Pembiayaan Buy Now Pay Later (BNPL) dari perusahaan pembiayaan mencatatkan pertumbuhan yang cukup menarik di awal tahun 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total penyaluran pembiayaan BNPL mencapai Rp 12,18 triliun per Januari 2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan year-on-year (YoY) sebesar 71,13%.
Pertumbuhan ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Desember 2025 yang mencatatkan kenaikan 75,05% YoY. Meski begitu, tren kenaikan tetap konsisten sepanjang akhir tahun lalu. Pada November 2025, pertumbuhan pembiayaan BNPL juga tercatat positif di angka 68,61% YoY.
Pertumbuhan BNPL dan Kondisi Terkini
1. Peningkatan Pembiayaan BNPL di Awal 2026
Pertumbuhan pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan mencapai 71,13% secara tahunan pada Januari 2026. Artinya, sektor ini terus menunjukkan ketangguhan meski menghadapi berbagai tantangan makro ekonomi. Peningkatan ini juga mencerminkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap model pembayaran fleksibel.
2. Perbandingan Pertumbuhan Bulanan
Berikut adalah rincian pertumbuhan pembiayaan BNPL perusahaan pembiayaan dalam beberapa bulan terakhir:
| Bulan | Pertumbuhan YoY | Total Pembiayaan |
|---|---|---|
| November 2025 | 68,61% | Rp 11,24 triliun |
| Desember 2025 | 75,05% | Rp 11,94 triliun |
| Januari 2026 | 71,13% | Rp 12,18 triliun |
3. Kualitas Pembiayaan BNPL
Meski pertumbuhan positif, kualitas pembiayaan juga menjadi perhatian. OJK mencatat Non Performing Financing (NPF) gross BNPL perusahaan pembiayaan pada Januari 2026 sebesar 2,77%. Angka ini naik sedikit dari 2,73% yang tercatat pada Desember 2025.
Faktor yang Mendorong Pertumbuhan BNPL
1. Adopsi Digital yang Semakin Luas
Semakin banyaknya transaksi digital membuat BNPL menjadi pilihan yang nyaman. Konsumen bisa membeli barang secara instan dan membayar secara bertahap, sesuai dengan kemampuan finansial mereka.
2. Kebijakan Regulasi yang Mendukung
Regulasi dari OJK memberikan ruang yang cukup bagi pengembangan layanan pembiayaan digital, termasuk BNPL. Ini memberikan kepercayaan lebih besar kepada pelaku usaha dan konsumen.
3. Meningkatnya Literasi Keuangan
Masyarakat kini lebih sadar akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik. BNPL memberikan alternatif yang lebih fleksibel dibandingkan kartu kredit, sehingga diminati berbagai kalangan.
Risiko dan Tantangan yang Perlu Diwaspadai
1. Lonjakan NPF yang Perlu Dikontrol
Meski masih dalam batas wajar, peningkatan NPF menjadi sinyal bahwa pengawasan terhadap risiko kredit harus terus diperketat. Jika tidak, pertumbuhan yang cepat justru bisa membawa dampak negatif di masa depan.
2. Potensi Over-Indebtedness
BNPL yang mudah diakses bisa membuat konsumen terjebak dalam utang berlebih. Edukasi keuangan dan kontrol dari penyedia layanan sangat penting untuk mencegah hal ini.
3. Persaingan yang Semakin Ketat
Semakin banyaknya pelaku industri BNPL membuat persaingan semakin sengit. Ini bisa berdampak pada penurunan kualitas layanan jika tidak dikelola dengan baik.
Tips untuk Konsumen yang Menggunakan BNPL
1. Pahami Syarat dan Ketentuan
Sebelum menggunakan layanan BNPL, pastikan untuk membaca syarat dan ketentuannya. Perhatikan bunga, denda keterlambatan, dan biaya-biaya lain yang mungkin berlaku.
2. Gunakan Secara Bijak
BNPL bukan alat untuk memenuhi kebutuhan di luar kemampuan. Gunakan layanan ini hanya untuk kebutuhan yang benar-benar diperlukan dan sesuai dengan anggaran.
3. Bayar Tepat Waktu
Keterlambatan pembayaran bisa berdampak pada riwayat kredit dan menimbulkan denda. Bayarlah cicilan tepat waktu untuk menjaga kesehatan keuangan pribadi.
Peran OJK dalam Mengatur BNPL
Otoritas Jasa Keuangan terus memantau perkembangan BNPL agar tetap berjalan dalam koridor yang sehat. Regulasi yang dikeluarkan dirancang untuk melindungi konsumen sekaligus memberikan ruang bagi pertumbuhan industri.
1. Pengawasan Terhadap Kualitas Pembiayaan
OJK secara rutin memantau NPF dan rasio kesehatan lainnya untuk memastikan bahwa pertumbuhan BNPL tidak membahayakan stabilitas sistem keuangan.
2. Edukasi Konsumen
OJK juga aktif melakukan edukasi keuangan agar masyarakat bisa menggunakan layanan keuangan digital, termasuk BNPL, secara bijak dan bertanggung jawab.
3. Kolaborasi dengan Pelaku Industri
Kerja sama dengan perusahaan pembiayaan dan fintech menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara inovasi dan pengelolaan risiko.
Proyeksi ke Depan
Pertumbuhan BNPL yang konsisten menunjukkan bahwa layanan ini memiliki prospek yang baik ke depan. Namun, keberlanjutan pertumbuhan ini sangat bergantung pada bagaimana industri dan regulator bisa menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan risiko.
1. Potensi Peningkatan di Tahun 2026
Dengan semakin banyaknya pengguna internet dan peningkatan literasi keuangan, BNPL berpotensi terus tumbuh sepanjang 2026. Namun, pengawasan yang ketat akan menjadi kunci agar pertumbuhan tetap sehat.
2. Inovasi Layanan
Perusahaan pembiayaan dan fintech akan terus mencari cara untuk meningkatkan pengalaman pengguna, baik dari segi kemudahan akses maupun keamanan transaksi.
Disclaimer
Data yang disajikan dalam artikel ini bersumber dari laporan resmi OJK per Januari 2026. Angka-angka yang ditampilkan dapat berubah seiring dengan perkembangan waktu dan kondisi makro ekonomi. Pembaca disarankan untuk selalu mengacu pada sumber resmi untuk informasi terkini.
BNPL bukan hanya tren, tapi juga cerminan dari perubahan perilaku konsumen yang semakin mengedepankan fleksibilitas. Namun, seperti segala bentuk pinjaman, penggunaan yang bijak adalah kunci agar manfaatnya bisa dirasakan tanpa membawa risiko yang berlebihan.
Rista Wulandari adalah Reporter USAID IUWASH Tangguh. Jurnalis senior berpengalaman dengan keahlian di bidang ekonomi, bisnis, industri, dan telekomunikasi.













