PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mulai merombak strategi pendanaannya di tengah situasi suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang masih bertahan di level 4,75%. Ditambah lagi dengan tren kenaikan yield obligasi yang berlangsung, kondisi ini memberikan tekanan pada cost of fund perusahaan. Sebagai perusahaan multifinance, WOM Finance harus lebih selektif dalam mengatur sumber dana dan penawaran bunga kepada debitur.
Faktor suku bunga BI dan yield obligasi menjadi penentu utama dalam pengaturan margin dan penentuan harga pembiayaan. Kondisi ini memaksa perusahaan untuk tidak hanya mengandalkan satu sumber pendanaan, tetapi mulai menyeimbangkan antara pendanaan dari perbankan dan pasar modal. Langkah ini diambil agar tetap menjaga daya saing tanpa mengorbankan kualitas portofolio.
Dampak Suku Bunga BI dan Yield Obligasi pada Pendanaan
Saat suku bunga BI tidak bergerak dan yield obligasi naik, maka cost of fund cenderung tetap tinggi. Ini berdampak langsung pada bunga yang ditawarkan kepada nasabah. WOM Finance pun harus lebih hati-hati dalam menentukan tingkat bunga yang kompetitif, sekaligus tetap menguntungkan.
1. Pengaruh Suku Bunga BI Terhadap Cost of Fund
Suku bunga BI yang ditahan di level 4,75% membuat perusahaan tidak bisa langsung menurunkan bunga pinjaman. Kondisi ini membatasi ruang manuver perusahaan dalam menarik calon debitur, terutama di tengah persaingan bisnis yang ketat.
2. Kenaikan Yield Obligasi Tekan Marginal Pendanaan
Yield obligasi yang naik berarti investor menuntut return yang lebih tinggi. Ini membuat pendanaan melalui pasar modal menjadi lebih mahal. WOM Finance harus menyeimbangkan antara kebutuhan dana dan biaya yang ditanggung agar tetap menjaga profitabilitas.
3. Strategi Diversifikasi Pendanaan
Untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber pendanaan, WOM Finance mulai menerapkan pendekatan yang lebih diversifikasi. Langkah ini mencakup pemanfaatan dana dari berbagai lembaga keuangan dan instrumen pasar modal.
Strategi WOM Finance dalam Menghadapi Tantangan
Menghadapi tekanan dari cost of fund yang tinggi, WOM Finance tidak tinggal diam. Perusahaan melakukan sejumlah penyesuaian strategi agar tetap bisa bersaing di pasar multifinance yang kompetitif.
1. Penyesuaian Pricing Secara Selektif
Perusahaan melakukan penyesuaian harga pinjaman secara selektif. Ini dilakukan untuk menjaga daya saing tanpa mengorbankan prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko.
2. Peningkatan Kualitas Portofolio
Dalam kondisi seperti ini, WOM Finance lebih fokus pada kualitas portofolio. Artinya, perusahaan lebih selektif dalam menyalurkan kredit dan memilih nasabah yang memiliki profil risiko rendah.
3. Evaluasi Terus-Menerus terhadap Bunga Debitur
WOM Finance terus melakukan evaluasi terhadap tingkat bunga yang ditawarkan kepada debitur. Hal ini dilakukan agar tetap sejalan dengan pergerakan cost of fund dan kondisi pasar secara umum.
Tabel Perbandingan Cost of Fund dan Yield Obligasi
Berikut adalah rincian perbandingan antara cost of fund dan yield obligasi dalam beberapa periode terakhir:
| Periode | Cost of Fund (%) | Yield Obligasi (%) | Selisih (%) |
|---|---|---|---|
| Januari 2026 | 9,2 | 8,8 | +0,4 |
| Februari 2026 | 9,5 | 9,0 | +0,5 |
| Maret 2026 | 9,7 | 9,3 | +0,4 |
| April 2026 | 9,8 | 9,5 | +0,3 |
Dari tabel di atas terlihat bahwa selisih antara cost of fund dan yield obligasi cenderung menyempit. Ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap margin keuntungan semakin besar.
Tips untuk Debitur dan Calon Peminjam
Bagi calon peminjam atau nasabah yang sudah ada, memahami kondisi ini penting agar bisa mengambil keputusan yang tepat. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
- Pantau terus perubahan suku bunga BI dan dampaknya terhadap bunga pinjaman
- Bandingkan penawaran bunga dari berbagai perusahaan multifinance
- Pilih perusahaan dengan strategi pendanaan yang stabil dan transparan
- Jaga kualitas data kredit agar tetap layak dapat pinjaman dengan bunga kompetitif
Kesimpulan
WOM Finance tengah berada di titik krusial di mana tekanan dari cost of fund dan yield obligasi mendorong perusahaan untuk terus menyesuaikan strategi pendanaan. Diversifikasi sumber dana, penyesuaian pricing, dan peningkatan kualitas portofolio menjadi langkah penting agar tetap bisa bertahan dan bersaing di pasar multifinance.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi makro ekonomi dan kebijakan Bank Indonesia.
Fadhly Ramadan adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang finansial, investasi, dan bisnis.













