Musim Lebaran tahun ini kembali membawa semangat berbagi dan merayakan bersama keluarga. Bagi banyak orang, Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu sumber dana utama untuk memenuhi kebutuhan saat perayaan Idul Fitri. Namun, THR juga bisa menjadi peluang untuk memperkuat kesehatan finansial jangka panjang jika dikelola dengan tepat.
Bukan hanya soal dinikmati saat Lebaran, THR bisa dimaknai sebagai rezeki yang sebaiknya dialokasikan dengan tujuan jelas. Dengan perencanaan yang matang, THR tidak hanya memenuhi kebutuhan sesaat, tapi juga bisa menjadi fondasi awal untuk masa depan yang lebih aman secara finansial.
Prioritas Mengelola THR agar Lebih Bermakna
Mengatur THR bukan perkara yang rumit, asal ada panduan yang jelas. Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, menyarankan agar THR dialokasikan ke beberapa prioritas agar manfaatnya dirasakan tidak hanya saat Lebaran, tapi juga jauh setelahnya.
1. Ibadah dan Berbagi
THR sebaiknya dimulai dengan rasa syukur. Menyisihkan sebagian untuk zakat dan sedekah adalah bentuk penghargaan terhadap rezeki yang diterima. Selain memenuhi kewajiban, tindakan ini juga memberi dampak positif bagi sesama, sekaligus menambah keberkahan dalam hidup.
2. Kebutuhan Lebaran
Sebagian besar THR biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan saat perayaan, seperti belanja kebutuhan pokok, pakaian baru, atau persiapan arisan keluarga. Alokasi ini wajar, asal tidak menghabiskan seluruh THR.
3. Tabungan dan Investasi Masa Depan
Menyisihkan sebagian THR untuk tabungan atau investasi adalah langkah cerdas. Tidak perlu jumlah besar, tapi konsistensi dalam menabung atau berinvestasi akan memberi dampak jangka panjang. Misalnya untuk dana pendidikan anak, rencana pensiun, atau pengembangan usaha.
4. Perlindungan Keluarga
THR juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat proteksi keluarga. Misalnya dengan membeli asuransi jiwa syariah yang memberikan rasa aman jika terjadi risiko tak terduga. Ini adalah bentuk investasi terhadap masa depan yang tak ternilai harganya.
Formula 50–30–20 untuk Mengatur THR
Salah satu pendekatan yang bisa digunakan dalam mengelola THR adalah formula 50–30–20. Pendekatan ini membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan, keinginan, dan kesiapan finansial jangka panjang.
- 50% untuk kebutuhan Lebaran termasuk zakat dan sedekah
- 30% untuk tabungan atau investasi jangka panjang
- 20% untuk perlindungan finansial seperti asuransi atau dana darurat
Formula ini tidak kaku, bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing. Yang penting adalah memiliki arah dalam menggunakan THR agar tidak hanya habis saat Lebaran saja.
Evaluasi Keuangan Jelang Lebaran
Momen Lebaran juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi kondisi keuangan selama beberapa bulan terakhir. Apakah pengeluaran masih wajar? Apakah tabungan terbengkalai? Atau justru mulai terkumpul?
Dengan meninjau kondisi ini, seseorang bisa menentukan apakah THR akan digunakan untuk menutup kekurangan atau justru disisihkan sebagai tambahan tabungan. Evaluasi ini penting agar tidak terjebak dalam gaya hidup yang terus-menerus menguras keuangan.
Investasi THR untuk Masa Depan
Bagi yang sudah mulai sadar pentingnya investasi, sebagian THR bisa dialokasikan untuk memulai atau menambah portofolio investasi. Tidak harus besar, tapi konsisten. Misalnya dengan membeli reksa dana syariah, unit link, atau produk investasi lain yang sesuai dengan prinsip syariah.
Investasi ini bisa menjadi awal untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang, seperti dana pendidikan anak, dana pensiun, atau modal usaha. Yang penting adalah langkah awal yang diambil secara disiplin dan terencana.
Perlindungan Finansial dengan Asuransi Syariah
THR juga bisa dimanfaatkan untuk memperkuat perlindungan keluarga. Salah satu produk yang bisa dipertimbangkan adalah PRUCinta dari Prudential Syariah. Produk ini memberikan perlindungan jangka panjang terhadap risiko meninggal dunia, baik karena sakit maupun kecelakaan.
PRUCinta menawarkan manfaat santunan dari Dana Tabarru selama 20 tahun, dengan masa pembayaran kontribusi selama 10 tahun. Jika tidak terjadi klaim selama masa kepesertaan, peserta juga bisa mendapatkan nilai tunai hingga 100% dari total kontribusi yang telah dibayarkan.
Selain itu, produk ini memberikan santunan hingga tiga kali lipat jika meninggal dunia akibat kecelakaan. Jika kejadian terjadi dalam periode enam minggu sejak 1 Ramadan, santunan bisa mencapai empat kali lipat sesuai ketentuan polis.
Festival 1.000 Berkah untuk Literasi Keuangan
Untuk mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat, Prudential Syariah menggelar Festival 1.000 Berkah di Masjid Agung Al-Azhar selama bulan Ramadan. Kegiatan ini berlangsung dari 19 Februari hingga 14 Maret 2026.
Festival ini menawarkan berbagai program, antara lain:
- Edukasi literasi keuangan syariah
- Edukasi kesehatan
- Program donasi
- Konsultasi peluang bisnis
- Pendampingan perencanaan keuangan berbasis prinsip syariah
Kegiatan ini diharapkan bisa membantu masyarakat dalam membuat keputusan finansial yang lebih tepat, terutama menjelang dan sesudah perayaan Lebaran.
Tabel Alokasi THR Berdasarkan Prioritas
Berikut adalah contoh rekomendasi alokasi THR berdasarkan formula 50–30–20:
| Kategori | Persentase | Tujuan |
|---|---|---|
| Kebutuhan Lebaran dan Ibadah | 50% | Zakat, sedekah, belanja kebutuhan Lebaran |
| Tabungan dan Investasi | 30% | Dana darurat, investasi jangka panjang |
| Perlindungan Finansial | 20% | Asuransi, dana cadangan |
Catatan: Alokasi ini dapat disesuaikan dengan kondisi keuangan pribadi.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kebijakan perusahaan atau kondisi ekonomi. Sebaiknya berkonsultasi dengan ahli keuangan sebelum membuat keputusan finansial penting. Produk asuransi atau investasi yang disebutkan dalam artikel ini memiliki syarat dan ketentuan yang berlaku.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













