapan ibadah , kepemilikan rumah, atau tujuan finansial lainnya.

2. Pengembangan Fitur Digital

Dengan semakin berkembangnya teknologi, BSI terus mengembangkan fitur-fitur digital yang memudahkan nasabah mengelola investasi emasnya. Mulai dari mobile hingga digital yang terintegrasi.

Tantangan dan Prospek ke Depan

Meski pencapaian BSI sangat mengesankan, tantangan tetap ada. Fluktuasi harga emas global dan ketidakpastian ekonomi makro bisa memengaruhi minat masyarakat terhadap investasi emas. Namun, dengan prinsip syariah dan sistem yang transparan, BSI diyakini mampu menjaga kepercayaan nasabah.

1. Perluasan Akses ke Daerah

Salah satu langkah strategis ke depan adalah memperluas akses layanan bullion bank ke daerah-daerah. Ini akan membantu meningkatkan inklusi keuangan dan memperluas basis nasabah di luar wilayah perkotaan.

2. Kolaborasi dengan Pihak Lain

BSI juga berencana memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk regulator, pelaku industri, dan lembaga pendidikan. Tujuannya untuk membangun ekosistem emas yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Disclaimer

Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi ekonomi dan kebijakan yang berlaku. Angka dan pencapaian yang disebutkan merupakan data terkini yang tersedia hingga akhir 2025.

Rista Wulandari
Reporter at USAID IUWASH Tangguh

Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.