PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) resmi meluncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI atau dikenal dengan ORIS. Peluncuran ini menjadi bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I PT SMI Tahap II tahun 2026. Target indikasi penerbitan mencapai Rp 300 miliar.
Langkah ini diambil untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada masyarakat dalam mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur nasional. Dengan begitu, partisipasi publik tidak hanya terbatas pada investor institusi, tapi juga kalangan ritel yang ingin berkontribusi langsung pada proyek-proyek strategis.
Mekanisme dan Tujuan Penerbitan ORIS
ORIS hadir sebagai instrumen investasi yang tidak hanya menawarkan imbal hasil menarik, tapi juga memberikan dampak nyata pada pembangunan berkelanjutan. Dana yang terkumpul akan disalurkan ke proyek-proyek yang berdampak positif secara lingkungan dan sosial.
Beberapa sektor prioritas mencakup energi terbarukan, transportasi hijau, hingga fasilitas kesehatan dan pendidikan. Ini sejalan dengan komitmen SMI dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan nasional.
1. Tenor dan Kupon yang Ditawarkan
Investor memiliki dua pilihan tenor, yaitu 1 tahun dan 3 tahun. Masing-masing menawarkan kupon tahunan sebesar 5,60% dan 6,05%. Imbal hasil ini cukup kompetitif, terutama jika dibandingkan dengan instrumen ritel lainnya di pasar keuangan saat ini.
2. Nilai Minimum dan Kelipatan Investasi
Untuk bisa ikut berinvestasi, investor cukup menyiapkan dana minimal Rp 5 juta. Setiap tambahan investasi bisa dilakukan dalam kelipatan Rp 1 juta. Ini membuat ORIS cukup terjangkau untuk kalangan menengah ke bawah yang ingin mencoba instrumen pasar modal.
3. Pembayaran Kupon dan Holding Period
Pembayaran kupon dilakukan setiap bulan dengan basis perhitungan 30/360 hari. Investor diwajibkan memegang obligasi minimal selama satu bulan sebelum bisa melakukan penjualan. Hal ini bertujuan untuk menjaga stabilitas dan mencegah spekulasi jangka pendek.
4. Listing di Bursa Efek Indonesia
ORIS akan dicatatkan secara resmi di PT Bursa Efek Indonesia. Dengan begitu, investor memiliki opsi untuk menjual obligasi di pasar sekunder setelah masa minimum holding period berakhir.
Jadwal Penawaran ORIS
Penawaran obligasi ini berlangsung selama satu bulan penuh. Berikut adalah jadwal lengkapnya:
| Tahapan | Tanggal |
|---|---|
| Penetapan kupon | 6 Maret 2026 |
| Masa penawaran | 9 Maret – 9 April 2026 |
| Penetapan hasil penjualan | 10 April 2026 |
| Settlement | 6 Mei 2026 |
| Pembayaran kupon pertama | 6 Juni 2026 |
| Berakhirnya masa minimum holding | 6 Juni 2026 |
| Jatuh tempo (1 tahun) | 16 Mei 2027 |
| Jatuh tempo (3 tahun) | 6 Mei 2029 |
Cara Berinvestasi di ORIS
Bagi yang tertarik ikut serta, proses investasinya cukup mudah dan bisa dilakukan secara daring melalui penjamin pelaksana emisi. Berikut langkah-langkahnya:
1. Registrasi Akun
Calon investor perlu mendaftar terlebih dahulu melalui salah satu penjamin pelaksana emisi yang telah ditunjuk oleh SMI.
2. Melakukan Pemesanan
Setelah registrasi selesai, investor bisa langsung memesan ORIS sesuai dengan jadwal penawaran yang telah ditetapkan.
3. Pembayaran dan Konfirmasi
Langkah berikutnya adalah melakukan pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku di masing-masing penjamin. Setelah pembayaran berhasil, investor akan menerima konfirmasi transaksi di Rekening Surat Berharga (RSB) masing-masing.
Penjamin Pelaksana Emisi
ORIS dapat diperoleh melalui empat penjamin pelaksana emisi berikut:
- PT BRI Danareksa Sekuritas
- PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia
- PT Indo Premier Sekuritas
- PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk
Investor cukup memilih salah satu dari keempat perusahaan tersebut untuk melakukan pemesanan obligasi.
Perbandingan Imbal Hasil ORIS dengan Instrumen Lain
Sebagai bahan pertimbangan, berikut perbandingan kupon ORIS dengan beberapa instrumen ritel lainnya:
| Instrumen | Tenor | Kupon Tahunan |
|---|---|---|
| ORIS (1 tahun) | 1 tahun | 5,60% |
| ORIS (3 tahun) | 3 tahun | 6,05% |
| ORI028 | 5 tahun | 6,20% |
| Deposito (rata-rata bank) | 1 tahun | 5,00% – 5,50% |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa ORIS menawarkan imbal hasil yang cukup kompetitif, terutama untuk tenor 3 tahun. Meski tidak sebesar ORI dengan tenor lebih panjang, ORIS memberikan fleksibilitas dan likuiditas yang lebih baik.
Keunggulan Investasi di ORIS
Investasi di ORIS bukan hanya soal keuntungan finansial. Ada nilai tambah lain yang bisa dirasakan, terutama dari sisi dampak sosial dan lingkungan.
Pertama, dana yang dikumpulkan akan digunakan untuk mendanai proyek-proyek infrastruktur berkelanjutan. Artinya, setiap rupiah yang diinvestasikan ikut membangun masa depan yang lebih baik.
Kedua, likuiditas yang ditawarkan cukup tinggi. Dengan pencatatan di BEI dan adanya pasar sekunder, investor bisa keluar masuk kapan saja setelah masa holding period.
Terakhir, risiko default tergolong rendah karena SMI merupakan bagian dari holding BUMN infrastruktur, yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Data terkait jadwal, kupon, dan syarat investasi sebaiknya selalu dikonfirmasi langsung ke pihak emiten atau penjamin pelaksana emisi terkait.
Investasi obligasi juga mengandung risiko, meski relatif rendah. Sebelum memutuskan berinvestasi, sebaiknya pahami terlebih dahulu profil risiko dan kondisi keuangan pribadi.
Herdi Susianto adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis ekonomi berpengalaman dengan keahlian di bidang bisnis, infrastruktur, dan transportasi.













